SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
Riset ini menyajikan harga property dan rata-rata rumah di Indonesia, Juni ini naik sangat mahal.
Ini laporan yang berjudul "Ribut Soal Tapera: Kebijakan "Harga Mati" untuk Turunkan Angka Kekurangan Perumahan Nasional?" khusus ditulis tim peneliti LPEM FEB UI, yakni Yusuf Sofiyandi Simbolon, Yusuf Reza Kurniawan, Nauli A. Desdiani, dan Firli W. Wahyuputri.
Menurut laporan yang diterima Surabaya Pagi, Selasa (11/6) tersaji tabel Rata-rata Perbandingan Harga Rumah dengan Total Pendapatan Pertahun. Ternyata, kota dengan harga rumah tertinggi di Indonesia adalah kota Medan.
Rata-rata harga rumah di Medan setara dengan 23,5 kali rata-rata pendapatan tahunan.
Posisi Kedua Surabaya
Posisi kedua disusul Surabaya dengan harga rata-rata rumah sebesar 21,33 kali gaji, Batam dengan 20,94 kali gaji, dan Makassar dengan 19,78 kali gaji.
Untuk Jakarta sendiri berada di posisi ke-5 dengan harga rata-rata rumah setara dengan 19,76 kali, Denpasar 16,9 kali, Tangerang 15,77 kali, dan Bogor 15,56 kali rata-rata pendapatan tahunan. Sedangkan, harga rumah termurah dipegang oleh Malang seharga 11,91 kali gaji.
Dengan adanya hasil riset ini, kita harus menelan kenyataan pahit bahwa tingginya angka backlog di Indonesia bukan hanya karena pengembang enggan membangun banyak rumah murah bagi masyarakat menengah dan bawah, melainkan juga disebabkan harga lahan yang tinggi, biaya konstruksi yang meningkat, dan kebijakan pembiayaan yang belum optimal.
Angka backlog di Indonesia sendiri masih sangat tinggi. Pada 2023 angkanya justru naik mencapai 12,7 juta unit rumah, dari yang sebelumnya 11,6 juta di tahun 2022.
Rumah di Singapura Lebih Mahal
Chief Executive Officer (CEO) Qonex Indonesia Solusi Marine Novita Marine Novita menjelaskan, saat ini home ownership rate di Jakarta mencapai 50,7% pada tahun 2022. Ini terkait program pemerintah hingga insentif fiskal kerap dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong industri properti.
Jika dibandingkan dengan negara Singapura yang memiliki harga rumah lebih mahal, home ownership di Singapura bahkan sebesar 89,3% pada tahun 2022. Artinya, hampir seluruh masyarakat di Singapura sudah memiliki hunian tetap.
Berdasarkan situs properti Rumah123.com, terbaru, ditemukan hunian tipe 36/60 dengan banderol Rp500 jutaan.
Beberapa tahun lalu, harga rumah tipe yang sama masih Rp400 jutaan dan bisa jadi harganya masih terjangkau.
Ada sejumlah hal yang membuat harga hunian terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga sulit disaingi kenaikan penghasilan. Kenaikan inflasi ikut mendongkrak kenaikan harga properti. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham