Pengurus RW dan Takmir Masjid Enggan Laporkan Pelaku Penggelapan Uang Infaq Rp189 Juta

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masjid Annur di Kompleks Perumahan Green Hill, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. SP/Grs
Masjid Annur di Kompleks Perumahan Green Hill, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kasus dugaan penggelapan uang takmir Masjid Annur, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik sebesar Rp189 juta sampai kini masih belum menemukan titik terang. Padahal sebelumnya para pihak yang terkait telah bersepakat akan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika pada 10 Maret 2023 uang yang digelapkan belum juga dikembalikan.

Informasi terakhir menyebutkan jika pihak-pihak terkait seperti pengurus takmir masjid, RW dan RT setempat membuat semacam forum warga yang ditugaskan untuk menyelesaikan sengkarut keuangan masjid. 

Seorang tokoh masyarakat setempat menilai keputusan pengurus RW dan takmir masjid untuk membentuk forum baru untuk menuntaskan persoalan keuangan masjid tersebut adalah tindakan muspro. "Aneh rasanya mereka yang memiliki masalah kok malah menugaskan pihak lain untuk menyelesaikan problemnya," katanya dengan meminta namanya tidak ditulis, Kamis (14/3).

Dalam forum rapat pengurus RW, RT dan takmir masjid pada 7 Maret 2024 bertempat di Masjid Annur diputuskan bahwa pengurus takmir lama akan melapor ke kepolisian bila oknum yang membawa uang infaq masjid belum juga mengembalikan. 

"Putusan itu janggal sekali karena gak masuk di akal sehat. Mana mungkin maling lapor maling. Oknum malingnya ada di kepengurusan takmir lama, lantas pengurus lama disuruh lapor polisi. Logika warasnya dimana?" ungkapnya dengan nada keras.

Dia melanjutkan, lagi pula saat ini yang namanya pengurus lama tidak lagi punya kelembagaan karena sudah diserahkan ke kepengurusan baru, sehingga mereka tidak punya lagi legal standing untuk melapor ke kepolisian.

"Jadi suka atau tidak suka ya pengurus saat ini bersama RW setempat yang paling berhak melaporkan kejadian tindak pidana penggelapan yang terjadi di Masjid Annur, titik," tambahnya.

Masih menurutnya, sehingga pengurus takmir masjid tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya dalam penyelesaian untuk mengembalikan uang masjid yang hilang. "Jangan karena uang yang digelapkan terjadi pada kepengurusan takmir lama lalu takmir baru lepas dari tanggung jawab. Karena setiap kepengurusan itu berkelanjutan, termasuk tanggung jawab yang diembannya," jelasnya lagi.

Kalau sebuah kepengurusan hanya mau melanjutkan yang enak-enak saja tanpa mau melanjutkan urusan "pahit" kepengurusan lama, anak kecil pun bisa.

"Gak sanggup ambil alih tanggungjawab pengurus lama ya mending kibarkan bendera putih saja," ucap tokoh masyarakat, itu agak sengit.

Sementara itu Ketua RT 1 RW 4 Desa Sekarkurung, Masduki tak menampik kalau karut marut keuangan masjid di wilayahnya belum juga tuntas. "Tuntas bagaimana kalau pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap kondisi lingkungan justru tidak mau tampil terdepan untuk menyelesaikan persoalan ini," tandasnya.

Masduki berharap Ketua RW dan perangkatnya plus pengurus masjid yang baru tampil ke depan dengan gagah untuk menuntaskan persoalan ini. Tujuannya agar masyarakat, khususnya warga di wilayah RW 4 bisa tenang dan khusyuk menjalankan ibadah di Masjid Annur. 

"Kalau pelaku yang diduga menggelapkan uang masjid sudah tidak sanggup lagi mengembalikan ya bawa segera persoalan ini ke polisi, karena perbuatan ini murni kejahatan. Biar pihak kepolisian yang menuntaskannya," ucap Masduki menyarankan.

Sebagai penanggung jawab lingkungan, pihak RW bersama pengurus takmir masjid sudah seharusnya terdepan membawa persoalan ini ke ranah hukum  agar kondusifitas lingkungan tetap terjaga dengan baik. grs

Berita Terbaru

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan di Perumahan Pondok Mutiara, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, memicu sorotan tajam publik. P…

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan…

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…