Petani Lesu, Harga Jual Karet Alam Turun 20% Gegara Wabah dan Konversi Lahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani karet alam sedang panen dari satu pohon ke pohon lain. SP/ JKT
Petani karet alam sedang panen dari satu pohon ke pohon lain. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) mencatat penurunan produksi karet alam sebesar 20% secara year-on-year (yoy) yang disebabkan adanya wabah penyakit tanaman dan maraknya konversi lahan, sehingga harga jualnya pun ikut rendah.

“Sekarang ada penyakit kukur daun yang namanya pestilopsis itu, belum diselesaikan oleh pemerintah. Belum lagi rendahnya produktivitas petani,” kata Ketua Umum Dekarindo, Azis Pane, Kamis (28/12/2023).

Akibat menurunnya harga komoditas karet alam, tak sedikit petani yang kini memilih untuk menanam sawit, tebu, dan komoditas lain yang memiliki harga jual lebih tinggi. Kondisi ini pun membuat pabrik-pabrik olahan karet tidak berjalan optimal kerana minimnya bahan olahan karet rakyat (Bokar) yang dihasilkan petani.  

Sementara itu, utilisasi kapasitas industri crumb rubber saat ini tercatat sebesar 40,2%. Rendahnya utilitas memicu penutupan 46 pabrik olahan dari total 152 sepanjang 6 tahun terakhir karena wabah gugur daun atau Pestalotiopsis sp yang terjadi pada 500.000 hektare lahan karet.

Sehingga fenomena wabah tersebut menghilangkan produksi nasional 30�n juga menyebabkan kelangkaan bahan baku yang membuat impor terus meningkat setiap tahun. 

“Kalau pemerintah gak all out membantu industri karet, terutama pemerintahan baru nanti, kita akan kacau ini, karena pesaing kita semakin banyak,” tuturnya.  

Berdasarkan data Gapkindo, produksi karet alam nasional pada tahun 2023 diperkirakan sebanyak 2,25 juta ton atau turun dari produksi tahun lalu sebanyak 2,65 juta ton.  

Begitupun dari segi ekspor yang turun dari 2,08 juta ton pada 2022 menjadi 1,76 juta ton hingga akhir tahun 2023. Sementara itu, dari segi nilai ekspor karet alam diproyeksi mencapai US$2,51 miliar pada 2023 atau turun dari nilai ekspor pada 2017 lalu sebesar US$5,58 miliar. Hal ini disebabkan harga karet yang fluktuatif, cenderung melemah.

Disisi lain, Azis melihat pengembangan industri karet di sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam, hingga sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin semakin masif.  

Sehingga diharapkan, Indonesia yang merupakan salah satu produsen terbesar karet di dunia tidak akan tergeser oleh negara-negara tersebut, lantaran produktivitas yang semakin susut.  jk-02/dsy

Berita Terbaru

Lomba Rakyat Demokrat di Ponorogo, Emak-emak Adu Seru Rayakan Kemerdekaan

Lomba Rakyat Demokrat di Ponorogo, Emak-emak Adu Seru Rayakan Kemerdekaan

Minggu, 23 Agu 2026 19:55 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 19:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Nanas, Kelurahan Keniten, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur,…

Jaga Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Tulungagung Antisipasi Fluktuasi Harga Akibat Perubahan Iklim

Jaga Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Tulungagung Antisipasi Fluktuasi Harga Akibat Perubahan Iklim

Minggu, 23 Agu 2026 18:29 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 18:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan daerah ditengah perubahan iklim yang…

Lepas Jalan Sehat Warga Ketabang, DPR RI Soroti Peran UMKM sebagai Penopang Ekonomi

Lepas Jalan Sehat Warga Ketabang, DPR RI Soroti Peran UMKM sebagai Penopang Ekonomi

Minggu, 23 Agu 2026 18:01 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 18:01 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semarak di Jalan Kanginan, RW 1, Kelurahan…

Eko Yunianto  Siap All Out  Jalankan Perintah Bu Mega dan Maksimalkan Medsos

Eko Yunianto Siap All Out Jalankan Perintah Bu Mega dan Maksimalkan Medsos

Minggu, 23 Agu 2026 17:20 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 17:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Arahan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam konsolidasi internal kader PDIP se-Jawa Timur siap d…

Di Depan Bu Mega, PDIP Jatim Larang Kader Pasang Baliho, Wajib Aktif di Medsos

Di Depan Bu Mega, PDIP Jatim Larang Kader Pasang Baliho, Wajib Aktif di Medsos

Minggu, 23 Agu 2026 16:05 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, melarang seluruh kader dan pengurus partai memasang banner di pinggir j…

Diikuti Ribuan Peserta, Turnamen Karate Danrem 082/CPYJ Cup Meriah

Diikuti Ribuan Peserta, Turnamen Karate Danrem 082/CPYJ Cup Meriah

Minggu, 23 Agu 2026 16:05 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara S.Hub.Int., M.Hub.Int., secara resmi membuka Kejuaraan Karate Open Turnamen Piala B…