Kunci Berkendara Hemat BBM, Hindari ‘Stop and Go’ Mendadak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. SP/ JKT
Ilustrasi. Kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Banyak orang selalu mengeluhkan masalah BBM pada kendaraan yang kerap sekali cepat habis, padahal tidak mengemudikan terlalu jauh. Ternyata kunci berkendara mobil manual yang hemat BBM tidaklah sulit.

Brand Ambassador Pertamina Fastron dan pembalap nasional Rifat Sungkar mengungkap, saat mengendarai mobil manual hindari melakukan stop and go secara mendadak. Dalam artian melakukan akselerasi secara maksimal maupun pengereman yang sifatnya hard braking.

“Soalnya stop and go itu ibaratnya gini ya, misalnya ada mobil mogok nih, terus bantu dorong, entengan waktu sudah gelinding apa waktu dari nol pas sudah jalan? Pas sudah gelinding kan,” tukas Rifat, Selasa (07/05/2024).

Sebisa mungkin kata Rifat ketika menemui lalu lintas mulai padat dan hendak mengantre di lampu merah, usahakan melakukan deselerasi dari jauh untuk memanfaatkan engine brake.

“Tetap gelinding itu akan menghasilkan gaya yang tidak pernah terputus. Gaya yang tidak terputus itu akan menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, it's a common sense,” tutup Rifat.

Tak hanya stop and go secara mendadak, pengemudi juga perlu menyesuaikan kecepatan dan putaran mesin saat perpindahan gigi. Sehingga tidak boleh stagnan begitu saja.

"Mobil manual itu kunci utamanya adalah driving behavior. Pengemudi harus bisa memilih kecepatan dengan gigi yang berbeda-beda untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar,” bebernya.

Apabila pengemudi tiba-tiba mengatur perpindahan gigi sesuai dengan kecepatannya bisa-bisa berpengaruh terhadap efisiensi BBM. 

“Prinsip utamanya more power more energy, RPM lebih tinggi energi yang keluar lebih besar,” ujarnya.

“Jadi daripada lari di 40 km/jam dengan gigi 1 RPM-nya 5.000 kenapa enggak jalan pakai gigi 3 RPM-nya 2.000. Sama-sama 40 km/jam kan, itu salah satu judgement untuk bikin efisiensi bahan bakar di mobil manual,” imbuhnya.

Sehingga, perlu rajin-rajin juga mengatur perpindahan gigi tersebut untuk menjaga putaran mesin tetap rendah. Karena menggunakan gigi yang tidak sesuai masih kerap dilakukan pengemudi di mobil manual.

“Jadi jangan males ngoper gigi juga salah satunya ya. Lower RPM lebih baik untuk bahan bakar. Karena RPM tinggi itu paling ngaruh ke bahan bakar,” jelasnya. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…