Tuntut Hak Pesangon, Buruh Sempat Blokade Pintu Masuk Tunjungan Plaza di Jalan Basuki Rahmat

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Rabu, 01 Mei 2024 18:15 WIB

Tuntut Hak Pesangon, Buruh Sempat Blokade Pintu Masuk Tunjungan Plaza di Jalan Basuki Rahmat

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam rangkaian hari Buruh Internasional (May Day) 2024, ratusan buruh yang tergabung pada Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menuntut hak pesangon PT Duta Cipta Pak Perkasa yang belum memenuhi kreditur upah buruh.

Masalah yang belum mencapai titik temu ini membuat ratusan buruh tersebut memblokade depan jalan Tunjungan Plaza, Basuki Rahmat Surabaya. Setelah nantinya, berlanjut menuju kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya.

Baca Juga: Pesangon Belum Dibayarkan, Elon Musk Digugat Mantan CEO Twitter Rp 2 Triliun

Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Nuruddin Hidayat menyampaikan bahwa aset perusahaan milik PT. Duta Cipta Pakarperkasa, sebelumnya diketahui telah terjual kepada pihak pembeli melalui perantara Pengadilan Negeri Surabaya, menyusul perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi tersebut telah dinyatakan pailit.

"Para pekerja menuntut kepada kurator sebagai perwakilan dari pihak Pengadilan Negri, agar melakukan pembagian hasil penjualan aset secara adil," kata Nuruddin, saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Rabu, (1/5/2024).

Baca Juga: Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, Atikoh Ganjar: I Love You Full

Lanjut Nuruddin, pembagian tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 67/PUU-XI/2013 serta Perjanjian Bersama antara kedua belah pihak pada tanggal 7 September 2023.

Nuruddin menambahkan berdasarkan putusan MK No. 67/2013, dalam kasus Pailit pembagian/pembayaran kreditur, seharusnya upah buruh yg harus didahulukan.

"Aset pailit sudah laku terjual sebesar Rp90 Milyar. Tapi dalam pembagiannya mereka tidak adil. Buruh hanya diberi Rp 4,6 Milyar dibagi 532 orang rata2 hanya dapat Rp 8,6 juta dari total tagihan upah buruh sebesar Rp200 juta," jelasnya.

Baca Juga: Uang Pesangon dalam Perppu Ciptaker Dikabarkan Dihapus, Menaker: Hoaks!

Selain itu, para pekerja juga menuntut pihak bank memenuhi janji yang pernah dijanjikan terkait dengan upah kerja yang belum dibayarkan, dan mencurigai Bank Mandiri.

"Kami mencurigai Bank Mandiri dan Kurator berkerja sama untuk berbuat curang dalam melakukan penetapan pembagian dengan mengabaikan Putusan MK tersebut," pungkasnya.Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU