Hindari Panaskan Motor Dalam Ruangan, Bahaya Banget!

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 26 Mei 2024 12:50 WIB

Hindari Panaskan Motor Dalam Ruangan, Bahaya Banget!

i

Ilustrasi. Bahayanya memanasi motor di dalam ruangan. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ritual memanaskan mesin motor masih dilakukan oleh sebagian pemilik dan pengendara motor. Memanaskan mesin bertujuan supaya oli bisa bekerja melumasi semua komponen yang berada di dalam mesin.

Meski kebanyakan orang pasti sering memanaskan kendaraannya di dalam ruangan, nyatanya, diklaim berbahaya. Lebih baik, pemotor tidak boleh melakukannya di dalam ruangan tertutup.

Baca Juga: Resmi Meluncur, Motor Listrik Saige SG-Max Dibanderol Rp 25 Juta

Sehingga, dikutip dari laman Wahana honda, Minggu (26/05/2024), beberapa hal yang perlu diperhatikan selama memanaskan sepeda motor, salah satunya terkait tempat memanaskannya. Yakni, pertama, usahakan pilih tempat yang lapang. 

Dan jangan terlalu dekat dengan dinding atau tembok. Karena pada saat pemanasan, otomatis lampu utama akan menyala jika mesin dihidupkan. Bila posisi motor terlalu dekat tembok, maka tingkat panasnya akan memantul ke reflektor lampu itu sendiri. 

Baca Juga: BYD dan CATL luncurkan baterai Pengisian Cepat 6C Akhir 2024

Jika motor dipanaskan dalam ruangan, pantulan cahaya pada dinding tembok juga dapat merusak atau membuat bagian mika pada lampu depan meleleh akibat terlalu panas. Hal lain, akibat reflektor meleleh menyebabkan bohlam lampu motor putus.

Kedua, sebaiknya memanaskan motor juga jangan terlalu lama. Cukup sekitar 3 sampai 5 menit. Dan ketiga, memanaskan motor sebaiknya dilakukan di luar ruangan. 

Baca Juga: Raihan Positif Penjualan Honda Naik 54% per Mei, Brio Paling Laris

Sebab, gas buang kendaraan mengandung berbagai kandungan berbahaya bila terhirup dan masuk ke tubuh. Seperti gas karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan timbal.

Panas yang dihasilkan tidak terbuang ke udara, malah akan mengumpul di dalam ruangan tersebut. Ini jelas berbahaya bila terhirup manusia, apalagi oleh anak-anak. jk-04/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU