Rumah Mewah SYL, Disita dalam Kasus TPPU

author Jaka Sutrisna

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 22:53 WIB

Rumah Mewah SYL, Disita dalam Kasus TPPU

i

Rumah mewah SYL di Makassar yang disita KPK.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - KPK kembali menyita aset milik Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bisa dimiskinkan KPK. Kamis (16/5/2024) KPK kembali menyita aset milik SYL yang diduga berasal dari hasil korupsi.

SYL dibidik tiga sangkaan pasal mulai dari pemerasan, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca Juga: Ketua BPK Tersenyum Saat Ditanya Ada Auditornya Minta Rp 12 miliar untuk Opini WTP

Tim penyidik KPK kini menyita rumah mewah milik SYL yang berada di Makassar, dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Tim penyidik kemarin (15/5) telah selesai melakukan penyitaan aset yang diduga milik tersangka SYL berupa satu unit rumah yang berada wilayah Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (16/5/2024).

 

Rumah SYL Rp 4,5 miliar

Dalam foto yang beredar, terlihat rumah SYL yang disita berlantai dua. Rumah mewah tersebut bernuansa putih dengan pagar tinggi berwarna hitam.

Beberapa bagian rumah ini terlihat masih dalam proses pembangunan. Pihak KPK juga terlihat telah menempel tulisan 'tanah dan bangunan telah disita' pada dinding luar rumah mewah itu.

Ali mengatakan nilai rumah SYL yang disita tersebut mencapai Rp 4,5 miliar. Uang untuk pembelian rumah mewah itu diduga berasal dari Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta, yang juga menjadi tersangka di KPK.

Baca Juga: Ketum NasDem Surya Paloh Sedih, Mantan Mentan SYL Korupsi untuk Sunatan Cucu

"Diperkirakan nilai dari rumah tersebut sekitar Rp 4,5 Miliar dan sumber uangnya dari MH selaku orang kepercayaan tersangka dimaksud," ujar Ali.

Ali memastikan proses penelusuran aset milik SYL yang diduga dari hasil korupsi akan terus dilakukan. Penyitaan aset-aset itu digunakan sebagai pemulihan keuangan negara atas korupsi yang telah diperbuat SYL.

"Tim asset tracing dari Direktorat Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK masih akan terus melakukan penelurusan untuk mem-back up pengumpulan alat bukti dari tim penyidik. Diharapkan sitaan ini dapat menjadi asset recovery dalam putusan pengadilan nantinya," tutur Ali.

 

Baca Juga: SYL, Ngerasa Capek Diborgol Terus-terusan

Saat ini Sidang Korupsi

SYL saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait korupsi di Kementan. Dia dijerat dengan tiga sangkaan pasal mulai dari pemerasan, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam kasus ini KPK juga menjerat Sekjen Kementan M Kasdi dan Muhammad Hatta selaku Direktur Alat dan Mesin Kementan sebagai tersangka. Kasus pemerasan dan gratifikasi dari SYL saat ini telah masuk ke tahap persidangan.

Sementara untuk kasus pencucian uang dari SYL saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK. Tim penyidik masih memeriksa saksi dan pengumpulan alat bukti. erc/jk/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU