Antisipasi Beras Mahal, Pedagang Warteg Kurangi Porsi Nasi ke Pelanggan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pelanggan sedang menikmati sajian menu di Warteg. SP/ JKT
Ilustrasi. Pelanggan sedang menikmati sajian menu di Warteg. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mengantisipasi maraknya harga beras yang kian melonjak hingga Rp 18.000 per kilogram juga berimbas ke para pedagang warteg, meski harga tiap porsinya tidak dinaikkan, namun porsi nasi ke pelanggan mulai dikurangi.

Salah satu pemilik usaha warteg di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Siti mengaku, telah melakukan pengurangan porsi nasi selama lebih dari 10 hari terakhir. Ia mengatakan, kenaikan harga beras berdampak untuk usaha yang ditekuni selama lebih dari 10 tahun terakhir.

"Sangat berpengaruh (kenaikan harga beras), apalagi sekarang yang lain-lain juga ikut naik semua. Jadi, saya mau bagaimana lagi? Mengurangi porsi nasi, karena kalau menaikkan harga enggak mungkin, pelanggan bisa lari," ujarnya, Rabu (28/02/2024).

Sedangkan menurut Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni, kenaikan beras tahun ini merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah. Naiknya harga beras dikeluhkan pelaku usaha warteg.

"Dampaknya pertama biaya. Karena eras ini sebagai bahan pokok di warteg," ujar Mukroni.

Sehingga dengan naiknya harga beras, kata Mukroni, mengurangi margin keuntungan bagi pelaku usaha warteg. Namun, mereka juga enggan menaikkan harga makan, lantaran takut ditinggal pelanggan.

"Kalau kita naikan (harga), pelanggan malah hengkang atau menjauh dari warung kita," tambah Mukroni.

Menyiasati kondisi tersebut, para pelaku usaha warteg menyiasati dengan mengurangi porsi nasi. Dia berharap para pelanggan warteg memaklumi hal tersebut. Meski ada banyak keluhan terkait beras yang digunakan saat ini bukan asli tanam di Indonesia.

"Kita mengurangi porsi yang tadinya lumayan memberikan nasi. Kita kurangi karena beras naik harga. Pelanggan mengerti lah. Ya ada juga yang protes nasinya dikit. Tapi sebagian pelanggan sudah tahu," kata Mukroni.

"Pelanggan ini dengan warteg sudah merasa enak, karena kita pakai beras dalam negeri. Mungkin kita punya lahan sawah yang subur itu lebih gurih ketimbang impor," ucap Mukroni.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia mengatakan, kenaikan harga beras tahun ini mencapai 20% lebih dibandingkan tahun lalu, dari Rp 14.000 ke Rp 18.000 per kilogram.

Pihaknya mendorong kepada pemerintah untuk menggenjot produksi beras. Kemudian, subsidi digelontorkan, subsidi pupuk juga diperbesar anggarannya dan skalanya diperluas sehingga produksinya lebih besar.

Lebih lanjut, kenaikan harga beras memiliki dua sisi. Di satu sisi, kenaikan ini menguntungkan petani. Namun, disisi lain, hal ini membuat masyarakat, khususnya konsumen, mengalami kesulitan. Jika dibiarkan, kenaikan harga beras akan menyebabkan inflasi dan berdampak pada harga pangan lainnya. jk-01/dsy 

Berita Terbaru

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…