Bupati Sumenep Launching Kartu Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Buruh Tani dan Petani Tembakau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Kab. Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo SH, MH, saat launcing Kartu Jaminan Sosial ketenagakerjaan buruh petani tembakau di Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Bupati Kab. Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo SH, MH, saat launcing Kartu Jaminan Sosial ketenagakerjaan buruh petani tembakau di Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, launching kartu jaminan sosial dan ketenagakerjaan bagi buruh tani dan petani tembakau melalui anggaran DBHCHT Kab. Sumenep tahun anggaran 2023

Bupati Kab, sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH memberikan secara simbolis kepada penerima di desa Batang-batang kab. Sumenep.

"Pemberian bantuan ini diberikan sebagai sarana bagi pemerintah Kab. Sumenep, untuk membantu masyarakat rentan, dan bantuan tersebut berupa iuran program jaminan perlindungan sosial bagi buruh tani tembakau melalui program DBHCHT pekerja rentan di wilayah itu.

Ia juga menjelaskan, program stimulan berupa bantuan pembayaran iuran perdana bagi pekerja rentan itu merupakan salah satu wujud program 'Bismillah melayani' Pemkab Sumenep, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, sambung Bupati, program bantuan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kabupaten Sumenep. Jelasnya

Selain itu, Kepala DPMPTSP & Naker Sumenep, Abd Rahman Riadi, mengatakan, bahwa bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja atau buruh petani, rentan, terdiri atas tukang becak, ojek daring, nelayan, asisten rumah tangga (ART) dan tukang bangunan.

 

"Mereka mendapatkan bantuan jaminan sosial pada kecelakaan kerja dan jaminan kematian, selain, itu jumlah penerima bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan menyesuaikan dengan alokasi anggaran dana yang tersedia dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023.

"Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan penting untuk memberikan hak para pekerja, sehingga mendorong produktivitas para pekerja," katanya.

Selanjutnya, Kata dia, pihaknya meminta, agar warga yang belum tercakup program tersebut bersabar, karena anggaran yang tersedia di APBD Pemkab Sumenep memang sangat terbatas. Tegasnya

"Pak Bupati ingin semua pekerja rentan buruh tani dan pekerja tembakau tercakup dalam program ini. Akan tetapi karena anggaran yang ada terbatas maka hingga kini Pemkab Sumenep baru bisa membantu sesuai dengan anggaran di tahun 2023" katanya.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Sumenep, saat ini pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dari badan usaha sebanyak 1.175 orang, pekerja penerima upah sebanyak 11.269 dan pekerja bukan penerima upah (pekerja rentan) sebanyak 1.984 orang, sedangkan pekerja jasa konstruksi sebanyak 13.182 orang.

Manfaat program ini bisa menanggung biaya transportasi dan bagi peserta program apabila tidak mampu bekerja yang disebabkan kecelakaan saat bekerja. Nilainya Rp1 juta/bulan selama 1 tahun, dan selanjutnya Rp 500 ribu sampai sembuh.

Jika yang bersangkutan meninggal dunia, maka akan mendapat biaya pengganti sebesar Rp. 42.000.000 juta, begitu pula Bupati sumenep memberikan bantuan JKM kepada pekerja rentan sebesar Rp. 42.000.000,. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…