Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Tinjau Pencairan Marbot Musala dan Penjaga Rumah Ibadah

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat menghadiri pencairan honor marbot dan penjaga rumah ibadah di wilayah Kecamatan Sawahan, Senin (22/4).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat menghadiri pencairan honor marbot dan penjaga rumah ibadah di wilayah Kecamatan Sawahan, Senin (22/4).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Surabaya Laila Mufidah meninjau langsung pencairan honor marbot. Pimpinan DPRD ini membangkitkan semangat dan mengajak agar marbot itu makin giat bertugas. 

"Jangan dilihat dari nilainya. Tapi semangat pemerintah Surabaya untuk memberi perhatian kepada warganya harus diapresiasi. DPRD juga ikut senang karena yang menginisiasi program pemberian honorarium marbot hingga terealisasi hari ini," ungkap Laila Mufidah saat menghadiri pencairan meninjau langsung pencairan honor marbot di Kecamatan Sawahan, Senin (22/4).

Laila berharap agar para marbot dan penjaga rumah ibadah itu makin giat, bekerja dan semangat untuk selalu membersihkan tempat ibadah. 

"Harus rajin menjaga agar tempat ibadah itu nyaman bagi umat. Betah berada di tempat ibadah karena marbot," katanya.

Laila yang kerap turun ke masyarakat sering mendapati marbot dan penjaga rumah ibadah bekerja dengan sepenuh hati. Menurutnya, mereka adalah wajah-wajah surga yang dengan tulus mengurus tempat ibadah. Mulai dari membersihkan dengan rutin hingga bekerja serabutan untuk tempat ibadah.

Wajah-wajah penuh ketulusan para marbot itu mengetuk hati perempuan PKB itu untuk memperjuangkan hak mereka. Apalagi di saat yang sama, modin, kader kesehatan, hingga RT juga sudah mendapat honor bulanan. Fraksi PKB dengan Intensif mengupayakan realisasi honor untuk para marbot. 

"Fraksi PKB terus mendorong langsung kepada Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk memberi penghargaan kepada para marbot. Selama ini, mereka bertugas untuk umat. Akhirnya Pak Wali bisa memahami hingga honor itu terealisasi," kata Laila. 

Saat ini, ada belasan ribu marbot dan penjaga rumah ibadah di seluruh Surabaya. Namun saat ini baru 1.945 orang yang terdaftar penerima honor. Nantinya bertahap akan diperhatikan honor para marbot ini.

Dari 1.945 itu, sebanyak 1.600 adalah marbot atau muslim dan 345 sisanya adalah penjaga tempat ibadah non muslim. Untuk bisa mendapatkan honor bulanan itu, mereka harus diseleksi dengan lolos administrasi.

Salah satu yang utama adalah bet KTP atau KK Surabaya. Kemudian mereka juga mengajukan lewat aplikasi yang sudah disiapkan Bagian Kesra Pemkot Surabaya. Laila mengakui bahwa belum semua marbot bisa tercover. 

Namun dirinya akan mengupayakan terus menambah kuota setiap tahun. Asal memenuhi kualifikasi. "Tentu APBD Kota Surabaya juga terbatas dan tidak hanya untuk honor marbot. Tapi Fraksi PKB akan terus memperjuangkan hak marbot," kata Laila. 

Ribuan marbot musala dan penjaga rumah ibadah di Surabaya saat ini bisa sedikit tersenyum. Saban bulan mereka yang bertugas menjaga dan membersihkan tempat ibadah tersebut bisa mendapat honor Rp 400.000 per bulan.

Penyerahan honor kepada para penjaga rumah ibadah tersebut serentak diserahkan secara bergelombang di seluruh wilayah Surabaya. Tampak puluhan marbot dan penjaga tempat ibadah melepas senyum saat menandatangani pencairan honor perdana di Kantor Kecamatan Sawahan.

"Alhamdulillah bisa untuk tambahan pendapatan dan bisa dipastikan. Selama ini kami belum pernah menerima honor bulanan dari siapapun. Ini menjadi penyemangat kami untuk bertugas menjadi marbot di Musala," kata Kasmidi, marbot musala di Simo Sidomulyo, Kecamatan Sawahan.

Kasmidi mengaku senang dan bersyukur dengan tambahan penghasilan. Selama ini, Kasmidi berjualan nasi geprek. Meski nilainya tidak banyak, namun honor itu sudah sangat membantu. Daripada tidak ada honor sama sekali seperti selama ini.

Penjual nasi geprek ini bersama rekan marbot dan para penjaga rumah ibadah di Kecamatan Sawahan berhak atas honor bulanan. Marbot adalah orang yang menjaga, membersihkan, dan serabutan di mushola dan masjid. Namun hanya marbot musala yang berhak honor dari Pemkot Surabaya. Alq

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…