PLN UIT JBM Amankan Penyaluran Listrik Ke Bali Untuk Penutupan KTT WWF

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Jumat, 24 Mei 2024 18:08 WIB

PLN UIT JBM Amankan Penyaluran Listrik Ke Bali Untuk Penutupan KTT WWF

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (WWF) ke - 10 di Bali berlangsung lancar dan berakhir esok hari. 

PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memastikan seluruh rangkaian event internasional sukses terselenggara hingga akhir, serta terus memantau seluruh sistem kelistrikan andal dalam menyediakan kebutuhan listrik.

Baca Juga: Dukung Dekarbonisasi di Sektor Industri, PLN Suplai Energi Hijau ke Perusahaan Fashion Global H&M Group

General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin menjelaskan, Selama masa siaga sejak 15 - 25 Mei 2024 petugas terus memantau kondisi keandalan sistem. 

“Seluruh peralatan sistem transmisi dalam pemantauan petugas, sehingga dapat segera ditangani jika terindikasi anomali. Agar dapat kembali optimal menjalankan fungsinya," terang Amiruddin.

Amiruddin menyebut pengamanan obvitnas (objek vital nasional) pada infrastruktur kelistrikan langsung dari aparat keamanan baik Kepolisian dan TNI. 

Baca Juga: PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Se-Kawasan Versi Fortune 500 Asia Tenggara

“Pengawalan TNI AL dilakukan mendampingi petugas PLN ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Jember kemarin (23/5) saat mengecek dan memperbaiki pelampung suar buoy utara dan selatan di jalur SKLT 150 kV Jawa Bali yang terletak di selat Bali antara Ketapang dan Gilimanuk. Suar buoy ini berada dalam pantauan operator Cable Head Ketapang dan berfungsi sebagai penanda bahwa di area pelampung ada kabel laut, sehingga kapal yang melintas tidak boleh menurunkan jangkar," terang Amiruddin.

Amiruddin menyampaikan pemantauan terus dilakukan pada seluruh kondisi peralatan untuk memastikan sistem transmisi aman. 

“Selat Bali ini memiliki intensitas gelombang laut yang deras, selain itu sebagai jalur transportasi kapal yang ramai sehingga pemantauan menjadi hal yang penting pada fungsi peralatan yang ditempatkan di lokasi laut untuk pengamanan kabel laut. Check point juga rutin dilakukan sehingga update kondisi peralatan dapat terpantau. Utamanya pada kondisi Cable Head yang berada di Selat Bali untuk menyalurkan kebutuhan listrik ke Bali dari sistem pembangkit Paiton," paparnya. 

Baca Juga: Masuk Jajaran 10 Besar, PLN Kalahkan Perusahaan Multinasional di Asia Tenggara

Selain itu Amiruddin juga mengajak masyarakat berpartisipasi menyukseskan gelaran WWF ke-10 di Bali hingga akhir. 

“PLN terus mengedukasi masyarakat tidak bermain layang-layang dekat jaringan transmisi sehingga tidak menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan jika layang-layang menyangkut pada jaringan. Dan jika masyarakat melihat hal yang mengkhawatirkan pada jaringan transmisi dapat langsung sampaikan laporan pada aplikasi PLN Mobile, sehingga dapat segera ditangani petugas dan sistem kelistrikan tetap aman," pungkas Amiruddin. Byb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU