AHY Jabat Menteri ATR, Aktor Dirty Vote Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi?

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Rabu, 21 Feb 2024 19:15 WIB

AHY Jabat Menteri ATR, Aktor Dirty Vote Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi?

i

Acara nobar dan diskusi film Dirty Vote di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Rabu, (21/2/2024). SP/Aini

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemeran film atau aktor dari film Dirty Vote, Feri Amsari turut mengomentari terkait atas dilantiknya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN), pada Rabu, (21/2/2024).

Ia menyebut pelantikan AHY ini dinilai menjadi bukti bagi-bagi kekuasaan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dengan gaya sarkas-nya, Feri mengaku berterima kasih kepada ayah dari Gibran Rakabuming Raka, selaku cawapres nomor urut 02.

Baca Juga: Pengacara Prabowo Klaim, Jokowi Netral dalam Pemilu 2024

"Terima kasih pak Jokowi, akhirnya Pak AHY jadi menteri," kata Feri, sembari tertawa kecil, dihadapan awak media usai menghadiri acara nobar dan diskusi film Dirty Vote di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Rabu, (21/2/2024).

Sebelumnya, saat diskusi bersama para audiens, Pakar Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang ini sempat menganalogikan, bahwa teori gentong babi politik yang dibahas di Film Dirty Vote. Dengan adanya pelantikan AHY, tentunya secara tidak langsung membuktikan teori tersebut.

Seperti yang diketahui, anak dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu telah mati-matian mendukung Paslon Prabowo-Gibran pada pilres kemarin, dengan membawa Partai Demokrat masuk ke Koalisi Indonesia Maju.

Baca Juga: Jokowi tak Mau Berkomentar Dituding Intervensi Dibalik Pencalonan Gibran

Ibarat sebagai balas budi, hari ini, terbukti Jokowi mempersembahkan posisi Menteri ATR/BPN ke AHY.

"Semua nantinya akan disogok dengan gentong babi politik, kami sudah jelaskan di film," ungkap aktivis yang giat memperjuangkan demokrasi di Indonesia ini.

Baca Juga: Dugaan Nepotisme Jokowi 'Dijlentrekkan' di Gedung MK

Bahkan menurutnya, demi melenggangkan langkah Paslon nomor urut 2, tidak hanya menteri yang disogok dengan kekuasaan, hingga kepala desa pun juga terintimidasi dari pusat.

"Jangankan menteri, partai politik, PNS, kepala desa, semua disogok untuk kepentingan politik" pungkasnya. ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU