Warga di Magetan ‘Mumet’, Elpiji 3 KG Makin Langka dan Meroket Rp 25 Ribu

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 20 Jun 2024 11:30 WIB

Warga di Magetan ‘Mumet’, Elpiji 3 KG Makin Langka dan Meroket Rp 25 Ribu

i

Ilustrasi. Warga di Magetan, Jawa Timur mengeluhkan stok elpiji yang mulai langka dan harganya naik lagi. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Langkanya elpiji 3 kg dimana-mana juga dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Kartoharjo, Magetan. Pasalnya, selain gas melon itu sulit didapat, harganya pun juga ikut naik di tingkat pengecer disebut mencapai Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu.

Salah seorang warga RT 7, Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Emi (43) mengungkap, kesulitan mencari elpiji 3 kg sudah dirasakan selama 2 pekan terakhir. Bahkan harganya juga naik.

Baca Juga: Harga Tomat Terjun Bebas hingga Rp 800 per Kg, Petani Pasrah

"Mumet (pusing) sudah muter-muter ini cari elpiji buat masak tapi belum dapat. Semua kosong di toko-toko sekitar sini. Kemarin baru dapat harga Rp 24 ribu dan pernah Rp 25 ribu," ujar Emi (43), Kamis (20/06/2024).

Bahkan, saking langkanya, terkadang untuk mendapatkan elpiji melon itu Emi sampai meminta sang suami membelikan di Madiun atau di Ngawi. "Ini kemarin titip suami saya suruh beli di daerah Ngawi waktu pulang kerja," imbuhnya.

Baca Juga: Kemarau Basah, Petani Tembakau di Sidorejo Magetan Ketar-ketir

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Eni (40), pemilik toko lainnya di Desa Sukowidi. Dia terpaksa menyimpan tabung elpiji miliknya karena kosong.

"Masih saya simpan ini, sementara kosong. Tabung sudah seminggu. Kulakan juga kosong," kata Eni sambil memindahkan tabung kosong elpiji 3 kg.

Baca Juga: Penjahit di Magetan Kebanjiran Orderan Seragam Sekolah

Sebanyak puluhan toko di hampir semua desa yang ada di Kecamatan Kartoharjo, Magetan menumpuk tabung kosong elpiji 3 kg. Seperti di Desa Sukowidi, Pencol, Ngelang, Gunungan, Jajar, serta Karangmojo. Senasib juga, di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Barat, Magetan. Mulai dari Desa Tebon, Mancung, Karangsono, Panggung, Mangge, dan Blaran. mgt-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU