KSOP Kalianget Diduga Bermain dalam Pendistribusian BBM dan Gas LPG di Pelabuhan TUKS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Pokmaswas Kec. Kalianget, Sarkawi saat gelar materi prihal Pendiatribusian BBM ilegal di Pelabuhan TUKS. SP/Ainur Rahman
Ketua Pokmaswas Kec. Kalianget, Sarkawi saat gelar materi prihal Pendiatribusian BBM ilegal di Pelabuhan TUKS. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep, Terus menuai persoalan, adanya pendistribusian BBM dan Gas LPG di pelabuhan TUKS yang keberadaannya masih diperkarakan di ranah hukum polres Kab. Sumenep.

Sarkawi, Pemerhati lingkungan dan Ketua Pokmaswas perikanan dan kelautan Kec. Kalianget, mengaku sangat prihatin dengan kebijakan pemerintah terhadap pengiriman bahan bakar minyak (BBM) berjenis solar tersebut.

" Semestinya pemerintah mengkaji ulang, perihal pengiriman BBM yang menggunakan perahu untuk wilayah kepulauan, dari banyak kejadian dan peristiwa yang notabene berisiko tinggi salah satunya kebakaran"

Terjadinya kebakaran di pelabuhan TUKS, kata Sarkawi, tidak hanya terjadi sekali, dua kali, tapi sudah sering terjadi, lalu bagaimana langkah KSOP Kalianget menyikapi hal tersebut, apalagi sambung Sarkawi, keberadaan TUKS itu berstatus Ilegal dan perkaranya masih berjalan di Polres Sumenep.

" Setiap terjadi kebakaran di pelabuhan TUKS tidak ada satupun yang berproses hukum, padahal dari beberapa kali kebakaran tersebut ada korban jiwa dan korban luka bakar"

Sarkawi menuding adanya pembiaran dari Syahbandar Kalianget dan memberikan akses untuk transaksi pengiriman BBM dan barang-barang ke kepulauan, tanpa berpikir resiko, seperti terjadinya kebakaran saat angkut BBM. Tegasnya

Selain itu, dikatakan Sarkawi, Transaksi pengiriman BBM bersubsidi di pelabuhan TUKS  tidak melibatkan pekerja yang ada di pelabuhan TUKS, jadi di setiap adanya transaksi bongkar muat di pelabuhan TUKS itu dikerjakan oleh pemilik BBM sendiri tanpa ada sangkut pautnya dengan pekerja pelabuhan TUKS tersebut. Tudingnya

Sedangkan, pengambilan retribusi  untuk perahu, kata dia, pihak  Syahbandar Kalianget menggunakan agen sebagai perpanjangan tangan untuk mengelabui modus gelapnya.

" Kepala Syahbandar selalu cari aman, jika terjadi sesuatu seperti kebakaran di laut, maka pihak Syahbandar dan Agen lepas tangan, ini pekerjaan licik yang dapat mengorbankan orang lain"

Jadi, sambungnya, terkait adanya pembiaran dan cuci tangan dalam retribusi yang dapat mencederai orang lain, tidak hanya itu,  pihaknya, akan melakukan pelaporan kepada Dirjen perhubungan laut agar memberikan teguran ke KSOP atau Syahbandar Kalianget.

" KSOP itu yang memberikan keleluasaan terhadap pengiriman BBM bersubsidi dan GAS LPG untuk kepulauan, terlepas menggunakan jasa orang lain atau siapapun yang namanya pelanggaran kode etik harus dilaporkan"

Ia menjelaskan, Di Kecamatan Kalianget ada banyak pelabuhan yang sah, salah satunya pelabuhan PT. Pelindo III, namun Syahbandar tetap melegalkan pelabuhan TUKS yang Ilegal itu menjadi legal. Buktinya, TUKS masih bermasalah secara hukum, pihak Syahbandar melegalkan pelabuhan tersebut.

"Saya hanya  meminta kepada pihak Syahbandar Kalianget, jika pengiriman barang berisiko tetap dilakukan, maka, pihak pelabuhan TUKS harus bertanggung jawab dengan konsekuensi hukumnya"

Untuk itu, sambungnya, Sarkawi meminta kepada KSOP atau Syahbandar Kalianget, untuk pengiriman BBM jenis apapun supaya tidak menggunakan  pelabuhan TUKS yang masih bermasalah secara hukum.

Jadi untuk sementara, kata Sarkawi, pengiriman Gas LPG maupun pendistribusian BBM Solar untuk kepulauan berikut transaksi bongkar muatnya di pelabuhan PT PELINDO III yang keberadaan  pelabuhan tersebut resmi untuk kepentingan masyarakat khususnya kepulauan. Pungkasnya

Sementara Kepala KSOP Kecamatan Kalianget, Taufik Rahman, belum bisa dimintai keterangannya, kata staffnya, yang bersangkutan sedang zoom Meeting tidak bisa diganggu. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…