Lamongan Klaim Pemberian Vaksin Polio Lampaui Target Nasional

author Muhajirrin

- Pewarta

Jumat, 15 Mar 2024 17:55 WIB

Lamongan Klaim Pemberian Vaksin Polio Lampaui Target Nasional

i

Ibu-ibu saat menunggu antrian anaknya untuk dapat diberikan vaksin polio. SP/IST

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kabupaten Lamongan mengklaim pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub - PIN) Polio novel Oral Polio Vaccine Tipe 2 (nOPV2) hingga Jumat (15/3/2024) telah  terpantau melampaui target dari  Pemerintah Pusat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Moh. Chaidir Annas, dalam perkembangan penanganan dan antisipasi penyebaran virus polio yang ada di Kota Soto, dengan memberikan vaksin yang waktunya kurang 1 hari ini.

Baca Juga: Kini, Kabag Keuangan Lamongan Diperiksa KPK

"Target Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk seluruh anak di Lamongan usia 0-8 tahun kurang satu hari menerima vaksin polio melalui Sub Pin Polio berhasil melampaui target dari Pemerintah Pusat," ujarnya.

Disebutkan olehnya, upaya antisipasi penyebaran virus menular Polio ini sudah dilaksanakan sejak 15 Januari 2024 (putaran 1) hingga  29 Februari 2024 (putaran 2). 

Pada putaran pertama lanjutnya telah berhasil menyasar  135.904 cakupan atau 99,85% dan pada putaran kedua 134.700 cakupan atau 99,30%. Angka tersebut menandakan keberhasilan pelaksanaan sub pin polio, karena target dari Pemerintah Pusat ialah 95% lebih di setiap putaran, serta merata di seluruh wilayah sampai wilayah terkecil (dusun hingga desa).

Baca Juga: Lagi, KPK Periksa Kabag Perencanaan dan Keuangan Setda Lamongan

Menurut Annas  pemberian Sub Pin Polio akan terus digencarkan karena bahayanya penyakit Polio. Terlebih Polio merupakan penyakit menular yang tidak bisa di obati.

"Kita berharap seluruh anak di Kabupaten Lamongan mendapatkan Sub Pin Polio agar terhindar dari penyakit Polio yang sangat berbahaya. Dan tentu penyakit tersebut akan mempengaruhi sumber daya manusia berkualitas untuk Lamongan ke depan," kata Annas. 

Meskipun sudah melampaui target nasional, pelaksanaan Sub Pin Polio masih menemukan kendala yang menghambat penuntasan pemberian Sub Pin Polio. Kendala yang ditemui berasal dari orang tua anak hingga kondisi fisik sang anak.

Baca Juga: Dalami Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab, KPK Periksa Eks Ketua DPRD Lamongan

"Kendalanya banyak ada penolakan dari orang tua yang tidak mengijinkan anaknya diimunisasi dengan alasan tidak diperbolehkan oleh suaminya, pasca pemberian tetes polio di putaran 1 sasaran mengalami sakit, sehingga pada putaran 2 tidak diizinkan oleh orang tua atau wali murid diimunisasi lagi, saat pelaksanaan putaran 2 beberapa sasaran yang kondisinya masih sakit sehingga pemberiannya tertunda," terang Annas.

Menghadapi hal tersebut Dinkes Lamongan berkolaborasi bersama lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk mensosialisasikan pentingnya pelaksanaan Sub Pin Polio untuk anak hingga bahaya penyakit Polio kepada masyarakat. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU