Kemeriahan Puncak Perayaan HLUN 2024 di Dinsos Jatim

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Rabu, 29 Mei 2024 19:22 WIB

Kemeriahan Puncak Perayaan HLUN 2024 di Dinsos Jatim

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Puncak perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, pada Rabu, (29/5/2024) ini, berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 400 orang.

Acara puncak yang diadakan di Kantor Dinsos Jatim itu juga turut dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Ketua DPRD Jatim, dan Kapolda Jatim.

Baca Juga: Dinsos Jatim Luncurkan e-JSC untuk Penjangkauan Masalah Sosial

Serta Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Ketua Pengadilan Tinggi Jatim, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Walikota Surabaya, Walikota Pasuruan, dan Bupati Blitar.

Tak ketinggalan pimpinan dari OPD Provinsi Jatim, kepala Dinsos kabupaten/kota se-Jatim, pimpinan rumah sakit, perusahaan stakeholder, dan ketua komunitas lansia di Jatim.

Semakin meriah, kegiatan ini dibuka dengan berbagai pentas seni yang menampilkan tari-tarian tradisional, nyanyian, hingga fashion show, semuanya dibawakan oleh para lansia, disebut sebagai ‘Pentol Lansia’. Dinsos Jatim juga menghadirkan pelawak Cak Percil CS untuk menghibur para hadirin.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menyampaikan bahwa peringatan HLUN ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas semangat dan peran penting para lanjut usia.

"Acara ini didasarkan pada Undang-undang No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, dengan tema Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat," kata Novi.

Dinsos Jatim telah menyambut HLUN sejak satu minggu sebelumnya dengan mengadakan berbagai acara seperti ‘Sate Lansia’ (wisata edukatif rekreatif lansia), ‘Bakso Lansia’ (bakti sosial lansia), dan ‘Takwa Lansia’ (talkshow ketawa lansia).

"Peringatan HLUN-28 kali ini tidak hanya menjadi momen perayaan tetapi juga sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian terhadap kesejahteraan lansia di Jatim," ungkap Novi.

Baca Juga: Dinsos Jatim Gelar Sinergitas Pilar Sosial, Perkuat Kolaborasi Tangani PPKS

Disisi lain, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono juga sangat mengapresiasi kreativitas Dinsos Jatim dalam mengemas peringatan HLUN 2024 ini. Adhy menegaskan pentingnya pelayanan program nyata untuk lansia agar masyarakat semakin peduli pada mereka.

"Wujudkan pula dengan pelayanan program yang nyata untuk lansia di Jatim. Agar masyarakat juga tergugah, bisa semakin peduli pada lansia," kata Adhy.

Selain itu, Adhy bersama Kepala Dinsos Jatim menyerahkan penghargaan kepada kepala daerah yang memberikan perhatian intensif kepada lansia dan Karang Werda Berprestasi tingkat Provinsi Jatim.

Bantuan PKH Plus, bantuan permakanan, dan alat bantu mobilitas juga disalurkan kepada para lansia penerima.

Peringatan ini juga dimeriahkan dengan ‘Salam Lansia’, sebuah gerakan sayang lansia di mana generasi muda mempersembahkan 2800 bunga mawar merah kepada para lansia.

Baca Juga: Angka DTKS di Madiun Turun Jadi 348.912 Jiwa

Bunga mawar juga diberikan secara langsung oleh Kepala Dinsos Jatim kepada ibundanya di tengah acara. Selain di kantor Dinsos Jatim, ‘Salam Lansia’ juga dilaksanakan di tujuh UPT PSTW dan berbagai fasilitas publik.

Lebih menariknya lagi, terdapat ‘Bakmi Lansia’ atau bazar kebutuhan kaum lansia yang diisi oleh UPT PSTW, Karang Werda, dan komunitas lansia di Jatim. Di tengah bazar, tersedia pula skrining katarak gratis dari Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jatim dan pemeriksaan gigi gratis dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair.

Selain itu, Adhy juga menceritakan secara singkat mengenai sejarah ditetapkannya 29 Mei sebagai HLUN. Dari kisah itu, Adhy menegaskan, keberadaan lansia bisa memberikan kontribusi yang besar akan kemajuan bangsa Indonesia.

"Sehingga dalam hal ini, kami menekankan bahwa lansia bukanlah seperti yang diperkirakan, lansia itu menyulitkan, tidak berdaya. Tapi sesungguhnya, mereka selama hidupnya itu juga bekerja dan berkarya secara luar biasa untuk negara," pungkasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU