Disnak dan Keswan Kabupaten Pasuruan Sosialisasi Cara Potong Hewan Qurban

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa takmir masjid yang ada di kabupaten Pasuruan saat mengikuti sosialisasi pemotongan hewan qurban. SP/Hikmah
Beberapa takmir masjid yang ada di kabupaten Pasuruan saat mengikuti sosialisasi pemotongan hewan qurban. SP/Hikmah

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Masih ditemukannya segelintir masyarakat yang belum memahami pentingnya menyembelih hewan qurban yang sesuai syariat agama Islam, membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan memandang perlu adanya sosialisasi.

Seperti yang terlihat di Aula Jurang Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Rabu (15/5/2024). Puluhan takmir masjid, musholla hingga panitia qurban di desa-desa sengaja diundang.

Tujuannya tak lain untuk memberikan pengetahuan seputar tata cara pemotongan hewan qurban yang sesuai syariat islam dan Kesrawan (kesejahteraan hewan).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah mengatakan, pihaknya mengundang Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Pasuruan untuk membantu menjelaskan tata cara pemotongan hewan qurban yang benar secara syariah Islam.

Sebab sampai saat ini masih ditemukan warga yang belum mengetahui tata cara penyembelihan hewan qurban yang baik dan benar. Khususnya treatment cara merobohkan hewan qurban seperti sapi atau kerbau tanpa harus menyakitinya.

"Karena penyembelihannya banyak yang dilakukan di luar RPH (rumah pemotongan hewan), jadi ada yang masih kami temukan cara merobohkan hewan qurban yang tidak sesuai dengan kesejahteraan hewan, sampai sapi nya berontak, lari, maka dampaknya juga ke rasa daging," katanya.

Dijelaskan Alfiah, sosialisasi digelar di 7 titik di wilayah Kecamatan Gondangwetan, Puspo, Lumbang, Tutur dan Kecamatan Gempol.  Dalam prakteknya, proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni aspek kehalalan dan aspek kesejahteraan hewan.

Kedua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan. Sehingga peran juru sembelih menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam.

"Titik kritis yang dapat menyebabkan daging menjadi tidak halal adalah cara penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syariah agama Islam. Maka dari itu persyaratan prinsip dasar penyembelihan harus dilakukan yakni penanganan ternak yang baik, penggunaan pisau yang tajam, teknik penyembelihan yang cepat dan tepat," tegas Alfiah.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda menjelaskan, proses penyembelihan hewan qurban harus cepat, sekali ayun, dan memotong 3 saluran yaitu: hulqum, mar'i, dan wadjadain atau saluran nafas (trachea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah kiri dan kanan yang ada di bagian leher (arteri carotis communis).

"Kecakapan Juru sembelih dapat berpengaruh terhadap kualitas daging dan kehalalan daging kurban," terangnya. Hik

Berita Terbaru

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) dalam setahun terakhir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap hal…

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan salah satu pengemudi Wirawiri Suroboyo,…

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menyusul temuan di sejumlah lokasi saluran drainase di Kota Madiun yang telah mengalami kerusakan, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat…

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penggunaan pengeras suara atau sound system (sound horeg) di tengah…

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menyusul deviasi progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengebut pembangunan…

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salah satu strategis dalam membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Pemerintah…