Riwayat Pasien DBD Meninggal di Jombang, Dua Kali Terinfeksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA PAGI, Jombang -  Pasien anak-anak yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD), memiliki riwayat pernah menjadi pasien DBD pada tahun 2023 lalu.

"Kalau dari riwayatnya dia (K) ini sudah pernah, terkena (DBD) dan dirawat di sini, kira-kira setahun yang lalu. Jadi pernah kena demam berdarah juga, memang beresiko kalau sudah serangan kedua memang agak berat," kata Direktur RSUD Jombang, dr Ma'murotus Sa'diyah, Sabtu (24/2/2024).

Menurutnya, sebelum meninggal K (8), sempat menjalani perawatan di RSUD Jombang dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 23 Februari 2024 sekira pukul 22.00 WIB.

Saat dirujuk ke RSUD Jombang dari rumah sakit lain pada Jumat 22 Februari 2024 sekira pukul 16.00 WIB, kondisi pasien anak ini sudah sangat buruk.

"Rata-rata pasien infeksi virus dengue (IVD) atau DBD yang meninggal dunia. Saat dibawa ke RSUD Jombang sudah dalam kondisi dengue sock sindrom, DHF great 3. Dimana kondisi pasien yang dirujuk ini sudah dalam kondisi sudah agak berat," jelas Ma'murotus Sa'diyah.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut, pihaknya mengaku tengah menyiapkan sejumlah persiapan pelayanan di rumah sakit plat merah itu.

"Karena kebanyakan pasien demam berdarah usianya kebanyakan anak-anak, untuk itu kita nambah 12 bed, dan untuk ICU kita nambah 40 tempat tidur," ujarnya.

Waspada DBD, Masyarakat Diminta Gencar PSN

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat hingga Sabtu 24 Februari 2024 dari ratusan kasus infeksi virus dengue (IVD), 5 orang pasien positif demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Syaiful Anwar, mengatakan kasus IVD tahun ini tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu sebanyak 130 kasus, sedangkan tahun 2022 sebanyak 117 kasus.

"Dari 331 kasus IVD tersebar di semua Kecamatan di Jombang, untuk pasien DBD yang meninggal ada di wilayah Kecamatam Sumobito, Peterongan, Mojoagung dan Jombang," jelasnya, Kamis (22/2/2024).

Diungkapkan Syaiful, melonjaknya kasus IVD yang meliputi demam berdarah dengue (DBD), demam dengue (DD) serta suspek demam dengue tersebut terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya, meningkatnya aktifitas nyamuk Aedes Aegypti penyebab virus dengue saat musim hujan, kemudian rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri.

"Itu menjadi tanggung jawab kita semua, baik Dinkes maupun masyarakat secara umum untuk lebih meningkatkan kesadaran PSN. Yang jelas angka bebas jentik nyamuk masih di bawah 90 persen. 10 persen inilah yang menyebabkan melonjaknya kasus IVD, dan ini menjadi dasar kami untuk lebih mengoptimalkan PSN," kata Syaiful.

Selanjutnya, masih perlunya peningkatan perilaku pola hidup bersih dan sehat masyarakat. "Ini menjadi tugas berat kami, dalam melakukan pembinaan dan pendampingan di masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat," tuturnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya masing-masing, sebagai upaya pencegahan.sar

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…