KH Marzuki, Diduga Kandidat Rival Pragmatisnya Khofifah

author Raditya Mohammer Khadaffi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul harian kita edisi Senin (20/5/2024) lalu, "Golkar Anggap Khofifah Susah Dilawan." Saya menggunakan berita utama bukan sekedar aspek hard newsnya, untuk menarik pembaca. Saya menggunakan histori kultural Khofifah dan realita selama dia menjadi Gubernur Jatim didampingi Emil Dardak, Wakil Gubernurnya.

Apalagi Khofifah, saat Pilpres 2024, bisa tunjukan kinerja capaian suara Prabowo-Gibran. Saat menjadi anggota Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Khofifah, bisa raup suara menembus angka 16.716.603 atau 65,19 persen. Capaian ini d menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain. Capaian spektakuler.

Akal sehat saya bilang pernyataan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Sarmuji yang mengaku tidak yakin PKB akan membuat poros tandingan untuk melawan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Pilkada Jawa Timur.

Sehingga, Sarmuji berani mengatakan Khofifah sulit dilawan karena punya arus besar. Usai raup suara sebesar itu, DPW PKB Jatim memberi sinyal akan mendorong mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar di Pilgub Jatim 2024. PKB berbekal 27 kursi DPRD Jatim, siap mengadu Kiai Marzuki dengan Khofifah.

Menariknya pernyataan Sekretaris PKB Jatim Anik Maslachah yang mengatakan, pihaknya sejak lama berharap agar Kiai Marzuki mau maju di kontestasi Pilgub Jatim 2024.

Realistiskah usulan PKB? Akal sehat saya menyebut usulan menyorong Kiai Marzuki ini pragmatis dan rasional.

Pragmatis karena PKB "juara" pileg 2024 di Jatim. Rasional, sejauh ini belum ada parpol yang berkokok menjadi partner bersaing Khififah. PDIP saja yang selalu mencalonkan kadernya malah mendukung Khofifah. Padahal sebelum pilpres 2024, PDIP menyuarakan Risma.

 

***

 

Munculnya nama Kiai Marzuki dalam survei ARCI membuat PKB yakin bahwa Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang, itu bisa diterima publik Jatim.

Keyakinan PKB menjadikan Kiai Marzuki, kandidat "rival" Khofifah di pilgub Jatim 2024, katagori pragmatis. Mengapa?

seseorang yang ikuti aliran pragmatisme, ia cenderung berfikir praktis, sempit dan instan

Kesan saya, PKB menonjolkan sifat pragmatisnya, karena menginginkan Kiai Marzuki, segera tercapai tanpa mau berfikir panjang dan tanpa melalui proses yang lama, meraih kursi Gubernur Jatim.

Apalagi, saat ditanya alasan PKB mengisyaratkan akan mengusung Kiai Marzuki, Anang, menjawab ada keterkaitan dengan sejarah Pilpres 2024.

Saat itu, sebagai Ketua PWNU Jatim, Kiai Marzuki merapat ke paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang salah satu parpol pengusungnya adalah PKB.

Tak keliru bila ada yang menyebut bentuk balas budi dari PKB kepada Kiai Marzuki. Saat itu Kiai Marzuki harus dicopot dari (Ketua) PWNU, karena menunjukkan loyalitasnya pada 01. Padahal mayoritas pengurus PBNU, memiliki kecenderungan mendukung pada 02.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, Kiai Marzuki, tokoh NU yang memiliki basis massa. Juga dihormati para kiai, seperti Khofifah. Pertanyaannya, menggunakan tolok ukur apa saja PKB memberikan isyarat akan mengusung KH Marzuki Mustamar maju di Pilgub Jatim 2024?. Apa tidak mengukur, Khofifah Indar Parawansa, yang selama ini unggul di sejumlah lembaga survei.?

Akal sehat saya menyebut terkait pragmatisme.

Secara pragmatis, memungkin sosok Kiai Marzuki di kontestasi Pilgub Jatim 2024 akan memecah ceruk suara NU. Cuma berapa persen? Hitungan realistis saya, pengaruh suara kalangan Nahdliyin tidak lebih 27%.

Orang rasional seperti saya bisa mengkalkulasi suara Kiai Marzuki maupun Khofifah yang sama-sama punya basis suara kuat di kalangan Nahdliyin. Prediksi saya Khofifah, bisa meraih suara yang dihasilkan untuk capres Prabowo-Gibran, 65,19 persen.

Akal sehat saya, PKB melirik basis massa Khofifah. Fakta yang tidak bisa diabaikan, Khofifah sangat kuat di basis Muslimat.

Hitungan rasional saya, meski KH Marzuki Mustamar, pernah punya jabatan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2018-2023, belum tentu kalangan Nahdliyin, samina wa athona pada KH Marzuki. Mari kita tunggu. ([email protected])

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…