KA Turangga Tabrakan, 8 KA Lain Berputar

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 05 Jan 2024 21:05 WIB

KA Turangga Tabrakan, 8 KA Lain Berputar

4 Orang Tewas, 33 Luka-luka 

 

Baca Juga: Diduga Mabuk saat Berkendara, Pikap Tabrak 2 Motor dan Bus Pariwisata

SURABAYAPAGI.COM, Bandung -  Kereta Api (KA) Turangga mengalami tabrakan dengan KA Lokal Bandung Raya pagi ini. Warga menceritakan detik-detik kecelakaan Jumat (5/1/2023), yang menyebabkan empat orang tewas tersebut.

Kecelakaan antara KA Turangga (KA 65A) relasi dari Stasiun Surabaya Gubeng-Bandung dengan KA Commuter Line Bandung Raya (KA 350) relasi dari Stasiun Padalarang-Cicalengka itu terjadi di petak jalan antara Stasiun.

Warga setempat, Regina Ratna (28), mengatakan dirinya melihat KA Lokal dari arah barat berjalan dengan pelan.

Pada saat yang sama, dia juga melihat KA Turangga datang dari arah timur. Dia menyebut KA Turangga melaju dengan kencang.

"Saya lihat KA Lokal lagi pelan-pelan berhenti. Soalnya tiang sinyalnya masih ketutup, jadi KA Lokal berhenti. Terus KA Turangga nggak berhenti Stasiun Cicalengka dan melaju cepat. Tiba-tiba KA Turangga rem mendadak. Salah satu kereta bunyi klakson kenceng banget langsung bruk tabrakan," ujar Regina.

Dia mengaku mendengar suara seperti ledakan yang membuat area sekitar mengalami getaran. Dia mengaku melihat gerbong kereta terguling dan penumpang berhamburan keluar gerbong.

Menurutnya, sejumlah penumpang yang terluka sempat dievakuasi ke rumah penduduk sebelum dilarikan ke rumah sakit.

 

KAI Rekayasa Perjalanan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta akan merekayasa perjalanan beberapa kereta api (KA) ke arah dan keberangkatan dari Bandung buntut tabrakan KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuterline Bandung Raya di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (5/1/2024) pagi.

Rekayasa dilakukan dengan memutar dan mengalihkan perjalanan menggunakan angkutan lain.

Setidaknya, ada delapan kereta api yang dialihkan perjalanannya untuk menghindari track kecelakaan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya.

Mulai KA Lodaya Pagi (KA 92) relasi dari Stasiun Bandung-Kroya-Solobalapan menjadi Bandung-Cikampek-Cirebon-Prupuk-Kroya-Solobalapan. Lalu, KA Argo wilis (KA 6) relasi dari Stasiun Bandung-Kroya-Surabaya Gubeng menjadi Bandung-Cikampek-Cirebon-Prupuk-Kroya-Surabaya Gubeng.

Juga ada KA Baturraden Ekspress (KA 182) relasi dari Stasiun Bandung-Kroya-Purwokerto menjadi Bandung-Cikampek-Cirebon-Prupuk-Purwokerto. Lalu KA Serayu (KA250) relasi dari Stasiun Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen menjadi Purwokerto-Prupuk-Cirebon Prujakan-Cikampek.

Selain itu ada KA Serayu (KA 249) relasi dari Stasiun Pasarsenen-Cikampek-Kiaracondong-Kroya-Purwokerto menjadi Cikampek-Cirebon Prujakan-Prupuk-Purwokerto.

Juga ada KA Pasundan (KA 240) relasi dari Stasiun Kiaracondong-Kroya-Surabaya Gubeng menjadi Kiaracondong-Cikampek-Cirebon Prujakan-Prupuk-Kroya-Surabaya Gubeng.

Kemudian ada KA Kutojaya Selatan (KA 259) relasi dari Stasiun Kutoarjo-Kroya-Kiaracondong menjadi Kutoarjo-Kroya-Prupuk-Cirebon Prujakan-Cikampek-Kiaracondong dan KA Lodaya Pagi (KA 91) relasi dari Solobalapan-Kroya-Bandung menjadi Solobalapan-Kroya-Prupuk-Cirebon-Cikampek-Bandung.

Sementara, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengungkapkan terdapat dua KA dari Daop 8 Surabaya dengan tujuan Bandung yang akan dialihkan perjalanannya melalui jalur Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung.

"Sementara ini dua KA keberangkatan Daop 8 Surabaya tujuan Bandung yang dialihkan diantaranya KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng - Kiaracondong dan satu lagi KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng - Bandung," jelas Luqman dalam keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Jumat (5/1/2024).

 

Sejumlah Penumpang Surabaya Batalkan Perjalanan

Baca Juga: Diduga Mabuk dan Hampir Diamuk Massa, Pengemudi Mobil di Ponorogo Tabrak Emak-emak hingga Tewas

Sedangkan, imbas pengalihan dan kecelakaan, ada sejumlah penumpang KA Surabaya Gubeng-Bandung, langsung membatalkan perjalanannya. Mereka adalah penumpang yang berangkat sore dan malam.

“Karena sudah tahu, ada perubahan pola operasi dari perjalanan KA Mutiara Selatan dan KA Turangga mungkin itu bisa bertambah. Kalau ada penumpang yang tidak berkenan tetap kami lakukan proses pembatalan,” ujarnya ditemui di loket Stasiun Surabaya Gubeng, Jumat (5/1/2024) sore.

Diketahui, KA Mutiara Selatan relasi Surabaya-Bandung dengan okupansi 379 penumpang akan berangkat pukul 18.20 WIB. Sementara KA Turangga dengan 176 kursi terpesan akan berangkat pukul 20.00 WIB.

 

4 Orang Meninggal

Dalam kecelakaan ini PT KAI melaporkan ada empat korban meninggal dunia, yang terdiri dari masinis, asisten masinis, pramugara, dan Polsuska yang tengah bertugas.

Kemudian, sedikitnya 33 orang mengalami luka-luka dan dibawa ke empat rumah sakit terdekat yakni RSUD Cicalengka Rumah Sakit Edelweis, Rumah Sakit AMC, dan RS Santosa, untuk mendapat perawatan.

“Informasi korban yang terbaru itu sebanyak 33 korban terluka, kemudian yang meninggal ada empat orang,” kata Kombes Pol Ibrahim Tompo Kabid Humas Polda Jabar.

Mengenai korban kecelakaan yang meninggal dunia, dia mengatakan, jenazah dua orang di antaranya sudah dibawa ke RSUD Cicalengka.

Menurutnya, jenazah dua korban kecelakaan yang lain terjebak di dalam gerbong kereta dan petugas masih berusaha untuk mengevakuasinya.

Ibrahim memastikan empat korban kecelakaan kereta yang meninggal merupakan pegawai PT KAI, bukan penumpang kereta api.

Baca Juga: Tersenggol Truk, Mobil Xenia Ringsek Terjun Bebas ke Area Persawahan By Pass Mojokerto

“Untuk yang korban meninggal, ini baru dua yang dievakuasi, yaitu masinis dan asisten masinis KA Lokal Bandung,” katanya.

“Ada dua korban yang merupakan pegawai KAI saat ini belum bisa diidentifikasi,” tambahnya.

 

Dorong Evaluasi Ditjen Kereta Api

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendesak pemerintah melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), segera melakukan investigasi insiden tabrakan Kereta Api Turangga dengan Kereta Api lokal Bandung Raya.

Menurut Lasarus, tabrakan kereta api yang mengangkut ratusan penumpang itu terindikasi akibat kelalaian pengatur lintasan. Karena, kereta api bertabrakan di satu jalur perlintasan (single track).

“Ity lintasan single track, berarti ada kuat dugaan kelalaian pengatur lintasan. Perlu di lakukan investigasi segera, kuat dugaan human error,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Kemudian, politikus PDI Perjuangan itu mendorong evaluasi personel di Direktorat Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan. “Terutama evaluasi teknis pengaturan lintasan, dan evaluasi personel di lingkungan Direktorat Jenderal Perkerataapian,” tegasnya.

Sementara itu, Suryadi Jaya Purnama Anggota Komisi V DPR RI menyebut tabrakan kereta api pagi ini merupakan kecelakaan besar kedua dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Beberapa bulan lalu, legislator dari Fraksi PKS itu menyebut, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Semeru dan Kereta Api Argo Wilis, di daerah Yogyakarta.

Fraksi PKS memberikan peringatan keras supaya Pemerintah jangan terlalu jumawa dengan beroperasinya Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung. n erc/jk/ain/bd/cr4/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU