Menkeu Ngadu ke DPR, Lonjakan Bansos dari Rp 9,6 Triliun ke Rp 22,5 Triliun

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Selasa, 19 Mar 2024 13:58 WIB

Menkeu Ngadu ke DPR, Lonjakan Bansos dari Rp 9,6 Triliun ke Rp 22,5 Triliun

i

Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di komplek parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, mengadu.

Aduan Menkeu, anggaran bantuan sosial (bansos) melonjak tajam di 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pemkab Gresik Salurkan Bansos Kepada Warga

Sri Mulayani membeberkan anggaran bansos di 2023 senilai Rp 9,6 triliun sementara tahun 2024 melonjak menjadi Rp 22,5 triliun.

Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos naik sebesar 135,1% dari tahun 2023.

"Anggaran bansos kita melonjak tajam dari Rp 9,6 triliun tahun lalu ke Rp 22,5 triliun atau naik 135,1% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Sri Mulyani dalam rapat.

Sri Mulyani merinci pembagian anggaran tersebut, di antaranya Rp 12,8 triliun untuk pemanfaatan di Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga: Presiden tak Beri Arahan Kepada 4 Menteri dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK

Penyaluran di Kemensos, yakni untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di program keluarga harapan dan kartu sembako bagi 18,7 juta KPM.

"Ini terutama untuk Kemensos Rp 12,8 (triliun) penyaluran PKH itu masih rutin untuk penyaluran PKH 10 juta dan sembako untuk 18,7 juta penerima. Kemenkes Rp 7,7 T untuk iuran PBI," ujarnya.

Bansos Kemenag Capai Rp 1,1 triliun
Bansos Kemendikbudristek anggarannya sebesar Rp 900 miliar bagi 1.000 siswa penerima Program Indonesia Pintar dan KIP kuliah untuk 105 ribu mahasiswa.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Ratusan Warga Sumokembangsri Terima Bansos Beras

Sementara Kemenag anggarannya mencapai Rp 1,1 triliun untuk bantuan PIP bagi 1,4 juta siswa dan KIP kuliah bagi 11,1 ribu mahasiswa.

"Kemendikbud Rp 900 miliar untuk program Indonesia pintar dan Kemenag Rp 1,1 triliun untuk program Indonesia pintar dan KIP kuliah dan BNPB Rp 800 miliar untuk bencana," pungkasnya. erc/jk/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU