Cegah Stunting, KKP Ajak Makan Ikan Bersama Ribuan Santri Sunan Drajat

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Budi Sulistiyo, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan KKP RI, saat menikmati makan pagi dengan menu ikan laut bersama santri PPSD. SP/MUHAJIRIN
Budi Sulistiyo, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan KKP RI, saat menikmati makan pagi dengan menu ikan laut bersama santri PPSD. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyiapkan generasi emas dan unggul, salah satunya memastikan ketercukupan konsumsi ikan, seperti yang ditunjukan dalam kegiatan makan ikan laut bersama ribuan santri

Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), Banjaranyar Paciran Lamongan, Jum'at (23/2/2024).

Karuan saja, makan ikan sekaligus sarapan pagi yang dipusatkan di Kosma (Tempat makan red), disambut suka cita oleh ribuan santri PPSD, apalagi kegiatan ini dilakukan di saat hari Jum'at, menjadi hari  libur kegiatan, baik mengaji maupun bersekolah. "Senang bisa makan ikan laut bersama dengan teman-teman lainnya, makanannya enak," kata Baha salah satu santri putra.

Yang spesial lagi makan ikan laut jenis Layang ini, DR. Budi Sulistiyo MSc, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan KKP RI, dan KH. Abdul Ghofur pengasuh PPSD, berbaur jadi satu bersama dengan ribuan santri.

Hasbullah salah satu ustadz yang selalu mendampingi KH. Abdul Ghofur pengasuh PPSD kepada surabayapagi.com mengaku ikut senang dengan program gemar makan ikan yang dikampanyekan oleh KKP ini. "Ini program yang sangat bermanfaat, karena bisa menambah protein dan gizi para santri saat mengkonsumsi ikan laut," terangnya.

Kegiatan makan ikan ini tambah Hasbullah, digelar dua kali dalam satu hari. Makan ikan pada pagi nya bersama ribuan santri putra, dan sore nya bersama santri putri. "Karena mengingat banyaknya santri, akhirnya kegiatan makan ikan dibagi dua gelombang, untuk santri putra pagi hari, santri putri sore hari," ungkapnya.

Prof. DR. KH. Abdul Ghofur dalam kesempatan itu, mengaku bersyukur dan cukup senang, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut peduli dengan memperhatikan kecukupan gizi pada santri. 

"Tentu kami mengucapkan terima kasih dengan kegiatan yang digelar pagi hari ini, kami tidak bisa membalas apa-apa, saya hanya bisa berdoa semoga Pak Dirjen senantiasa diberikan kesehatan, agar bisa mengabdikan diri untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat khususnya santri dan pondok pesantren," kata kiai Ghofur dalam sambutannya.

DR. Budi Sulistiyo MSc, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI mengatakan, kegiatan makan ikan ini digelar dengan tujuan  untuk meningkatkan konsumsi ikan, mengkampanyekan manfaat akan kandungan protein dan gizi pada ikan, dan pencegahan atau mengurangi stunting.

"Pencegahan stunting itu salah satunya adalah dengan gemar mengkonsumsi ikan laut, ini yang akan terus kami kampanyekan  agar bisa mengurangi angka stunting di Indonesia, dan hari ini kami sediakan untuk santri PPSD 5 ton ikan layang," jelasnya.

Selain itu kata Budi panggilan akrabnya, makan ikan dan mengkonsumsi ikan secara rutin bisa membantu meningkatkan ekonomi para nelayan, karena hasil tangkapan nelayan bisa dikonsumsi rutin baik untuk rumahan atau kuliner.

Untuk ikan kecil-kecil yang biasa tidak dikonsumsi, pihak KKP mendorong agar ikan itu digunakan untuk produksi olahan menjadi tepung, karena ikan laut jenis apapun nilai protein nya cukup tinggi. "Hitungannya kalau 1 kg ikan kalau diolah campuran tepung menjadi kurang lebih 1 on, jadi kalau kita makan kue onde-onde yang terbuat dari tepung itu sudah mengandung protein yang cukup tinggi, seperti kita makan ikan," ujarnya.

"Di wilayah Lamongan Pantura ini hasil tangkap ikan cukup besar, kita dorong terus para santri dan anak-anak pada umumnya untuk gemar makan ikan laut, karena itu salah satunya bisa meningkatkan kecerdasan," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …