OJK: Kredit Tumbuh 12,40% Jadi Rp 7.245 Triliun

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2024 20:39 WIB

OJK: Kredit Tumbuh 12,40% Jadi Rp 7.245 Triliun

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gembira saat menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan dan berbagai pengawasan yang telah dilakukan.

OJK mencatat kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil. Permodalan (CAR) perbankan 26,00 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit dan Simpanan di Bank Berada di Level Tertinggi

Kredit tumbuh 12,40 persen (yoy) menjadi R p7.245 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,90 persen mtm atau meningkat sebesar 7,44 persen yoy menjadi Rp8.601 triliun.

 

Langkah Kebijakan OJK

Dikutip dari keterangan tertulis OJK, Selasa (14/5/2024), OJK telah mengambil langkah kebijakan seperti melakukan stress test terhadap industri jasa keuangan untuk memastikan bahwa berbagai risiko pasar dari aspek suku bunga dan nilai tukar dapat dimitigasi dengan baik.

Di sisi pasar modal, OJK menyebut pasar saham domestik di bulan April 2024, IHSG terkoreksi 0,53 persen ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75 persen mtd). Nilai Penawaran Umum sebesar Rp 77,64 triliun dengan 17 emiten baru, serta masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum. Penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), mencapai Rp 1,11 triliun dengan 17 penyelenggara dan 529 Penerbit.

Baca Juga: OJK: Roadmap Dana Pensiun dalam Tahap Penyelesaian

OJK mencatat kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil. Permodalan (CAR) perbankan 26,00 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global

 

Sektor Perasuransian Naik 11,80%

Baca Juga: Usahanya Dicabut OJK, Ustaz Yusuf Mansur Bilang Terima Kasih

Sektor perasuransian, pendapatan premi di Maret 2024 mencapai Rp 87,77 triliun, atau naik 11,80 persen yoy. Premi asuransi jiwa tumbuh 2,09 persen yoy dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 24,75 persen yoy.

Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 448,76 persen dan 335,97 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen.

Sektor Lembaga Pembiayaan, piutang pembiayaan tumbuh 12,17 persen yoy pada Maret 2024. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan NPF net sebesar 0,70 persen dan NPF gross 2,30 persen. Gearing ratio PP turun tercatat sebesar 2,30 kali (Februari 2024: 2,22 kali), jauh di bawah batas maksimum 10 kali. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

Tag :

BERITA TERBARU