SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan perkara. Ada barang bukti uang yang ditemukan tim KPK.
"Ada ratusan juta," terang Fitroh, Jumat.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata bukan hanya menyasar kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Bambang Setyawan.
Juga disebut menyasar Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta, serta seorang juru sita.
Informasi ini disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Hery Supriyono, meski ia belum mengetahui detail duduk perkara.
Hery mengaku prihatin dan menyesalkan penangkapan tersebut, mengingat pimpinan pengadilan sudah berupaya mengingatkan jajaran agar menjaga integritas.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata bukan hanya menyasar kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Bambang Setyawan.
Operasi senyap itu disebut juga menyasar kepada Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta hingga juru sita.
"Info yang saya terima itu Wakil, Ketua dan Juru Sita, ada 3 orang (yang terjaring OTT)," kata Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Hery Supriyono saat mengunjungi PN Depok pada Jumat (6/2/2026).
KPK menyebut pihak yang kena OTT dari PN Depok ialah Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Pihak yang diamankan saat ini masih diperiksa intensif.
"Pihak-pihak yang diamankan sampai dengan sore ini masih terus dilakukan pemeriksaan secara intensif," ujar Budi.
KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah. KPK belum mengungkap uang itu diberi oleh siapa dan ditujukan kepada siapa.
Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan transaksi suap untuk memuluskan perkara sengketa lahan yang sedang bergulir di wilayah tersebut.
Fitroh Rohcahyanto hanya membenarkan ada kegiatan tangkap tangan di Depok yang menyasar penegak hukum.
"Memang benar ada penangkapan di wilayah Depok. APH," kata Fitroh.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu mengungkapkan ada perpindahan uang dari pihak swasta ke penegak hukum sehingga pihaknya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat.
Operasi senyap itu dilakukan KPK pada Kamis (5/2) sore hingga malam.
"Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan, nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan," ujar Asep di Gedung Merah Putih di Jakarta, Kamis malam.
"Tapi, yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya," sambungnya. n jk/rmc
Editor : Moch Ilham