Berkat Khofifah Effect, Ning Lia Raih Suara Terbanyak untuk Debutan Senator Perempuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lia Istifhama, keponakan Khofifah Indar Parawansa yang berhasil lolos menjadi senator periode 2024-2029.
Lia Istifhama, keponakan Khofifah Indar Parawansa yang berhasil lolos menjadi senator periode 2024-2029.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dari hasil rekapitulasi suara berjenjang tingkat nasional untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Timur yang telah dilakukan melalui rapat pleno terbuka di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, pada Rabu (13/3/2024). Hasilnya, empat calon anggota DPD yang lolos. Diantaranya dua incumbent dan dua pendatang baru. Yang paling mencolok, lolosnya Lia Istifhama, keponakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim periode 2019-2024 untuk kali pertama, mengalahkan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Dari hasil rekapitulasi di KPU RI pusat, 4 calon anggota DPD RI yang lolos yakni dua petahana Ahmad Nawardi dan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dan dua debutan Lia Istifhama dan Kondang Kusumaning Ayu.

Ahmad Nawardi meraih suara 3.281.105 suara, disusul LaNyalla, yang saat ini menjabat Ketua DPD RI dengan 3.132.076 suara. Lalu disusul keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Lia Istifhama, dengan raihan 2.739.123 suara. Dan nama baru Kondang Kusumaning Ayu, meraih 2.542.036 suara.

Sedangkan, mantan Ketua KPK RI Agus Rahardjo, yang pada awal penghitungan sempat masuk 4 besar, harus puas di posisi kelima dengan raihan 2.205.069 suara.

Dikarenakan berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2024 pasal 33 ayat 1, kursi untuk DPD hanya 4 di setiap provinsi.

 

Khofifah Effect

Sementara, saat dikonfirmasi langsung oleh Surabaya Pagi, Lia Istifhama atau biasa disapa Ning Lia, mengaku bersyukur atas capaiannya saat ini hingga bisa membawa suara perempuan Jawa Timur ke Senayan. Bahkan, Ning Lia, meraih suara terbanyak untuk kategori debutan Senator perempuan secara nasional.

Kelolosan Ning Lia yang dikenal sebagai aktivis sosial, advokat, penulis, akademisi, dan musisi, juga berkat faktor nama besar Khofifah, atau Khofifah Effect.

"Alhamdulillah, saya meyakini bahwa (langkah) ini tidak akan sia-sia. Dan tentu (faktor Khofifah), saya meyakini itu. Proses saya sejak saya kecil sampai kapanpun, tak lepas dari Khofifah Effect," kata Ning Lia, Surabaya, Kamis, (14/3/2024).

Ning Lia juga mengaku mempunyai keunggulan tersendiri dalam dibandingkan dengan Senator DPD lainnya meskipun baru seumur jagung dalam bergulat di dunia politik.

"Insya allah keunggulan saya adalah rekam jejak nyata sebagai aktivis sosial. Selama ini, saya berusaha membangun peran tanpa jabatan, seperti yang seringkali saya gaungkan. Bahwa saya sebagai perempuan, seorang ibu, dan juga bagian masyarakat biasa, tetap mencoba berikhtiar memberikan peran untuk masyarakat," beber Ning Lia.

Seperti yang diketahui, Ning Lia adalah putri dari  komandan Banser sekaligus tokoh Nahdliyin KH Masykur Hasyim dan Hj Aisyah, yang merupakan kakak dari Khofifah.

Dengan meneladani sosok Khofifah, kedepan dalam program kerjanya ia memproritaskan penguatan UMKM. "Sampai sekarang, saya melakukan pembinaan pada kawan UMKM, masih sangat massif. Dan insya Allah segera akan bertambah ikhtiar saya untuk menguatkan sektor lainnya," tandasnya.

 

Tiga Senator Lain

Sedangkan, tiga calon Senator lainnya, Ahmad Nawardi yang merupakan mantan wartawan dan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa. Sebelumnya, Nawardi juga telah berhasil memenangkan kursi senator sejak Pemilihan Umum Legislatif 2014, mewakili Provinsi Jawa Timur.

Kedua ada AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI saat ini. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI dan ketua umum PSSI. La Nyalla juga dikenal sebagai pengusaha sekaligus politikus.

Sementara calon sentator keempat asal Jatim, Kondang Kusumaning Ayu, untuk profilnya masih misterius dan tidak ditemukan profilnya di berbagai platform publik, termasuk laman Wikipedia maupun situs resmi KPU.

Bahkan beberapa waktu lalu, Kondang telah menarik perhatian dengan kehadirannya yang mengundang kontroversi dan viral di media sosial, terkait perbedaan antara foto asli dan surat suara. Di media sosial sendiri, masyarakat memilih Kondang karena melihat foto di kertas suara yang cukup menawan. Sehingga menarik perhatian publik untuk memilih dirinya. ain/rmc

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…