Jokowi, Lirik Kapolri untuk Kawal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tampang Pegi, yang diduga sebagai otak pembunuhan Vina di Cirebon yang kini telah ditahan di Polda Jabar.
Tampang Pegi, yang diduga sebagai otak pembunuhan Vina di Cirebon yang kini telah ditahan di Polda Jabar.

i

Pro-Kontra Pengacara Hotman Paris vs Dirkrimum Polda Jabar, atas Kasus Pembunuhan Vina dan Kekasihnya

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, Eky, makin runyam. Presiden Joko Widodo sampai ikut cawe-cawe. Jokowi meminta Polri untuk terus mengawal dan mengusut kasus tersebut secara transparan.

Hal ini sempat ditanyakan ke Jokowi usai meninjau Pasar Lawang Agung, Sumatera Selatan, Kamis (30/5/2024).

"Tanyakan ke Kapolri. Saya sudah menyampaikan agar kasus itu betul-betul dikawal dan transparan, terbuka semuanya. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi," kata Jokowi sambil melirik kepada Kapolri Listyo Sigit, disela-sela meninjau Pasar Lawan Agung di Sumatera Selatan.

Cawe-cawe Jokowi setelah pengacara Hotman Paris menyebut lima dari enam terpidana kasus pembunuhan Vina menyatakan Pegi Setiawan bukan bagian dari pelaku.

Beda dengan pernyataan Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan. Dirkrimum mengatakan buron dalam kasus ini hanya ada satu, yakni Pegi. Dan kini, sudah ditangkap. Delapan tersangka lainnya sudah diadili dan menjalani hukuman penjara.

"Kami meyakinkan bahwa lima keterangan berbeda dari tersangka itu ada yang menerangkan lima, ada yang menerangkan satu, kami lakukan penyelidikan lebih mendalam," ujar Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan dalam konferensi pers di Polda Jabar, pada keterangannya Minggu (26/5/2024).

 

Dua DPO Dihapus

Hotman yang juga merupakan kuasa hukum keluarga Vina ini menyebut para terpidana dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Karena ternyata sebelum Pegi ditetapkan sebagai pelaku DPO yang tertangkap sudah di-BAP enam terpidana dan lima menyatakan bukan Pegi pelakunya, hanya satu yang mengatakan Pegi pelaku," kata Hotman kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu (29/5).

Hotman menyampaikan pihak keluarga Vina pun menyatakan seharusnya kepolisian melakukan penyidikan secara menyeluruh sebelum menetapkan Pegi sebagai tersangka.

Apalagi, lanjut Hotman, kepolisian menghapus dua nama yang masuk dalam DPO. Menurut pengacara yang dijuluki pengacara kondang ini, dengan dihapus dua nama menduga, Polda Jabar ingin cepat menutup kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky.

"Kalau Polda Jabar belum berhasil menemukan dua pelaku DPO, ini jangan dibilang fiktif dong. Itu sama aja mau menutup cepat perkara ini," lanjut Hotman.

Perkataan Hotman ini mengacu pada berkas pengadilan kasus pembunuhan Vina dengan delapan terpidana yang telah inkracht oleh Mahkamah Agung.

"Itu di berkas-berkas ini mereka ada. Cara memerkosanya ada. Cara mukulnya diuraikan disini. Bagaimana itu dua DPO dibilang fiktif. Apalagi dalam fakta persidangan, para terpidana itu tidak ada indikasi saling melempar kesalahan kepada tiga DPO," ucap Hotman sambil menunjukkan tumpukan bukti hukum.

Di sisi lain, Hotman juga mendorong agar Polda Jabar menjelaskan secara gamblang hasil BAP yang baru dilakukan dengan para terpidana. Berdasarkan informasi yang Hotman dapatkan, lima dari enam terpidana yang baru di-BAP lagi mengatakan, Pegi Setiawan atau Perong bukan pembunuh Vina yang selama ini dicari. Hanya satu terpidana yang mengatakan bahwa Pegi terlibat dalam aksi pembunuhan Vina.

"Lima terpidana ini mengatakan bukan pegi pelakunya, hanya satu (terpidana) yang mengakui (Pegi terlibat)," ujar Hotman.

 

Pertanyakan Pegi

Sementara Marliana, kakak kandung Vina yang mewakili keluarga Vina, juga mempertanyakan status Pegi sebagai tersangka. Ia meminta polisi tak tergesa-gesa menetapkan Pegi sebagai tersangka.

"Saya meminta kepada kepolisian untuk jangan tergesa-gesa. Diselidiki dulu lebih lanjut baru menetapkan. Sebab apalagi polisi langsung mengapus dua nama pelaku dari DPO dan menyebut hanya satu pelaku yang belum ditangkap dan dua (DPO) tidak ada atau fiktif. Kami keluarga kaget. Kami mohon kepolisian menindaklanjuti lagi yang detail," kata Marliana.

 

Pegi Kuli Bangunan

Tak hanya pihak keluarga Vina, teman-teman Pegi Setiawan sesama kuli bangunan juga heran dengan sikap kepolisian dan mempertanyakan penetapan tersangka pembunuhan Vina.

Seperti diketahui, Polda Jabar menyebut Pegi Setiawan adalah seorang kuli bangunan, dan tidak pernah menjadi geng motor. Padahal, saat kejadian, yang menewaskan Vina dan kekasihnya Eky, diduga sekelompok geng motor.

Seperti dikutip Surabaya Pagi dari DetikJabar, Kamis (30/5/2024), tiga teman Pegi yang kuli bangunan, yakni Suharsono, Suparman dan Ibnu menyakinkan bahwa saat kejadian pembunuhan Vina, Pegi tidak berada di Cirebon.

"Saya yakin betul kalau Pegi, saat tanggal kejadian itu, Pegi posisinya nggak di Cirebon. Jadi yakin kalau Pegi bukan pelaku," ungkap Suparman.

Kini, ketiga teman Pegi sudah mendapat surat panggilan permintaan keterangan oleh Polda Jabar sebagai saksi Pegi. "Kita sudah mendapat surat panggilan. Isinya sih minta kami datang ke sana (Polres Cirebon Kota) untu kasih keterangan. Jadi saya akan berikan kesaksian apa adanya," lanjut teman lain, Suharsono.

 

Keyakinan Polda Jabar

Polda Jawa Barat merespons isu penangkapan Pegi Setiawan alias Perong di kasus pembunuhan Vina. Polisi pun menegaskan Pegi adalah pelaku dari kasus yang terjadi di Cirebon 2016 lalu.

"Kita yakinkan bahwa PS adalah ini. kita sudah menyita sejumlah dokumen terkait dengan identitas, baik KK maupun ijazah. Kita yakinkan bahwa ini adalah PS alias Pegi Setiawan," kata Dirrkrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan.

Surawan juga merespons pernyataan bahwa Pegi adalah korban salah tangkap dan dinarasikan sengaja dikorbankan. Menurut Surawan, setelah didalami, hanya Pegi yang menjadi DPO dari kasus pembunuhan Vina Cirebon.

"Perlu saya sampaikan di sini bahwa tidak ada anak pejabat terlibat di sini. Kami sangat koperatif dan transparan terkait penyidikan ini. DPO ya hanya satu, yaitu PS," tuturnya.

"Terkait apapun yang disampaikan, ya itu terserah, silakan. Kami tetep berpengan atau berpatokan pada fakta penyidikan, jadi kita tidak berasumsi apapun di medsos terhadap penyelidikan yang kita lakukan. Kkita berpedoman kepada fakta bukan asumsi," tegasnya. erk/jk/cb/rmc

Berita Terbaru

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…