Ada teman yang bertanya bagaimana berdoamu sesungguhnya?
Saya jujur, cara doa sehari-hari mengikuti firman Matius 7:7-11 : permintaan dalam doa harus dilakukan dengan ketekunan dan dalam kehendak Tuhan. Selain dilakukan terus menerus serta dalam segala keadaan.
Juga Matius 6:5 mengingatkan "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi . Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Matius 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Matius 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang di sorga Dikuduskanlah nama-Mu.
Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga. 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Matius 6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat . (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Matius 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Yang dimaksud "orang munafik" oleh Yesus adalah orang yang melakukan aktivitas agama demi mendapat perhatian atau pujian orang. Persepsi orang lain adalah tujuan aktivitas keagamaan yang dilakukan orang munafik. Oleh karena itu, bila orang munafik sudah mendapat pujian atas aktivitas yang mereka lakukan, Allah menganggap mereka sudah mendapat upah (6:2), sehingga Allah tidak mengapresiasi aktivitas mereka (6:1). Bagi orang munafik, aktivitas agama adalah pembayaran atas pemberian pujian dan persepsi orang yang ia terima.
Walaupun kita tidak sengaja melakukan aktivitas keagamaan seperti orang munafik, mungkin saja yang menjadi standar keberhasilan doa adalah penilaian dari orang lain. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham