Potensi Tembakau di Ngawi Menggiurkan, Pemkab Gelontor DBHCHT Rp 1 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani tembakau di Ngawi, Jawa Timur tengah menjemur tembakau hasil panen. SP/ NGW
Petani tembakau di Ngawi, Jawa Timur tengah menjemur tembakau hasil panen. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Mengingat potensi tembakau di Ngawi, Jawa Timur yang belakangan ini tengah bagus-bagusnya, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) turut mengoptimalkan produktivitas para petani tembakau tersebut.

Pemkab Ngawi akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk para petani tembakau disana. Lantaran, pengoptimalan produksi tembakau menjadi tujuan utama juga menaikkan sektor perekonomian.

''Ada anggaran Rp 1 M untuk mendukung produksi tembakau,'' kata Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi Hendro Budi Suryawan, Minggu (19/05/2024).

Diketahui, anggaran Rp 1 miliar merupakan dana bantuan intensifikasi tanaman tembakau. Sementara, dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk bantuan 2,5 juta bibit, 50 ton pupuk, dan sejumlah pestisida.

''Sumber anggaran dari DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau), diberikan ke 20 poktan (kelompok tani),'' terangnya.

Dia mengklaim bahwa potensi pasar tembakau Ngawi cukup tinggi. Tembakau hasil olahan petani Ngawi diminati beberapa pabrik rokok lokal maupun luar daerah. Harganya pun terbilang cukup bagus. Berkisar antara Rp 40-55 ribu per kilogram.

"Cuaca tahun ini akan mendukung produksi tembakau karena diprediksi kemarau kering,'' pungkasnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan data yang ada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, luasan lahan tanam tembakau tahun 2023 lalu mencapai 1.400 hektar dan menghasilkan sekitar 2.800 ton.

Luasan lahan tanam dan produktivitas tembakau Ngawi itu naik berlipat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu. Luas lahan tanam hanya 516 hektare yang menghasilkan sekitar 1.122 ton.

Sehingga, DKPP menargetkan luas tanam tembakau mencapai dua ribu hektare. Rata-rata per hektar menghasilkan dua ton tembakau. Menilik hasil tahun 2023, luas lahan tanam hanya kurang sekitar 600 hektar dari target. Sementara produktivitasnya hanya menyisakan 1.200 ton lagi.

''Akan segera kami cairkan, karena musim tanam akhir Juni dan awal Juli,'' ungkap Hendro. ngw-01/dsy

Berita Terbaru

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan Indonesia menghadapi kolaps di sektor perbankan dengan inflasi yang tinggi pada…

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang dua angka yang dianggapnya sebagai angka keberuntungan. Dia menyebutkan dua angka itu ialah 8…

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Memberikan atensi atas keluhan warga soal kualitas beras Bantuan Pangan Pemerintah (Banpang) di sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa…

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh…

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI..COM: Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran di negaranya.Langkah…

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif  Ilegal, untuk Pribadi

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif Ilegal, untuk Pribadi

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : KPK menemukan adanya tarif 'mempercepat' proses izin tinggal WNA dalam kasus pemerasan dan gratifikasi yang menjerat mantan Wamen Imipas…