12 Hari Operasi Pekat Semeru 2024 Polda Jatim Panen Tangkapan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 20 Jun 2024 18:41 WIB

12 Hari Operasi Pekat Semeru 2024 Polda Jatim Panen Tangkapan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selama 12 hari Operasi Pekat Semeru 2024, anggota polres jajaran dan Polda Jatim berhasil mengamankan 1.120 orang tersangka kejahatan jalanan curanmor, curas dan pencurian dengan pemberatan (Curas).

Ribuan tersangka itu, merupakan hasil pengungkapan 1.380 kasus yang dilaporkan masyarakat di seluruh kabupaten kota Jatim. 

Baca Juga: Dirlantas Polda Jatim Raih Penghargaan Best Innovator Level Asia

Kemudian, 316 orang tersangka merupakan kasus sesuai dengan target operasi (TO), kemudian 804 orang tersangka lainnya merupakan tersangka bukan TO. 

Operasi tahun 2024 ini, berhasil mengungkap 100 persen TO, dengan jumlah 270 kasus. Dan untuk kasus non-TO mencapai persentase sekitar 420 persen, dengan jumlah 1.110 kasus. 

Perbandingan trend gangguan kamtibmas pada periode Operasi Sikat tahun 2023, dibanding dengan periode Operasi Sikat tahun 2024 mengalami penurunan 6,65 persen.

"Pertama soal curas yang selalu kami bisa ungkap, mereka memakai modus operandi Sajam. Rata-rata mengancam para korban memakai sajam," pungkasnya. 

Lalu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, pencurian motor merupakan kasus terbanyak yang berhasil diungkap oleh anggota jajaran Polda Jatim. 

Jumlah kasus pencurian motor (Curanmor) yang berhasil diungkap, sebanyak 605 kasus. Kemudian, disusul kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) 503 kasus. 

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan petugas berhasil mengamankan salah satu komplotan maling bersenjata bom bondet yang beraksi di Pasuruan dan Sidoarjo.

Baca Juga: Dugaan Penggelapan dan Penipuan Terhadap Lansia di Batu, Polda Jatim Tetapkan 2 Tersangka

Ia adalah SF (30) sudah beraksi di dua lokasi, yakni Kecamatan Grati, Pasuruan, pada 2021, dan Kecamatan Krembung, Sidoarjo, pada 2022.

Saat merasa terdesak, lanjut Totok, Tersangka SF dan komplotannya tak segan melukai korban atau warga lain yang menghalangi aksi kejahatan mereka. 

"Ada kasus menonjol di 2 TKP yakni kasus Curas. TKP pertama di Pasuruan tahun 2021, TKP kedua di Krembung, Sidoarjo tahun 2022," ujar Totok Suharyanto, saat konferensi pers di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Kamis (20/4/2024). 

Sementara itu, Tersangka SF mengaku dirinya bertugas sebagai joki motor sarana aksi dalam menjalankan aksi pencurian tersebut. 

Baca Juga: Dua Jambret yang Tewaskan Mahasiwa UNESA Adalah Residivis

Sedangkan eksekutornya merupakan temannya yang berinisial BS, namun kini masih buron atau dalam pengejaran anggota kepolisian.

Menurut Tersangka SF, Sosok BS juga yang memiliki pasokan bom bondet untuk persenjataan selama beraksi. 

Bahkan, termasuk juga bertugas untuk menjualkan motor hasil pencurian yang diperoleh setiap kali beraksi.

"Yang beli bondet teman saya BS, tapi yang nyetir saya," jelasnya. S-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU