Realisasi Investasi di Madiun per Triwulan Pertama 2024 Belum Capai Target

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 13:36 WIB

Realisasi Investasi di Madiun per Triwulan Pertama 2024 Belum Capai Target

i

Eks pabrik PT Karya Mitra Budisentosa di Pilangkenceng yang telah dilelang dan tahun ini bakal dioperasionalkan oleh perusahaan sepatu baru. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Target realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2024 di Kabupaten Madiun belum mencapai target yang ditetapkan, yakni dari target Rp 550 miliar per triwulan, baru mencapai Rp 277 miliar yang terealisasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto tidak menampik jika capaian realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini belum maksimal. 

Baca Juga: Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya masih banyaknya pelaku usaha yang belum melaksanakan pelaporan ke laporan kegiatan penanaman modal (LKPM).

“Ini realisasi baru setengah dari target per triwulan, baru sekitar Rp 277 miliar dari target per triwulan sejumlah Rp 550 miliar,” paparnya, Kamis (16/05/2024).

Padahal target investasi di Kabupaten Madiun tahun 2024 sebesar Rp 2,2 triliun. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,1 triliun. Meskipun belum mencapai target, Pemkab Madiun tetap optimis bahwa target investasi Rp 2,2 triliun dapat tercapai. 

“Realisasi investasi pada tahun 2022 dan 2023 mencapai Rp 1,823 triliun dan Rp 1,825 triliun, atau naik Rp 4 miliar,” jelas Arik.

Baca Juga: Nyemplung di Sumur Sedalam 30 Meter, Nenek di Madiun Ditemukan Meninggal

Pihaknya akan terus tancap gas mengejar ketertinggalan di triwulan pertama. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong pelaku usaha, baik dari industri besar maupun usaha mikro menengah, untuk segera melaporkan usaha mereka ke Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha tentang pentingnya melaporkan LKPM.

“Lonjakan realisasi investasi trennya akan terjadi pada triwulan kedua dan ketiga. Ada faktor pelaku usaha diberi empat periode untuk melaporkan usahanya per tahun, jadi biasanya mereka di awal ini belum lapor. Tapi menunggu di pertengahan atau jelang akhir tahun nanti,” pungkasnya.

Selain itu, DPMPTSP Kabupaten Madiun juga telah melakukan beberapa upaya untuk menarik minat investor ke daerahnya, antara lain: mempermudah proses perizinan usaha, memberikan insentif pajak, membangun infrastruktur yang memadai dan meningkatkan promosi daerah

Baca Juga: Harga Komoditas Telur dan Daging Ayam di Madiun Ugal-ugalan

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Madiun dan menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di daerahnya. 

Sebagai informasi, untuk realisasi investasi pada triwulan pertama didominasi oleh sektor industri besar, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia di Kecamatan Pilangkenceng, PT Global Way, dan beberapa perusahaan besar lainnya. Rata-rata perusahaan melaporkan aset-aset barunya. Mulai pengadaan aset atau pembelian mesin yang cukup besar. mdn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU