Program Electrifyng Agriculture, PLN Hadirkan Kemudahan Akses Listrik Bagi Pelaku di Sektor Pertanian

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Srikandi PLN UID Jatim, Suzana Zein bersama Forkopimda Ponorogo dalam kegiatan Panen Raya Padi. Foto/Humas PLN
Ketua Srikandi PLN UID Jatim, Suzana Zein bersama Forkopimda Ponorogo dalam kegiatan Panen Raya Padi. Foto/Humas PLN

i

SurabayaPagi, Ponorogo - Melalui Program Electrifyng Agriculture, PT PLN (Persero) menghadirkan kemudahan akses listrik bagi para pelaku sektor usaha pertanian salah satunya bagi Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sukorejo, Ponorogo. 

Pada kegiatan Panen Raya Padi yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tercatat peningkatan pemanfaatan lahan pertanian hingga sebesar 70 juta hektar di Kabupaten Ponorogo yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya mengatakan dengan hadirnya listrik PLN, sistem pengairan yang digunakan petani saat ini sumur dalam, yang berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 300.

”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 dimana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani. Tidak hanya itu, ini juga berkat kerjasama seluruh lapisan,” terang Dydik.

Tercatat hingga 20 April 2024, pelanggan agriculture di Kabupaten Ponorogo mencapai 13.967 pelanggan dengan total daya 53.020.650 VA. 

Penambahan jumlah pelanggan electrifying agriculture di Ponorogo menunjukkan tren positif peralihan dari pompa air berbahan bakar diesel menjadi pompa air listrik yang lebih efisien.

Beralih menggunakan listrik PLN, Ketua Kelompok Tani Mekar sari, Gatot (59) menyampaikan bahwa dengan hadirnya listrik masuk ke persawahan dapat lebih menghemat biaya operasional. 

"Dengan menggunakan pompa listrik, kami para petani dapat menghemat pengeluaran operasional sekitar 150% dibanding menggunakan pompa diesel. Biasanya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pompa diesel adalah Rp 1.500.000,- dengan pompa listrik biaya yang dibutuhkan hanya Rp 500.000,- sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian," ungkapnya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengatakan elektrifikasi di sektor pertanian merupakan salah satu program ekstensifikasi yang dilakukan PLN.

"Dengan kecukupan daya sistem kelistrikan di Jawa Timur, PLN siap melayani kebutuhan kelistrikan dari berbagai sektor termasuk pertanian, perikanan, industri dan lainnya. Dari sektor pertanian di Jawa Timur tercatat sebanyak 150.801 pelanggan dengan total daya tersambung 1.202 MVA," tambah Agus.

Agus menambahkan jumlah ini akan terus bertambah mengingat potensi elektrifikasi di sektor pertanian tak hanya menyasar subsektor tanaman pangan melainkan juga peternakan dan perkebunan seperti buah naga, buah jeruk dan lainnya. Byb

Berita Terbaru

Tradisi Sebar Udikan Meriahkan Maulid Nabi di Madiun, Warga Antusias Berebut Koin Puluhan Juta Rupiah

Tradisi Sebar Udikan Meriahkan Maulid Nabi di Madiun, Warga Antusias Berebut Koin Puluhan Juta Rupiah

Selasa, 25 Agu 2026 19:29 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com Madiun– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kabupaten Madiun, selalu diwarnai dengan kemeriahan yang k…

Imbas Kebakaran Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Carenge Bondowoso Ditutup

Imbas Kebakaran Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Carenge Bondowoso Ditutup

Selasa, 25 Agu 2026 15:27 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Sempat menjadi buah bibir sebagai destinasi favorit baru dalam beberapa bulan terakhir, justru saat ini pendakian Gunung Carenge…

Pelajar di Trenggalek Kini Bisa Menabung Lewat Program Sangu Sampah

Pelajar di Trenggalek Kini Bisa Menabung Lewat Program Sangu Sampah

Selasa, 25 Agu 2026 15:18 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Melalui program Sangu Sampah yang merupakan program baru di Kabupaten Trenggalek, kini pelajar diwilayah tersebut memiliki cara…

10.364 Warga Terdampak Kekeringan di Malang Dapat Bantuan 363.800 Liter Air Bersih

10.364 Warga Terdampak Kekeringan di Malang Dapat Bantuan 363.800 Liter Air Bersih

Selasa, 25 Agu 2026 15:11 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama 8-23 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 363.800 liter air bersih kepada warga…

Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen

Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen

Selasa, 25 Agu 2026 15:05 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka memenuhi target capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) nasional 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang masih akan…

Pemkab Probolinggo Dorong Percepatan Pendaftaran Deskripsi IG Kopi Arabika Krucil

Pemkab Probolinggo Dorong Percepatan Pendaftaran Deskripsi IG Kopi Arabika Krucil

Selasa, 25 Agu 2026 14:58 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna mendukung proses pendaftaran produk kopi khas Kecamatan Krucil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mendorong…