Perlu Diperhatikan! Ban Mobil Bocor Samping Sebaiknya Ganti Baru, Kenapa?

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 24 Apr 2024 09:54 WIB

Perlu Diperhatikan! Ban Mobil Bocor Samping Sebaiknya Ganti Baru, Kenapa?

i

Ilustrasi. Ban mobil yang mengalami bocor bagian pinggir saat berkendara. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Fenomena benda tajam yang tertancap kerap kali bisa membuat ban mobil menjadi bocor pada posisi dimana saja. Namun, bisa saja benda tajam tersebut mengenai bagian dinding ban atau side wall sehingga menyebabkan kebocoran.

Faktanya, apabila ban yang bocor di bagian samping ini ternyata sama sekali tidak bisa diperbaiki dan sebaiknya membeli ban baru karena kondisinya sudah tidak nyaman. Meski demikian, kebocoran pada bagian samping cukup jarang terjadi.

Baca Juga: Avanza-Xpander Masih Rajai Pasaran, LMPV Justru Anjlok 37,6 Persen

Juju Eko Purnomo, selaku Chief Staff Technical Service Department PT Sumi Rubber Indonesia produsen ban Dunlop mengatakan jika ban bocor di samping wajib ganti baru.

"Ban yang terkena bocor samping itu memang sama sekali nggak bisa diperbaiki atau dipakai lagi. Hal ini dikarenakan bagian side wall merupakan bagian terlentur dari ban mobil," jelas Juju, Rabu (24/04/2024).

Sehingga, apabila ada bagian samping ban yang bocor sebaiknya tidak digunakan lagi dan harus ganti ban mobil baru.

"Kalau bocor di bagian tengah ban atau tread masih diperkenankan ditambal," tutup Juju.

Baca Juga: DFSK dan Seres Untung Cuan, Tembus Ratusan Unit Terjual

Disisi lain, On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, ban yang sudah mengalami kebocoran atau sobek kecil pada bagian samping atau dinding ban tidak disarankan untuk ditambal.

"Bagian yang luka atau sobek benangnya sudah putus. Jadi, tidak ada penahan pada bagian tersebut. Kalau pun ditambal, defleksi di bagian tersebut tidak akan senormal waktu kondisi awal," ujar Zulpata. 

Zulpata menambahkan, bagian yang luka pada ban mobil bisa ditambal dengan baik. Tapi, defleksi atau kelenturannya masih dipertanyakan, karena Zulpata mengaku belum pernah mencoba.

Baca Juga: Hadapi Dominasi China, Jepang dan ASEAN Duet Produksi Mobil Listrik

"Saya belum pernah coba, hanya karena tidak ada ikatan lagi di antara benang ban, jadi kurang kuat. Waktu defleksi atau bagian tersebut akan terasa kaku atau keras," kata Zulpata. 

Pasalnya, apabila ada robekan yang lebar sebesar 5 cm, maka semakin turun tingkat elastisitas ban. Jika tingkat elastisitas ban sudah rendah, melakukan penambalan hanya akan sia-sia.

Lebih lanjut, untuk mengurangi risiko terjadinya kebocoran pada ban mobil, penting bagi pemilik mobil selalu menjaga tekanan ban. Disarankan agar mengikuti rekomendasi pabrikan yang bisa dilihat melalui sticker di bagian pintu mobil pengendara. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU