Home / Peristiwa : Makin Memanas dan Viral di Medsos!

Bus Ugal-ugalan Tabrak Pajero di Jalan Tol, Korban: PO Haryanto Hanya Tanggung Jawab Jika Ada Korban Jiwa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 05 Jan 2024 10:03 WIB

Bus Ugal-ugalan Tabrak Pajero di Jalan Tol, Korban: PO Haryanto Hanya Tanggung Jawab Jika Ada Korban Jiwa

i

Kondisi mobil pajero sport yang tampak ringsek dibagian belakang usai ditabrak oleh Bus PO Haryanto secara ugal-ugalan. SP/ BTG

SURABAYAPAGI.com, Batang - Bus PO Haryanto kembali ugal-ugalan di jalan hingga menabrak sebuah mobil Pajero di jalur tol A KM 382, masuk wilayah Kabupaten Batang, pada 24 Desember 2023 lalu. Namun viralnya kasus ini, pihak PO Haryanto sampai detik ini tidak ada itikad untuk bertanggungjawab.

Awalnya kabar tersebut viral melalui unggahan akun TikTok @ATRA_aticahrahma. Dia menuliskan, mobilnya sedang melaju dengan kecepatan pelan dan di posisi jalur lambat dengan benar.  

Baca Juga: Samsudin Ditahan, Usai Buat Skenario Konten Tukar Pasangan

"Tetapi sebuah bus ugal-ugalan dengan kekuatannya menghantam dari belakang. Bus pergi begitu saja meninggalkan saya dan anak kecilku yang menangis sendirian ketakutan melihat orangtuanya tak sadarkan diri di tempat," tulisnya, dilihat, Jumat (05/01/2024).

Tampak juga kondisi mobil Pajero tersebut dalam video, mobil sport berwarna hitam itu ringsek di bagian belakang. Kaca dan bentuk mobil bagian belakang terlihat rusak tak karuan.

Ban belakang mobil pun juga terlihat kempes. Namun, hanya bagian belakang yang parah, sedangkan bagian depan mobil sedikit rusak lantaran menabrak pembatas tol.

Perseteruan Panas Usai Insiden Kecelakaan hingga Viral di Medsos

Selain menabrak mobil tersebut secara ugal-ugalan, PO Haryanto pun diduga menuding korban minta uang Rp1 miliar. Seketika pihak korban, Atika Rahmawati pemilik mobil Pajero tampak tidak terima usai pemilik Bus PO Haryanto menuding ada permintaan uang Rp1 miliar.

Perlu diketahui, pemilik bus tersebut mengatakan bahwa ada permintaan korban uang Rp1 miliar dan mediasi yang gagal. 

"Atas kejadian ini, kami minta maaf sebesar-besarnya, kami tanggung jawab, kami sudah mediasi juga termasuk dengan bapak penyidik, korban meminta ganti rugi 1 miliar, kamis negosiasi memberi ganti rugi separuhnya, tapi korban bersikukuh tidak mau, jadi bukan kami tidak tanggung jawab sama sekali, dan posisi juga kami mau mediasi ulang," tulis Syafiq Mauhammad.

Komentar itu diungkap Syafiq melalui akun Instagram korban yang langsung mendapat reaksi bingung dari korban.

"Nyuwun sewu Bapak terhormat, senang akhirnya mendapat respon walaupun harus dengan jalur viral nji, 1M info dari mana njih bapak? kita saja belum pernah bertemu, bapak hanya mengirimkan orang berbadan besar (berjumlah 4 orang) yang makin membuat saya trauma dengan kata-kata kasar yang dilontarkan di rumah sakit. Besar harapan saya untuk dapat menyelesaikan ini lewat mediasi dengan pemilik langsung," tulis korban lewat akun Instagram @atra_aticarahma.

Atika bahkan mengatakan bahwa ia hanya butuh tanggung jawab penuh dari bus PO Haryanto.

"Saya posting di media sosial dengan tujuan mendapat respons, walaupun saya sudah menghubungi (pihak PO) dibantu teman dan saudara. Saya tidak menyangka akan viral. Sejak awal saya bukan mau aji mumpung, tapi hanya butuh mediasi tanggung jawab dari yang bersangkutan sehingga masalah ini selesai," ucap korban mobil Pajero.

Korban mengatakan sampai sekarang belum ada mediasi dan pertemuan langsung dari pihak Bus PO Haryanto dan hanya kata-kata kurang menyenangkan yang ia dapatkan.

Sementara itu, menanggapi kasus tersebut, pihak Kasat Lantas Polres Batang, AKP Wigiyadi mengungkapkan peristiwa tersebut melibatkan dua kendaraan yakni Mitsubishi Pajero Sport, dengan nomor polisi H 10 H, dengan bus PO Haryanto nomor polisi B 7204 VGA.

"Iya benar, kejadian tanggal 24 Desember di KM 382," katanya.

Baca Juga: Sopir Mengantuk, Truk Tabrak Teras Rumah Warga

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa tersebut berawal saat kendaraan Pajero yang dikemudikan oleh Oshel Arie Hutama (34) warga Pedurungan, Kota Semarang, melaju dari arah Barat ke Timur. Bersamaan dengan itu, muncul bus PO Haryanto B 7204 VGA, melaju serah.

"Bus berjalan dari arah barat ke timur, di lajur kiri, melewati jalan lurus, datar, terbuat dari beton baik, cuaca cerah, arus lalu lintas sedang, pagi hari. Sesampainya di TKP diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga menabrak KBM Mitsubishi Pajero Sport yang berjalan searah di depannya di lajur kiri," kata Wigi.

Akibat kejadian tersebut, bagian belakang mobil Pajero ringsek. Akibatnya, satu penumpang mengalami luka-luka, yakni Atika Rahmawati (34) warga Tembalang, Kota Semarang.

"Ada satu korban luka-luka dan dievakuasi ke rumahe akit terdekat di RSI Weleri, Kendal," kata Wigi.

Kasus ini masih dalam penanganan. Pihaknya masih dilakukan mediasi penyelesaian. Namun menurut Wigi, belum ditemukan titik terang.

"Ya masih kita tangani kasus ini. Saat ini masih dilakukan mediasi antara keduanya. Mungkin keduanya belum menemukan titik temu," ungkapnya.

"Tapi nggak apa apa. Kalau saya profesional, tegak lurus. Silahkan mediasi/bicarakan untuk win-win solusi. Kalau kami profesional saja. Kalau nggak ada titik temu ya lanjut ke jalur hukum Kita profesional dan tegak lurus," lanjut Wigi.

Baca Juga: Warga Dukuh Kupang Digegerkan Penemuan Jenazah Bayi Perempuan Terbungkus Kresek Hitam

PO Bus Haryanto Hanya Bertanggung Jawab Jika Ada Korban Jiwa

Menurut korban, PO Bus Haryanto hanya ingin bertanggung jawab jika ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Padahal, kini korban mengalami patah tulang pinggul dan kaki.

"Saya benar-benar tidak menyangka akan mengalami ini...

Sudah melaju dengan pelan & di posisi jalur lambat dengan benar. Tetapi sebuh bus ugal-ugalan dengan kekuatannya menghantam dari belakang. Bus pergi begitu saja meninggalkan saya & anak kecilku yang menangis sendirian ketakutan melihat orangtuanya tak sadarkan diri di tempat.

Dari luka mobil saja terlihat mobil bagian depan dalam keadaan baik. Jelas ditabrak brutal sepihak oleh sebuah kendraan sangat besar. Yaitu BUS PO HARYANTO. Tidak ada etikat baik untuk bertanggungjawab. Dia bilang tanggungjawab/santunan biasanya diberikan "jika korbannya meninggal dunia"

Namun pihak PO Haryanto melalui Instagram @haryantomania_ig, tidak membenarkan pernyataan yang menyebutkan sopir bus kabur dan tidak bertanggung jawab saat kejadian. Perwakilan PO Haryanto juga disebutkan sudah bertemu dengan pihak korban di rumah sakit.

"Di saat kejadian tersebut untuk driver, dan bus sama sekali tidak kabur,posisi kendaraan kurang lebih 100 meter di depan, untuk mencari lokasi aman dan untuk mengevakuasi penumpang. Karna posisi bus memang penuh karena musim liburan Nataru," tulis @haryantomania_ig. btg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU