Ritual Erotis Bule di Bali, Ribut

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 17 Mei 2024 20:11 WIB

Ritual Erotis Bule di Bali, Ribut

Juga Ditemukan PSK WNA Online Lengkap Foto Body Goal, Ukuran Dada, Asal Negara Sampai Tarif Short-time dan All-night

 

Baca Juga: Wanita di Koper itu Hasil Perselingkuhan dan Bisnis Seks

SURABAYAPAGI.COM, Bali - Saat ini beredar video warga negara asing (WNA) yang menggelar dugaan ritual bernuansa erotis. Ini video turis asing yang melakukan ritual cabul di Bali. Salah satunya adakah lokasi pembuatan video itu ternyata di daerah Kabupaten Karangasem.

Sampai Jumat (17/5/2024) sore, pihak ASITA maupun PHRI Bali sama sekali tidak mengetahui kegiatan tersebut. "Ini seandainya tidak diunggah ke media sosial," ucap Sandiaga Uno usai memimpin rapat FGD Stakeholders Pariwisata Bali di gedung Widyatula Poltekpar Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, kemarin.

Pria yang biasa disapa Sandi ini mengatakan pengawasan terhadap turis di Pulau Bali ke depannya harus lebih ditingkatkan dengan melibatkan kepala desa adat atau Bendesa Adat di Bali, serta masyarakat sekitar.

"Kalau semua pihak terlibat maka kita bisa saling mengawasi itu yang kita harapkan agar tidak terulang kembali," kata Sandi.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Bali, Kombes Pol Harri S Nugroho mengatakan bahwa ritual cabul itu dilakukan di sebuah hotel berinisial R di daerah Candidasa, Kabupaten Karangasem.

"Kalau menurut imigrasi, itu sudah berlangsung beberapa bulan lalu tapi baru muncul karena mungkin salah satu pesertanya mengunggah di media sosial. Yang akhirnya menjadi viral tapi pas dicek sama imigrasi orangnya sudah meninggalkan Indonesia," jelas Harri.

Semua peserta ritual itu diketahui adalah WNA dan lebih dari 20 orang. Kegiatan itu sifatnya private sehingga manajemen hotel tidak mengetahui hal tersebut.

 

Kegiatan itu Sifatnya Private

"Saya tidak tahu terlalu detail. Tapi memang yang saya baca laporannya itu memang mereka datang secara grup 23 orang melakukan kegiatan di sana. Dan karena kegiatan itu sifatnya private sehingga manajemen hotel tidak bertanya-tanya," tambah Harri.

Polisi menyebut masih menyelidiki kegiatan tersebut para WNA yang mengaku melakukan aktivitas yoga tersebut.

"Ngomongnya ke hotel mau mengadakan yoga tapi ternyata yoganya nyamping atau nyeleneh kita tidak tahu. Mungkin, saya tidak bisa menyatakan itu, baru pertama atau sudah sering tapi biasanya kegiatan seperti itu (yoga private) hanya kalangan tersendiri saja," kata Harri.

Sebelumnya, Sandi mengatakan mengaku sudah mengantongi data turis asing yang diduga membuat sekte sesat di Bali. Pihaknya juga telah menerjunkan tim untuk menelusuri kabar viral tersebut.

"Jadi per hari ini kita sudah dapat beberapa informasi. Lokasinya ini kita koordinasi dengan teman-teman di kepolisian dan beberapa figur yang sempat terekam itu kami koordinasikan dengan imigrasi lewat facial recognition," terangnya saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Sandi mengatakan data-data tersebut masih harus diolah sehingga dia belum bisa mengungkap lebih jauh mengenai hal tersebut. Sistem perizinan mengenai kegiatan pariwisata tambah Sandi, saat ini sudah dilakukan secara online melalui Online Single Submission (OSS).

Dengan begitu, sejumlah pihak seperti aparat desa, pemuka adat, sampai Kementerian Desa, tidak mengantongi data rinciannya. Hal itu yang ditengarai menjadi salah satu tantangan dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan. Menparekraf berharap, kedepannya izin kegiatan pariwisata bisa diketahui oleh aparat setempat.

"Nanti kami juga akan memberikan masukan supaya kegiatan-kegiatan pariwisata ini dikoordinasikan dengan desa-desa adat, dengan pemuka agama, dengan penglingsir puri ubud, sehingga kita punya informasi ini. Karena kita berharap pariwisata ke depan ini lebih berkualitas," tuturnya.

 

Dugaan Sekte Sesat

Sandi mengaku baru pertama kali menemui adanya kasus dugaan sekte sesat di Bali. Padahal, secara umum, dia melihat aspek wisata religi atau spiritual cukup diminati. Dia berjanji akan menindak tegas para pelaku jika terbukti membuat sekte sesat di Bali. Menurutnya, hal itu telah mencoreng citra dari pariwisata Bali.

"Baru kali ini video itu disampaikan dan ini sekarang kita telusuri dan kitaakan tegas untuk tindak Karena ini memberikan image yang tidak baik pada parawisata Bali dan Indonesia," pungkasnya.

Video yang disebut menampilkan aktivitas sekte sesat ini telah menimbulkan kegemparan di tengah masyarakat setempat dan memicu investigasi oleh pihak berwenang. Video itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @pichrich_, tetapi kemudian dihapus.

Rekaman gambar menampilkan sejumlah WNA melakukan kegiatan spiritual yang mencakup penggunaan cawan dan dupa sebagai alat meditasi. Namun, kegiatan tersebut kemudian berubah menjadi tindakan cabul yang mengganggu.

Beberapa wanita tampak tidak sadarkan diri dan disentuh oleh para pria secara bergantian, dan sebaliknya.

Video yang kemudian beredar luas di medsos itu juga tak luput dari sorotan desainer dan politisi Bali Ni Luh Djelantik. Ia menyerukan tindakan tegas terhadap pelaku dan menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak sesuai dengan nilai dan budaya Bali maupun masyarakat Indonesia.

 

PSK Online WNA

Pekerja Seks Komersial (PSK) online yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di Bali bikin heboh pengguna media sosial. Praktik prostitusi ini diketahui lewat jejaring sosial Telegram dengan nama akun Beverly Babes.

Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali telah melakukan penyelidikan, namun admin grup esek-esek ini diketahui bernama Hanna diduga berada di luar Negeri.

Untuk diketahui, akun Beverly Babes berada dalam aplikasi Telegram ini mudah diakses dan bergambung jadi anggota, karena bukan akun privat melainkan terbuka untuk umum. Dan terang-terangan menyediakan bule-bule berparas cantik dan berbodi aduhai. Tidak merambah wilayah Bali. Modusnya menyediakan open BO bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) khusus bule bule cantik.

 

Baca Juga: Di Jakarta, Perempuan BO tak Tampak ABG, Agresif Tawarkan Diri

Admin Diduga di Luar Negeri

Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali telah melakukan penyelidikan, namun admin grup esek-esek ini diketahui bernama Hanna diduga berada di luar Negeri.

Untuk diketahui, akun Beverly Babes berada dalam aplikasi Telegram ini mudah diakses dan bergambung jadi anggota, karena bukan akun privat melainkan terbuka untuk umum. Dan terang-terangan menyediakan bule-bule berparas cantik dan berbodi aduhai. Bisnis prostitusi online itu juga dijalankan di wilayah Bali. Modusnya menyediakan open BO bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) khusus bule bule cantik.

Dari riwayat, akun Beverly Babes pertama kali dibuat pada 6 Juni 2023. "VIP Escort (wanita panggilan kelas atas)," tertulis di bio grup itu.

Pun anggota grup mencapai ratusan orang. Saat ini di wilayah Bali terhitung ada 17 wanita bule berparas cantik yang dijajakan dengan tarif dan layanan yang bervariasi.Tertera tarif dalam foro bule cantik itu, mulai dari 350 dollar Amerika per jam untuk kategori Incall alias tempat yang disediakan, 400 dollar Amerika untuk outcall alias panggilan ke tempat yang diinginkan pemesan.

Bahkan ada yang mencapai tarif 2000 dollar Amerika untuk Overnight yakni durasi panjang atau menginap. Pun dalam biodata wanita yang diminati pria hidung belang.Seperti namanya Angelina, Karina atau Shasha yang disebut sebagai Super Model asal Russia. Bahkan tertera tinggi badan, ukuran dada, hingga jenis servicenya.

Wilayah kencan dicantumkan dalam bio. Di antaranya Seminyak, Uluwatu, Nusa Dua serta Canggu. Untuk memilih, pria hidung belang langsung memilih dalam galeri akun. Lalu berkomunikasi dengan diduga pemilik akun bernama @bh_hanna.Terpantau hingga saat ini, 112 orang anggota grup masih online atau disinyalir aktif mengakses layanan tersebut.

 

Perkuat Pengawasan Turis Asing

Ritual erotis yang dilakukan sejumlah WNA di Bali bikin heboh. Menparekraf Sandiaga Uno pun meminta agar PHRI dan ASITA ikut awasi jika ada penyimpangan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta asosiasi pariwisata ikut membantu memperkuat pengawasan turis asing di Bali.

Sandi menyatakan keprihatinannya terhadap praktik-praktik menyimpang di dalam kegiatan kepariwisataan yang menimbulkan rusaknya citra pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis adat bermartabat yang dikembangkan di Bali.

“Saya katakan ini perbuatan oknum, karena dari kegiatan kepariwisataan ini dilakukan oleh segelintir atau sebagian kecil. Kami sudah langsung bertindak menginvestigasi, mengevaluasi, dan melakukan rencana aksi,” ujarnya, mengutip laman Kemenparekraf.

Ada dua asosiasi pariwisata yang diminta Sandiaga untuk membantu memperkuat pengawasan turis asing di Bali, yakni Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"Dapat dipastikan ekosistem kami sekarang akan diperkuat, baik dari ASITA maupun PHRI," kata Sandiaga Uno saat ditemui di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/5) kemarin.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan, baik dari segi keabsahan dokumen keimigrasian (izin tinggal, visa, dan sebagainya), hingga izin kegiatan/keramaian.

Baca Juga: Dua Heli Militer Malaysia Tabrakan, 10 Kru Tewas

Ia pun memastikan bahwa event dan kegiatan di Bali yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman serta mendorong pergerakan ekonomi, tetap diselenggarakan dengan perizinan yang sesuai norma dan peraturan yang berlaku di Bali.

 

Awasi Perilaku Turis Asing

Kami berkoordinasi dengan Pemprov Bali juga dengan pihak kepolisian, imigrasi, dengan dukungan teknologi terkini, seperti face recognition, big data, untuk memastikan bahwa event dan kegiatan di Bali ini harus sesuai dengan arsitektur dari pariwisata ke depan yang fokus kepada taksu Bali. Dan untuk Bali sendiri kita sudah banyak dibantu oleh pemangku adat, oleh bendesa, desa-desa wisata, dan desa adat,” terang Sandi.

Sandi juga berencana akan mengkaji regulasi dan sanksi yang tepat bagi pelaku yang melakukan aksi serupa.

Sandiaga awalnya mengetahui ritual erotis WNA di Ubud setelah viral di media sosial (medsos). Karena itu, Sandiaga mendapatkan saran dari Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), bendesa adat di Ubud, serta masyarakat untuk saling mengawasi perilaku turis asing di Bali.

 

Meliuk-liuk Erotis

Sebelumnya diberitakan, video yang merekam sejumlah WNA di Bali sedang melakukan ritual aneh bernuansa erotis dan cabul. Ritual berbau pornoaksi itu dilakukan di sebuah vila di Ubud, Gianyar, Bali.

Dalam video itu, terlihat ada seorang pria brewok yang dipeluk sejumlah perempuan WNA berpakaian seksi. Mereka meliuk-liuk erotis sembari meraba-raba tubuh pria itu.

Selanjutnya ada sejumlah perempuan beradegan seperti menari. Ada yang berlutut dan menjulurkan lidah ke arah perempuan lainnya.

Beberapa wanita duduk di kursi dan meliuk-liuk erotis. Ada juga beberapa pria dan wanita berpelukan sembari menggerayangi lawan jenis di depannya.

 

Ritual Aneh Bernuansa Cabul

Polisi Bali bergerak untuk menyelidiki dugaan ritual aneh bernuansa cabul itu karena dinilai tidak sesuai dan menghargai nilai-nilai yang berlaku di Bali.

"Satreskrim Polres Gianyar sedang menyelidiki kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Sabtu. n bl/erc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU