SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gembira saat menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan dan berbagai pengawasan yang telah dilakukan.
OJK mencatat kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil. Permodalan (CAR) perbankan 26,00 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.
Kredit tumbuh 12,40 persen (yoy) menjadi R p7.245 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,90 persen mtm atau meningkat sebesar 7,44 persen yoy menjadi Rp8.601 triliun.
Langkah Kebijakan OJK
Dikutip dari keterangan tertulis OJK, Selasa (14/5/2024), OJK telah mengambil langkah kebijakan seperti melakukan stress test terhadap industri jasa keuangan untuk memastikan bahwa berbagai risiko pasar dari aspek suku bunga dan nilai tukar dapat dimitigasi dengan baik.
Di sisi pasar modal, OJK menyebut pasar saham domestik di bulan April 2024, IHSG terkoreksi 0,53 persen ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75 persen mtd). Nilai Penawaran Umum sebesar Rp 77,64 triliun dengan 17 emiten baru, serta masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum. Penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), mencapai Rp 1,11 triliun dengan 17 penyelenggara dan 529 Penerbit.
OJK mencatat kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil. Permodalan (CAR) perbankan 26,00 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global
Sektor Perasuransian Naik 11,80%
Sektor perasuransian, pendapatan premi di Maret 2024 mencapai Rp 87,77 triliun, atau naik 11,80 persen yoy. Premi asuransi jiwa tumbuh 2,09 persen yoy dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 24,75 persen yoy.
Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 448,76 persen dan 335,97 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen.
Sektor Lembaga Pembiayaan, piutang pembiayaan tumbuh 12,17 persen yoy pada Maret 2024. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan NPF net sebesar 0,70 persen dan NPF gross 2,30 persen. Gearing ratio PP turun tercatat sebesar 2,30 kali (Februari 2024: 2,22 kali), jauh di bawah batas maksimum 10 kali. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham