Angka Golput di Jatim Turun Dibandingkan dari Pemilu Sebelumnya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 12 Mar 2024 19:24 WIB

Angka Golput di Jatim Turun Dibandingkan dari Pemilu Sebelumnya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hasil rekapitulasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) pada Pemilu 2024 menunjukan angka golput di Jatim turun dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Angka golput di Jatim pada pemilu kali ini hanya 16%.

Hal itu ditegaskan Komisioner KPU Jawa Timur, Nur Salam. Ia menyatakan jika dibandingkan dengan pemilu 2019 kemarin, angka golput di Jatim saat ini menurun drastis.

Baca Juga: 16,7 Juta Warga Jatim Sumbangkan Suara untuk Kemenangan Prabowo-Gibran

Jika dibandingkan pada Pemilu 2019,  angka partisipasi masyarakat hanya mencapai angka 82%, sedangkan pada Pemilu 2024 partisipasi masyarakat mencapai 84,5%.

Nur Salam mengatakan KPU Jatim sebelumnya sudah memberikan berbagai fasilitas pada Pemilu 2024 untuk menekan angka golput. KPU Jatim sudah memfasilitasi pemungutan suara di berbagai lokasi khusus, seperti rumah sakit, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan.

"Kalau dibandingkan 2019, angka golput sekarang menurun. Angka golput sekarang 16%, sedangkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 mencapai  84%," ungkap Nur Salam, Selasa (12/3/2024).

Menurut Nur Salam, penyebab golput di Jatim ada berbagai macam, di antaranya kurang tertariknya pada hal politik. Namun,  data KPU Jawa Timur menunjukkan partisipasi masyarakat mencapai 84,5%, artinya animo masyarakat Jatim untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) cukup besar.

Hal ini menunjukkan kesadaran berpolitik masyarakat untuk menyalurkan hak konstitusinya lebih tinggi.

Kontribusi paling tertinggi dalam partisipasi masyarakat di Pemilu 2024 ialah di Mojokerto yang mencapai 87%.

Sementara itu, Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka mendapat suara 65,19 persen. 

Ketua TKD Jawa Timur, Boedi Prijo Suprayitno mengatakan, perolehan suara dukungan Paslon 02, Prabowo-gibran di Jawa Timur berhasil mencapai target yang telah ditentukan pada bulan Desember 2023. Saat itu, TKD Jatim menarget suara 65 Persen. 

Baca Juga: Krisdayanti Gagal Ikuti Arzeti, Ahmad Dhani dan Crazy Rich Surabaya Lolos

"Kami tentu sangat bersyukur, bahwa capaian suara yang melebihi 16,7 juta suara untuk Prabowo-Gibran di Jatim ini adalah bukti kerja keras dari seluruh elemen dan tentunya atas izin Allah. Angka ini secara kumulatif sangatlah besar, bahkan bila dibandingkan dengan provinsi lain secara kumulatif Jatim tertinggi se Indonesia dengan 16.7 juta suara per provinsi," ujar Boedi

Menurutnya, Khofifah effect menjadi faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Sebab, Khofifah mengalirkan dukungan muslimat NU, emak-emak, pedagang pasar guru paud, guru TK dan kiai besar di Jatim agar turut mendukung Paslon 02.

"Dominasi arus besar Khofifah effect adalah sejak Khofifah menyatakan mau menjadi Jurkamnas dan dewan pengarah TKN, gelombang besar dukungan kiai dengan massa jutaan muncul," jelas dia. 

Kiai besar tersebut di antaranya, KH Fuad Noerhasan, pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan, KH Anwar Iskandar, PP Al Amin Kediri, KH Anwar Manshur, pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Agoes Ali Masyhuri, PP Bumi Solawat, disusul dukungan bupati Gresik, Sidoarjo dan sebagainya.

Perolehan suara dukungan sebanyak 16.716.967 suara atau 65,19 persen adalah juga sebagai bukti harapan masyarakat Jawa Timur kepada Paslon Prabowo-Gibran untuk menjadi Presiden RI 2024-2029. Hasil resmi dari rekapitulasi KPU Jatim itu melebihi hasil survei dari berbagai lembaga penelitian, dan membuktikan besarnya harapan rakyat tersebut. 

Baca Juga: Seleksi Ketat Awali Pendaftaran Calon Anggota KPU 36 Kab/Kota se-Jatim

"Dukungan semua alim ulama, kiai, tokoh masyarakat, pemuda, emak-emak, petani, nelayan, masyarakat hutan, pekerja dan buruh, pekerja seni, pedagang pasar dan kaki lima, pengusaha, profesional, dan semua kelompok masyarakat menjadi kunci kemenangan," ujar Boedi. 

Terpisah, Sekretaris TKD Jatim, Indra Nur Fauzi, mewakili dalam kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Serentak Tahun 2024 menyampaikan beberapa faktor yang menjadi kunci kesuksesan TKD Jatim.

"Kolaborasi, kerja sama, kemitraan, komunikasi yang baik dengan teman-teman media, serta strategi kampanye damai, ajakan positif, dan menghindari berbagai cara-cara negatif menjadi strategi efektif menangkal berbagai negative dan black campaign yang banyak diarahkan ke Paslon 02, juga menambah dukungan," ujar Indra.

Indra juga mengucapkan atas nama TKD Jawa Timur pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Jawa Timur yang telah mendukung Prabowo-Gibran. 

"Hasil rekapitulasi KPU Jatim menjelang ibadah Ramadan sekaligus sebagai momentum menjaga damai, guyub rukun antar sesama anak bangsa di Jatim dan semua sudut negeri," pungkasnya. 

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU