KH Marzuki, Diduga Kandidat Rival Pragmatisnya Khofifah

author Raditya Mohammer Khadaffi

- Pewarta

Senin, 20 Mei 2024 19:55 WIB

KH Marzuki, Diduga Kandidat Rival Pragmatisnya Khofifah

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul harian kita edisi Senin (20/5/2024) lalu, "Golkar Anggap Khofifah Susah Dilawan." Saya menggunakan berita utama bukan sekedar aspek hard newsnya, untuk menarik pembaca. Saya menggunakan histori kultural Khofifah dan realita selama dia menjadi Gubernur Jatim didampingi Emil Dardak, Wakil Gubernurnya.

Apalagi Khofifah, saat Pilpres 2024, bisa tunjukan kinerja capaian suara Prabowo-Gibran. Saat menjadi anggota Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Khofifah, bisa raup suara menembus angka 16.716.603 atau 65,19 persen. Capaian ini d menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain. Capaian spektakuler.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK, Slip of the Tongue

Akal sehat saya bilang pernyataan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Sarmuji yang mengaku tidak yakin PKB akan membuat poros tandingan untuk melawan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Pilkada Jawa Timur.

Sehingga, Sarmuji berani mengatakan Khofifah sulit dilawan karena punya arus besar. Usai raup suara sebesar itu, DPW PKB Jatim memberi sinyal akan mendorong mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar di Pilgub Jatim 2024. PKB berbekal 27 kursi DPRD Jatim, siap mengadu Kiai Marzuki dengan Khofifah.

Menariknya pernyataan Sekretaris PKB Jatim Anik Maslachah yang mengatakan, pihaknya sejak lama berharap agar Kiai Marzuki mau maju di kontestasi Pilgub Jatim 2024.

Realistiskah usulan PKB? Akal sehat saya menyebut usulan menyorong Kiai Marzuki ini pragmatis dan rasional.

Pragmatis karena PKB "juara" pileg 2024 di Jatim. Rasional, sejauh ini belum ada parpol yang berkokok menjadi partner bersaing Khififah. PDIP saja yang selalu mencalonkan kadernya malah mendukung Khofifah. Padahal sebelum pilpres 2024, PDIP menyuarakan Risma.

 

***

 

Munculnya nama Kiai Marzuki dalam survei ARCI membuat PKB yakin bahwa Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang, itu bisa diterima publik Jatim.

Keyakinan PKB menjadikan Kiai Marzuki, kandidat "rival" Khofifah di pilgub Jatim 2024, katagori pragmatis. Mengapa?

seseorang yang ikuti aliran pragmatisme, ia cenderung berfikir praktis, sempit dan instan

Baca Juga: Menteri Bahlil Ancam Menteri, Diledek Mantan Menteri

Kesan saya, PKB menonjolkan sifat pragmatisnya, karena menginginkan Kiai Marzuki, segera tercapai tanpa mau berfikir panjang dan tanpa melalui proses yang lama, meraih kursi Gubernur Jatim.

Apalagi, saat ditanya alasan PKB mengisyaratkan akan mengusung Kiai Marzuki, Anang, menjawab ada keterkaitan dengan sejarah Pilpres 2024.

Saat itu, sebagai Ketua PWNU Jatim, Kiai Marzuki merapat ke paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang salah satu parpol pengusungnya adalah PKB.

Tak keliru bila ada yang menyebut bentuk balas budi dari PKB kepada Kiai Marzuki. Saat itu Kiai Marzuki harus dicopot dari (Ketua) PWNU, karena menunjukkan loyalitasnya pada 01. Padahal mayoritas pengurus PBNU, memiliki kecenderungan mendukung pada 02.

 

***

 

Baca Juga: "Dosa" Sekjen PDIP Hasto, Diincar dari Harun Masiku

Catatan jurnalistik saya, Kiai Marzuki, tokoh NU yang memiliki basis massa. Juga dihormati para kiai, seperti Khofifah. Pertanyaannya, menggunakan tolok ukur apa saja PKB memberikan isyarat akan mengusung KH Marzuki Mustamar maju di Pilgub Jatim 2024?. Apa tidak mengukur, Khofifah Indar Parawansa, yang selama ini unggul di sejumlah lembaga survei.?

Akal sehat saya menyebut terkait pragmatisme.

Secara pragmatis, memungkin sosok Kiai Marzuki di kontestasi Pilgub Jatim 2024 akan memecah ceruk suara NU. Cuma berapa persen? Hitungan realistis saya, pengaruh suara kalangan Nahdliyin tidak lebih 27%.

Orang rasional seperti saya bisa mengkalkulasi suara Kiai Marzuki maupun Khofifah yang sama-sama punya basis suara kuat di kalangan Nahdliyin. Prediksi saya Khofifah, bisa meraih suara yang dihasilkan untuk capres Prabowo-Gibran, 65,19 persen.

Akal sehat saya, PKB melirik basis massa Khofifah. Fakta yang tidak bisa diabaikan, Khofifah sangat kuat di basis Muslimat.

Hitungan rasional saya, meski KH Marzuki Mustamar, pernah punya jabatan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2018-2023, belum tentu kalangan Nahdliyin, samina wa athona pada KH Marzuki. Mari kita tunggu. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU