SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Untuk meningkatkan investasi daerah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara persisten bermitra dengan otoritas terkait dalam merancang kebijakan tata ruang yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Tentunya dengan tidak mengesampingkan aspek keberlangsungan lingkungan hidup.
Kata Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto, kajian lingkungan hidup strategis sangat berperan penting dalam memastikan bahwa perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah telah menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Terlebih, penentuan zonasi wilayah harus mempertimbangkan kebutuhan penduduk dengan tetap memperhitungkan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan. kamis (21/12/2023).
"Tata ruang dan investasi, tentu saja tidak bisa dipisahkan dari aspek lingkungan hidup. Tata ruang dan investasi memegang peran sentral dalam pembentukan perkembangan suatu wilayah dan pertumbuhan ekonomi yang sangat berkorelasi dengan daya dukung lingkungan hidup untuk menjamin masa depan yang dinamis dan berkelanjutan," urainya.
Berdasarkan urgensitas kebijakan tata ruang itu juga yang kemudian melatarbelakangi Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Forum Konsultasi Publik II dalam rangka penyusunan kajian lingkungan hidup strategis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Bangil, Wilayah Perencanaan (WP) Beji, WP Kraton dan WP Purwosari. Diselenggarakan di Hotel Ijen Suites Resort and Convention, Kota Malang kegiatan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasuruan serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Anggota Tim Penyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Berikut, Camat Bangil, Beji, Kraton, Purwosari, Rembang, Pohjentrek, Gempol dan Pandaan juga para Tenaga Ahli Pendamping Penyusunan KLHS RDTR Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2023.
"Tata ruang yang baik dapat menjadi faktor penentu dalam menarik investasi. Terlebih saat ini, dimana rencana detail tata ruang wajib diintegrasikan dengan sIstem OSS. Ketika suatu daerah memiliki perencanaan tata ruang yang jelas dan terstruktur, maka akan menciptakan kepastian bagi para investor," tandasnya didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto.
Ditambahkannya, penyelenggaraan pembangunan sektor-sektor ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi lingkungan hidup. Demikian juga dengan upaya menghadapi tantangan perubahan iklim yang harus terintegrasi dengan prinsip-prinsip perubahan iklim dan mitigasi bencana ke dalam perencanaan tata ruang. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan ketahanan wilayah yang tangguh.
"Mari kita berupaya bersama-sama untuk merancang wilayah Kabupaten Pasuruan yang tidak hanya mencerminkan kebutuhan masa kini saja. Namun juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masa depan. Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang baik kita dapat memastikan, warisan kita bukan hanya berupa bangunan dan infrastruktur, tetapi juga warisan harmoni dan nilai-nilai keberlanjutan," pungkasnya dengan lugas. ris
Editor : Moch Ilham