Perceraian Ria Ricis Dianggap ‘Prank’, Kemal Palevi Tanggapi Guyonan: Part 1 Udah Tayang Belum?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komika, Kemal Palevi. SP/ Instagram @kemalpalevi
Komika, Kemal Palevi. SP/ Instagram @kemalpalevi

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Youtuber Ria Ricis resmi menggugat Teuku Ryan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Ditengah rasa sedihnya itu Ria Ricis juga turut kecewa. Pasalnya salah satu komika justru memberikan komentar pedas dan dianggap guyonan.

Hal itu diketahui pada Kamis (01/02/2024) artis sekaligus YouTuber Kemal mengunggah guyonan sebuah tweet dengan akun @kemalpalevi yang menggegerkan jagat maya.

"Vlog perceraian Ria Ricis part 1 udah tayang belum?," tulisnya, dilihat Jumat (02/02/2024).

Sontak tweet tersebut telah mendapat tayangan sebanyak 3,3 juta tayagan, 1.924 retweet, 788 kutipan, dan lebih dari 15 ribu suka. Cuitan sang komika itu pun langsung dibalas oleh Ria Ricis. Adik Oki Setiana Dewi itu membalas dengan santai sindiran dari Kemal Palevi.

"Kalau hidup kalian bahagia, alhamdulillah. Semoga ini tidak terjadi dikalian,aamiin. Makasi kemal, Bahagia selalu," balas ibu satu anak itu.

Selain itu, di lini TikTok, Ria Ricis juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap komentar dari Kemal Palevi.

"Org kok jahat2 bng padahal kenal di ig follow2an hehe," komentar Ria Ricis.

Disisi lain, Cuitan Kemal Palevi tersebut menuai pro dan kontra pengguna X. Sebagian menilai, cuitan sang YouTuber merupakan reaksi wajar mengingat Ricis selalu mengumbar kehidupan pribadinya di media sosial.

“Sehari kemudian muncul konten ‘Kami rujuk’,” kata akun @**ngon** membalas cuitan sang YouTuber. Komentar senada diungkapkan @smo***iesjoy*e* yang menuliskan, “Takut kena prank lagi (sama Ria Ricis). 

Akun @b***mmn menambahkan, “Sepertinya enggak ada part-partan deh. Mau dibikin trailer doang. Full version-nya ada di bioskop kesayangan Anda.”

Sebagai informasi, Ria Ricis diketahui telah menggugat Teuku Ryan pada Selasa (30/01/2024) di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Ia dikabarkan menuntut 3 point' utama yaitu cerai, nafkah, dan hak asuh anak. jk-05/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…