Fadhilah Ramadhan (1): Bahasa Hati

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Saat bulan Ramadhan, saya diajarkan untuk menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain. Khususnya dalam melakukan interaksi sosial. Dan kedudukannya ikut mempengaruhi kualitas ibadah dan merupakan ciri keimanan.

Berpuasa tetapi tidak menjaga lisannya tidak mendapat nilai dari puasanya, sesuai hadits Rasulullah saw yang artinya “Orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dusta, maka tak ada hajat bagi Allah untuk menilai ibadah puasanya, meskipun ia bersusah payah menjauhi makanan dan minuman.

Kebiasaan itu, saya ganti berbicara dengan hati . Intinya, berbicara secara jujur, ikhlas, dan penuh kasih sayang.

Menurut penelitian, 96 persen orang dewasa mengaku bahwa mereka berdialog dengan dirinya sendiri di dalam hati .

Dan cuma 30-50 persen orang yang bisa ngomong dalam hati. sebutan lainnya inner monolog. dan biasanya satu sama lain saling nggak sadar. jadi yang bisa inner monolog nggak tahu kalau di dunia.

Hati memiliki bahasa, atau sering disebut sebagai bahasa hati. Sementara itu, berbicara dengan akal, artinya adalah menyampaikan sesuatu dengan menggunakan logika, perhitungan, dan atau alasan-alasan yang dianggap masuk akal.

Hati selalu halus, lembut, dan tidak pernah bohong. Hati selalu jujur sehingga menyampaikan sesuatu apa adanya. Berbicara dengan hati artinya berbicara secara jujur, ikhlas, dan penuh kasih sayang. Hati yang dunaksudkan itu sebenarnya bukan yang bersifat fisik, atau orang menyebutnya limpa, tetapi adalah apa yang ada di dalam hati itu, yaitu ruh. Oleh karena ruh itu ditiupkan oleh Dzat Yang Maha Kuasa, Allah swt., maka memiliki sifat mulia, sebagaimana sifatnya nabi, yaitu siddiq, amanah, tablih dan fathonah.

Tatkala beberapa orang berbicara dari hati ke hati, maka biasanya diliputi oleh suasana teduh, terjauh dari hiruk pikuk, tidak ada pihak yang berusaha untuk menang, dan mendapatkan untung sendiri. Selain itu, orang lain tidak merasa terganggu atau dirugikan. Berbicara dari hati ke hati biasanya masing-masing pihak saling menjaga harga diri dan kehormatannya. Melalui berbicara dari hati ke hati pula, semua berharap memperoleh penyelesaian atas persoalan yang dirasakan sebagai milik bersama dan akhirnya dihasilkan kedamaian.

Berbicara dari hati ke hati antar dua pihak atau lebih, di antara mereka yang berkepentingan biasanya tidak dilakukan di sembarang tempat dan atau juga sembarang waktu. Orang tua-tua dahulu, membicarakan sesuatu yang dianggap penting sehingga harus dilakukan dari hati ke hati, biasanya memilih waktu di malam hari.

Sementara orang menyebutnya, menunggu sepi dari dedaunan jatuh. Pada suasana yang demikian itu, pembicaraan menjadi tenang dan jernih. Berbagai hal yang menjadi problem dipahami bersama, lalu dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama. Pembicaraan dari hati ke hati, biasanya tidak memerlukan penengah dan juga tidak akan ada pihak yang menang dan juga sebaliknya, yang kalah. Semua diharapkan menjadi pemenang. ([email protected])

 

Oleh:

Hj. Lordna Putri

Berita Terbaru

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan dalam rangka menentukan langkah penyelesaian proyek…

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri memberikan penjelasan berkaitan dengan masalah fasilitas umum…

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Dugaan penyelewengan aset hibah terus berlanjut, bangunan SD Negeri Tiron 3 yang merupakan aset hibah pemerintah Kabupaten Madiun dib…

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Setelah dilakukan pemeriksaan P warga Desa mBoro Kec.Selorerjo Kabupaten Blitar, yang telah membunuh SN istrinya, dengan beberapa…

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- ‎Sebuah foto jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di RT 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, viral di media s…

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho, S.E, yang juga politisi PDI Perjuangan ini, berjibaku menggerakkan kaum…