Paska Banjir Terbitlah Gunungan Sampah di Terminal Purabaya

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas mulai membersihkan gunungan sampah di Terminal Purabaya. SP/Aini
Petugas mulai membersihkan gunungan sampah di Terminal Purabaya. SP/Aini

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Belakang Terminal Purabaya, terdapat gunungan sampah di setinggi orang dewasa, serta seluas kurang lebih 100 meteran. 

Hasil Pantauan Surabaya Pagi langsung di lokasi, gunungan sampah ini terletak pada posisi di belakang parkir bus, tepatnya di jalan perlintasan bus menuju pintu keluar.

Akibat gunungan sampah ini, hanya setengah jalan saja yang bisa digunakan untuk perlintasan bus. Sedangkan, aroma khas sampahnya sangat menyengat hingga tempat bus antar kota dan provinsi. 

Menurut, Umi, panggilan akrab salah satu penjual kios makanan, yang berada tepat di samping tempat pembuang sampah sementara (TPS) itu mengeluhkan gunungan sampah itu. 

"Sudah hampir mau 3 bulanan ini, sampahnya tiap hari diambilin sama truk. Tapi truknya itu kecil, jadi kalau nggak muat ya ditinggal disini, jadinya makin lama makin tinggi (sampahnya)," ujar Umi, saat ditemui Surabaya Pagi, di warungnya di Bungurasih, Sidoarjo, Jumat, (23/2/2024).

Bahkan Umi mengaku aroma sampah tiap hari kian menyengat, sehingga membuatnya kehilangan nafsu makan. "Aduh mbak ambune (baunya). Sampai ilang nafsu manganku (sampai hilang nafsu makanku)," seloroknya sembari tertawa kecil.

Ia juga menceritakan, ketika hujan datang kerap banjir dan membuat beberapa sampah tersebut terbawa arus hingga berpindah ke lain tempat. Bahkan hewan-hewan kecil seperti belatung, cacing, maupun kecoak juga turut naik kepermukaan.

"Kalau pas banjir, ini sampah yang kecil-kecil itu kebawa air sampai kesana. Terus set (belatung) itu naik semua sampai kesini (warung/kios). Sudah saya siram pakai air panas tapi masih banyak yang muncul," keluh perempuan berusia 40 tahunan tersebut.

Selain itu, berada di tempat yang sama, Nur Qomari, petugas kebersihan sampah di lokasi itu, turut berkeluh kesah bahwa gunungan sampah ini, tidak hanya dari lingkungan Terminal Purabaya, tapi juga berasal dari warga kelurahan Bungurasih setempat.

"Ini kebanyakan dari (sampah warga) Bungurasih ada beberapa RW yang buang disini. Jadi ada petugas yang ambil sampah di warga, seperti saya ini. Setelah itu, gerobak yang penuh sampah seperti itu (sambil menunjuk gerobak sampah), seharusnya langsung dibawa sama truk dari pemkab. 

"Tapi sekarang truknya itu kecil, tidak sebesar sebelum-sebelumnya. Jadi kalau nggak muat, ya itu sampahnya ditinggal. Itu yang membuat makin lama makin membludak," terang pria yang sudah bekerja di TPS itu sejak 10 tahun silam. 

Sementara itu, pengguna terminal yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku terganggu dengan bau sampah yang menyengat membuatnya pusing dan mual. "Baunya bikin mual, pusing juga," ungkapnya.

Pada waktu sama, secara tiba-tiba terpantau pihak pengelola Terminal Purabaya, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tampak datang bersama rombongan tepat pukul 14.30 WIB.

Dengan menggunakan mobil bertulisan Dishub Jatim itu, terlihat kurang 5-6 petugas, tampak  membawa cairan kemudian melakukan penyemprotan dibeberapa sisi gunungan sampah tersebut. 

Terpisah dengan rombongan, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Purabaya, Ahmad Badik, turut meninjau langsung lokasi gunungan sampah tersebut.

Badik juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna terminal atas ketidaknyamanan terkait sampah ini.

"Kami sampaikan mohon maaf kepada pengguna jasa terminal (Purabaya) mungkin beberapa hari ini ada kejadian yang membuat kurang nyaman sebelumnya ada kejadian banjir. Dan yang kedua ini masalah sampah," ujarnya kepada Surabaya Pagi.

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan perencanaan untuk membersihkan TPS tersebut. Namun, terkendala oleh banjir beberapa waktu lalu sehingga tertunda.

"Sebenarnya kita sudah rencanakan, dan segera kami laksanakan untuk pembersihannya, tapi karena masih terkendala banjir. Jadi kami fokus itu," papar Badik.

Sementara Untuk penyelesaian sampah sendiri, ia mengaku sudah koordinasikan dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo selaku yang berwenang terhadap sampah tersebut. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan DLH, dan kami sudah disupport penuh dari DLH. Hari ini kami lakukan penyemprotan eco lindi dan itu juga di support untuk mengurangi polusi atau bau sampah sebelum kita lakukan clean up / pembersihan," terangnya.

Ketika ditanya terkait asal gunungan sampah itu, ia menyebut jika sampah-sampah tersebut tidak hanya dari lingkungan terminal Purabaya. Justru lebih banyak dari warga sekitar Bungurasih. 

"Iya memang warga sekitar, buang sampahnya sini. Kalau sampah terminal mungkin tidak akan sebanyak ini," jelasnya. 

Sebelumnya, Badik memaparkan kalau sudah pernah melakukan pembersihan pada bulan November 2023 silam. "Sebelumnya kami sudah bantu pembersihan. Itu pada bulan November tahun kemarin ini," paparnya.

Proses pembersihan selanjutnya, pihaknya akan menjadwalkan pada Rabu dan Kamis (28-29 Februari 2024) depan. "Kemungkinan di hari Rabu dan Kamis. Rencananya kami akan datangkan sekitar 50 truk," ungkapnya.

Setelah pembersihan ini, Badik berharap sampah di lokasi tersebut bisa diolah bersama warga sekitar dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dengan yang tidak.

"Setelah melakukan clean up, kami akan mengandeng masyarakat sekitar untuk membantu ikut serta dalam penanganan sampah ini secara berkelanjutan. Bukan hanya memindah, tapi membuat sampah ini bisa lebih produktif," pungkasnya. Ain

Berita Terbaru

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun…

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pasar Takjil Ramadhan kembali hadir menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 di Pasar Rakyat Ketidur, Kecamatan Prajurit…

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Destinasi wisata Sumber Takir, yang merupakan sebuah pemandian alami yang terletak di Dusun Krajan Barat, Desa Jokarto, Kecamatan…

Suasana Sejuk Pemandian Selokambang di Lumajang Jadi Spot Favorit Liburan Keluarga

Suasana Sejuk Pemandian Selokambang di Lumajang Jadi Spot Favorit Liburan Keluarga

Minggu, 22 Feb 2026 14:54 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemandian Selokambang yang terletak di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyimpan keindahan…

Bumi Perkemahan Glagaharum Bakal Jadi Wisata Baru di Lereng Gunung Semeru Lumajang

Bumi Perkemahan Glagaharum Bakal Jadi Wisata Baru di Lereng Gunung Semeru Lumajang

Minggu, 22 Feb 2026 14:47 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumjang - Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang tengah menyiapkan Bumi Perkemahan Glagaharum seluas sekitar 10 hektare yang berada…

Solenoid Transmisi Bermasalah, Lexus Recall LX500d dan LX600 di Pasar Australia

Solenoid Transmisi Bermasalah, Lexus Recall LX500d dan LX600 di Pasar Australia

Minggu, 22 Feb 2026 14:26 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Merek kendaraan mewah, Lexus baru-baru ini menarik kembali atau recall model LX500d dan LX600 di Australia, lantaran adanya masalah…