Pemkot Kediri Minta SPBU beri Kompensasi Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Imam Muttakin.
Imam Muttakin.

i

SURABAYA PAGI, Kediri - Pemerintah Kota Kediri meminta agar SPBU Tempurejo, Kecamatan Pesantren, tetap berkomitmen memberikan kompensasi bagi warga yang air tanahnya tercemar BBM hingga air kembali normal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengemukakan telah menengahi pertemuan warga dan perwakilan SPBU terkait dengan rencana kembalinya beroperasi SPBU tersebut, setelah sebelumnya ditutup sementara.

"Pada prinsipnya kami informasikan ke warga, karena secara teknis SPBU yang saat ini tidak beroperasi karena masih menunggu persetujuan teknis dari Pertamina. Saat ini persetujuan teknis sudah turun. Secara teknis SPBU ini sudah dapat beroperasional kembali," katanya di Kediri, Sabtu (30/12/2023).

Ia menambahkan dari sisi keamanan dan penghitungan teknis lainnya di SPBU tersebut sudah memenuhi syarat. Hal ini kemudian disampaikan ke warga, bahwa SPBU sudah aman untuk beroperasi baik teknis dan aturan. Dirinya juga sudah menegaskan ke SPBU bahwa kompensasi yang diberikan kepada warga tetap berjalan, sesuai dengan komitmen awal sampai proses normalisasi air sumur yang ada di warga selesai. Ia pun menambahkan, dari sisi ekonomi, SPBU juga perlu untuk perputaran omzet. Di samping itu, dari sisi kebutuhan BBM warga sekitar juga agak kesulitan karena jauh dari SPBU lainnya.

"Jadi, secara prinsip SPBU ini ketika beroperasi dari sisi ekonomi dan lainnya, dia tetap harus jalan. Kami pastikan dari SPBU tetap berkomitmen pada kompensasi," kata dia.

Dirinya mengatakan pemberian kompensasi itu harus sesuai dengan komitmen awal. Tim dari ITS menargetkan sekitar tiga bulan untuk treatment sehingga normal diperkirakan Februari 2024. Ia juga menambahkan terkait dengan evaluasi sumber air di sumur, dari lima sumur yang sudah diambil sampel dan sudah dilakukan treatment, dua sumur sudah tidak ada kandungan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH).

Dua sumur kandungannya masih tinggi, dan satu sumur sudah hampir selesai treatment. Dari SPBU, kata dia, juga sudah DO untuk BBM ke Pertamina dan diperkirakan dalam waktu dekat BBM dikirimkan sehingga SPBU bisa beroperasi.

"Pengajuan sudah, dalam waktu besok atau lusa bisa beroperasi. Pada prinsipnya, sepanjang proses normalisasi, kompensasi berjalan sampai semua normal tetap dilaksanakan SPBU, karena mereka juga kesulitan ketika mereka butuh BBM untuk pertanian, transportasi dan syaratnya SPBU komitmen proses normalisasi dan kompensasi," kata dia.cn

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…