Komedian jadi Menteri, Bisa Campurkan Humor dan Joke

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Mei 2024 20:57 WIB

Komedian jadi Menteri, Bisa Campurkan Humor dan Joke

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sosok Eko Patrio disebut berpeluang menjadi calon menteri. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas

Bila Eko Patrio, dipilih masuk kabinet Prabowo-Gibran, pria asal Nganjuk ini, pelawak pertama di Indonesia yang jadi pembantu presiden.

Baca Juga: UKT Era Nadiem, Dorong Kampus Negeri Berbisnis

Adakah yang kurang tepat dalam konsep manajemen The Right Man and The Right Place? Ini politik balas budi.

Eko, diusulkan Ketua Umum PAN. Publik tahu record Zulhas , saat kampanye Pilpres 2024 lalu. Ia all-out mendukung Prabowo-Gibran. Secara politis, ia boleh mengusulkan kader PAN yang berlatar belakang komedian.

 

***

 

Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina kelahiran 25 Januari 1978 ini mengawali karirnya di dunia hiburan sebagai komedian. Masa jabatannya akan berakhir pada 20 Mei 2024 ini.

Dunia mencatat Volodymyr Zelensky sudah membuat kontroversi sejak ia memenangkan kursi presiden Ukraina pada 2019.

Ia diketahui seorang pelawak yang tidak memiliki pengalaman politik ketika terpilih tiga tahun lalu. Dan ia tiba-tiba muncul sebagai pemimpin perang dan berisiko dibunuh saat Rusia meluncurkan serangan penuh. Ia mengaku jadi sasaran nomor satu Rusia saat ini.

Pers Ukraina menyebut Volodymyr Zelensky adalah salah satu komedian TV paling populer di Ukraina yang membintangi acara TV satir.

Makanya, Zelensky, memenangkan pemilihan presiden dengan telak setelah sebagian besar kampanyenya diduga dibiayai oleh salah satu oligarki terkaya dan paling korup di Ukraina, Igor Kolomoisky.

Mengutip laman New York Post, Zelensky yang dibesarkan di Ukraina tenggara itu, dinilai bukanlah pemimpin yang buruk - bahkan sebelum invasi oleh Rusia.

Ia awalnya dianggap sebagai boneka oligarki Kolomoisky. Namun Zelensky mengubah citra dirinya sebagai tentara salib melawan oligarki.

Juga Jimmy Morales, bekas bintang komedi televisi yang terpilih sebagai presiden baru Guatemala di tengah sentimen besar antikorupsi yang melanda negeri itu.

Saat dilantik, Jimmy Morales, bangga. Dalam upacara pelantikan dihadiri para pemimpin benua Amerika.

Para pemimpin negara asing yang diundang adalah Wakil Presiden AS Joe Biden, Presiden Meksiko, Presiden Ekuador, dan para presiden kebanyakan negara-negara Amerika Tengah. Mantan raja Spanyol Juan Carlos juga menghadiri seremoni ini.

Kemenangannya menjadi simbol dari kemuakkan publik yang luas terhadap korupsi, khususnya setelah pendahulunya, Otto Perez, diguncang skandal korupsi besar, demikian AFP.

Ini sejarah komedian jadi kepala daerah, bukan sekedar menteri.

 

***

 

Calon menteri Eko Patrio, tercatat dalam LHKPN, memiliki total kekayaan Rp90,1 miliar. Hartanya terdiri dari 14 bidang tanah yang terletak di Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, sampai Nganjuk.

Ia juga mendirikan Ekomando Group. Ekomando menaungi manajemen artis, manajemen musik, warung Komando dan virtual office. Virtual office menjadi salah satu gebrakan dari Ekomando Group. Ekomando, kini sudah mempunyai gedung sendiri, yakni Graha Komando Virtual Office. Eko Patrio juga mempunyai istri, Viona Rosalina yang awalnya juga menjadi artis.

Nama aslinya, Eko Hendro Purnomo. Ia bukan nama baru di dunia hiburan Indonesia.

Berawal sebagai komedian, Eko Patrio kini mempunyai sederet profesi. Eko Patrio dan Viona membangun bisnis selain anggota DPR.

Eko Patrio, bahkan pernah menjadi sorotan karena merampungkan membangun rumah yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Eko Hendro Purnomo, kini anggota Komisi VI DPR RI. Eko menikah dengan aktris Viona Rosalina pada 12 Oktober 2001. Dari perkawinannya, ia dikaruniai tiga orang anak, masing-masing Syawal Adrevi Putra Purnomo, Nayla Ayu, dan Cannavaro Adrevi Putra Purnomo.

 

***

 

Saat ini ada komedian senior Alfiansyah Komeng, yang mengikuti jejak Eko Patrio.

Komeng malah dapat suara terbanyak untuk DPD Dapil Jabar. Raihannya 5.399.699 suara.

Praktis, ada komedian yang Nyaleg di Pemilu 2024, Ada Komeng hingga Aldi Taher

Alfiansyah Komeng. Komeng yang identik dengan dunia komedi, tahun ini memulai pengalaman sebagai calon anggota DPD Jawa Barat.

Menyusul H. Denny Wahyudi alias Denny Cagur. Dirinya mencalonkan sebagai anggota lesgislatif dari PDIP. Ada juga H. Sunarji alias Narji. Narji Cagur, mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari PKS. Selain, Harabdu Tohar alias Bedu dan Aldi Taher.

juga pelawak Opie Kumis yang mencalonkan diri dari PAN.

 

***

 

Saya tahun 2009 pernah nonton film komedi politik "Wakil Rakyat". Film komedi politik ini mungkin bisa menjadi cermin bagi calon wakil rakyat negeri ini sebelum melenggang ke Senayan dan kementerian.

Baca Juga: PDIP, Cerminkan Kekuatan Ideologi Sebuah Parpol

Dalam film garapan sutradara Monty Tiwa ini ada kejujuran, empati terhadap sesama, integritas sebagai pemimpin, dan tipu daya caleg parpol. Ini menurut saya d tontonan segar dan jenaka, namun juga bisa menjadi bahan renungan bagi kita, pemilih Pemilu Legislatif yang lalu .

Cerita berawal dari kisah Bagyo (Tora Sudiro) yang sederhana, jujur, dan polos. Ia tiba-tiba menjadi terkenal setelah media massa ramai memberitakan laku heroiknya saat menyelamatkan seorang perempuan yang sedang dirampok.

Popularitas Bagyo yang luar biasa lalu dimanfaatkan seorang pemimpin parpol, Wibowo (Tarzan), untuk menarik dukungan konstituen. Ia mendekati si pemuda rendah hati itu. Ia menawarkan uang dan banyak fasilitas apabila bersedia menjadi caleg.

Bagyo yang lagi membutuhkan uang untuk meminang gadis pujaannya, Ani (Revalina S Temat) menerima tawaran itu.

Sebagai orang yang buta politik, tidak memiliki pemahaman tugas seorang wakil rakyat (anggota legislatif), dan tidak memahami visi maupun misi partai. Bagyo berangkat ke satu tempat terpencil di Wadasrejo, Bantul, Yogyakarta untuk berkampanye.

Alih-alih berkampanye dan menyampaikan orasi politik, Bagyo malah tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun saat berada di depan warga desa tersebut.

Desa yang aman tentram tanpa pernah tersentuh hiruk pikuk kampanye parpol itu juga tidak mengenal sosok Bagyo.

Berbagai cara dilakukan Bagyo dan asistennya, Jereng (Vincent Rompies) untuk menarik simpati warga desa.

Sampai akhirnya ketika hari kampanye terbuka tiba, Bagyo dihadapkan pada pilihan, memperjuangkan kepentingan parpol atau menolong seorang perempuan yang akan melahirkan.

Saya menonton sepak terjang Bagyo, saya seolah menyaksikan wajah politik Indonesia saat hajatan besar Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden 2024.

Melalui akting kocak para pemainnya, penonton diajak untuk menertawakan polah tingkah calon wakil rakyat yang berusaha aksinya dilihat orang lain sehingga menjadi terkenal. Pidatonya didengar rakyat, tapi melupakan kewajiban mereka untuk melihat lebih dekat rakyat dan bertanya apa yang mereka butuhkan.

Dari tokoh Bagyo, penonton diajak untuk merenungkan hikmah dari rangkaian perjalanan hidupnya bahwa menarik simpati rakyat tidak cukup dengan membagikan bansos gratis, meneriakan janji-janji selama selama kampanye, memasang poster dan bendera, atau membagi-bagikan kaos bergambar lambang atau tokok parpol.

Bagyo justru mengajarkan, merebut hati rakyat itu harus menggunakan pendekatan hati, memakai empati, dan strategi yang tidak menyakiti hati rakyat seperti janji-janji tanpa realisasi.

Berbeda dengan realita sekarang. Berbagai macam janji manis partai politik (Parpol) diberikan agar menarik simpati masyarakat sebagai pemilih.

Nah muncullah politikus-politikus yang suka menebar janji .

Saya juga sempat lihat sebuah youtube tayangan komedi The Colbert Show di Amerika Serikat yang dilatarbelakangi oleh opini politik Stephen Colbert.

Show ini juga pernah menayangkan satir adegan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Tifatul Sembiring, bersalaman dengan Michelle Obama, 9 November 2010.

Ada penulis yang menggunakan teori pengetahuan, kekuasaan, subjectivity, budaya dan penilaian dalam menganalisa teks-teks humor.

Teks tersebut digunakan untuk menciptakan gagasan politik sebagai dampak politis.

Penelitian lainnya berfokus pada alasan-alasan seseorang mengkonsumsi konten video satir politik di Internet.

Baca Juga: Ke-Tionghoa-an Ahok, Diprediksi Jegal Menantu Jokowi

Metode yang digunakan adalah content analysis terhadap video Youtube berlatar belakang politik di Afrika Selatan (Botha 2014).

Berdasarkan penelitian PewResearch Center for the People and the Press pada tahun 2002 (di dalam Young dan Tisinger 2006), terdapat 21 persen anak muda (18-29 tahun) yang memperoleh informasi secara teratur tentang kampanye presiden dari komedi The Daily Show dan Saturday Night Live. Young dan Tisinger (2006) menemukan hubungan positif di antara menonton komedi tengah malam dan menonton berita dalam bentuk umum (tradisional).

Ternyata humor dan politik dalam program pertunjukan komedi, juga dianalisa berdasarkan riset oleh Becker dan Haller 2014; Holbert et al. 2011; Arpan et al. 2011; Faina 2012; Baumgartner et al. 2012; Feldman 2007; serta Seirlis 2011; digital parodi politik (Gong dan Yang 2010); Juga humor sebagai strategi perlawanan Revolusi Mesir tahun 2011 (Helmy dan Frerichs 2013).

Konon penelitian terhadap humor, khususnya stand-up comedy, dan politik Indonesia masih terbatas pada kajian komunikasi, sastra dan media. Meskipun eksistensi para komik di media telah dimulai sejak program TV Comedy Cafe pada tahun 2011, namun belum banyak kajian sosiologi menganalisa fenomena tersebut.

Komika menggunakan aksi speech (berbicara) untuk merepresentasikan realitas sosial, budaya, politik dan ekonomi melalui komedi.

Saya baca sejarah singkat komedi Yunani kuno dan Stand-Up Comedy Indonesia. Disana,

Komedi ditampilkan dalam ritual Yunani Kuno, yang dirayakan oleh para penyembah dewa Dionisius, pada tahun 487-486 SM (Bierl, 2011:260).

Aristophanes dianggap sebagai perintis komedi dunia, berdasarkan sejumlah karyanya, antara lain: Old Comedy The Acharnians [hubungan antar-negara ], Wasps [penyusunan keputusan oleh pengadilan], Frogs, Knights [pengambilan keputusan secara demokratis oleh majelis umum], Clouds [retorika persuasif dan nilai-nilai moral publik], Peace, serta Birds.

Disebut, Old Comedy mengandung makna ‘segala sesuatu yang berkaitan dengan polis [negara kota – politikos: warganegara]’ (Markantonatos dan Zimmermann (2011:ix).

Komedi-komedi tersebut merupakan drama komedi sebagai satir politik untuk menguraikan kekuasaan mutlak pemerintah Yunani saat itu. Kekuasaan penghambat proses demokrasi.

Aristophanes menggunakan komedi sebagai upaya untuk mengingatkan para penonton agar memiliki kesadaran dan kontrol politik. Dia bahkan menggunakan peran utama perempuan atau petani sebagai representasi kaum marjinal dalam konteks sosio-politik, sekaligus menyerang pemerintah yang digambarkan sebagai pedagang kecil yang tidak berpendidikan (Bowie, 1993:13, 16, 45, 293; Bierl, 2011:259, 410-411; Cartledge, 1990:27-28).

 

***

 

Sementara, komedi kategori stand-up comedy di Indonesia dimulai pada tahun 1997 di Comedy Cafe, Jakarta, milik Ramon Papana. Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, serta Ernest Prakasa adalah para komik yang pernah tampil di cafe ini pada tahun 2011-an.

Tapi pada tahun 2005, Iwel Wel menampilkan stand-up di RCTI. Selanjutnya, Indra Yudisthira dari Kompas TV dan Agus Mulyadi dari Metro TV. Mereka menuntun stand-up comedy menjadi tayangan populer di televisi (Pragiwaksono, 2011).

Literasi yang pernah saya baca saat kuliah dulu, menyebut seseorang dengan selera humor yang baik, dianggap lebih mudah berinteraksi daripada yang memiliki selera humor rendah .

Seseorang dengan selera humor yang baik kadang menyerap detail peran penting humor dalam interaksi sosial.

Kadang humor, satir dan parodi yang disampaikan para komik, merupakan konstruksi sosial terhadap realitas. Konon humor dibentuk dari kontradiksi, ambigu, dan makna ganda pada definisi yang berbeda, dalam situasi yang sama.

Ingat! Humor, komedi dan joke , konon merujuk pada hal-hal yang menyebabkan kita tertawa dalam kondisi tertentu. Mari kita ikuti apakah benar Eko Patrio, didapuk jadi menteri. Dan apakah Eko, bisa bikin kita tertawa dalam kondisi tertentu? Wait and see. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU