Buntut Gejolak di FK Unair, Kampus Fakultas Kedokteran Sepi

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 21:54 WIB

Buntut Gejolak di FK Unair, Kampus Fakultas Kedokteran Sepi

i

Suasana Fakultas Kedokteran Unair di Jalan Prof Dr. Moestopo 47 Surabaya, Jumat (5/7/2024) kemarin paska aksi yang menolak Dekan FK Unair diberhentikan, tampak sepi dan tak terlihat adanya mogok. SP/Aini

Prof Nasih Malah Tertawa, Ditanya SK Pemecatan Prof Budi Santoso, Dekan Fakultas Kedokteran Unair

 

Baca Juga: Pencopotan Dekan FK Unair Hanya Sepekan, Rektor Unair Masih Tertutup Alasan Pecat Prof Budi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ancaman dari guru besar Profesor bedah saraf Unair dr Abdul Hafid Bajamal, mogok belajar dan mengajar, ternyata tak terbukti pada Jumat (5/7/2024).

Saat Surabaya Pagi melongok kampus Fakultas Kedokteran Unair Jumat (5/7/2024) pukul sejak pukul 10.00, usai sholat Jumat, pun tampak sepi. Kegiatan administrasi kemahasiswaan dilayani. Sepinya kampus belum dipastikan ikuti arahan Profesor dr Abdul Hafid Bajamal, atau memang ada libur.

Dari pantauan langsung, gedung Fakultas Kedokteran tertua ke-2 di Indonesia tampak sepi. Tidak terlalu banyak mahasiswa yang berlalu lalang. Namun, hanya ramai secara bersautan suara konstruksi renovasi gedung tersebut. Serta tampak beberapa tukang bangunan sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ruang Wakil Dekan FK UNAIR pun, juga tampak sepi. Meski demikian, di parkiran mobil berjajar rapi kendaraan Wakil Dekan I, II, dan III.

Ruang Dekan di A120, yang biasanya ditempati oleh Prof BUS juga terlihat tak berpenghuni. Namun, terlihat kendaraan dinas sedan berplat merah diam disudut parkiran mobil Dekan.

Ketua Unit Komunikasi & Informasi Publik (KIP), Dr. Reny I'tishom, M.Si, menyampaikan bahwa aktivitas belajar mengajar maupun pelayanan mahasiswa di lingkungan FK UNAIR berjalan seperti biasanya. Tidak ada aksi mogok seperti orasi yang disampaikan oleh Prof Hafid.

Dosen Departemen Biologi Kedokteran, yang kerap disapa Ishom itu, juga mengaku kalau kampus tampak sepi karena mahasiswa libur semester atau perkuliahan hingga Agustus 2024.

"Saat ini masih libur kuliah dan dosen FK masih tetap masuk serta melakukan aktivitas termasuk ujian proposal dan tugas akhir," kata Ishom, dikonfirmasi oleh Surabaya Pagi, Jumat (5/7/2024).

Namun, ketika dikonfirmasi terkait pemegang wewenang sebagai pemangku kebijakan tertinggi di FK saat ini, Ishom memilih bungkam. Karena memang belum ada konfirmasi secara resmi dari pihak Universitas.

Sementara itu, salah satu satu mahasiswi yang ditemui Surabaya Pagi, yang tidak ingin disebutkan namanya itu membenarkan jika saat ini masa libur semester. "Iya ini pada libur mbak, yang masuk rata-rata yang sedang ada tugas akhir saja," ungkapnya.

Tak hanya itu, staf atau pegawai sub pendidikan akademik yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengaku bahwa kegiatan pelayanan untuk mahasiswa masih berjalan normal.

"Masih normal, pelayanan untuk mahasiswa tetap jalan seperti biasa. Kami melayani pendidikan tidak boleh berhenti begitu saja. Kalau jam operasional juga masih sama, kami mulai jam 8 sampai 16.30," ucap pria berusia sekitar 50 tahunan itu.

Beberapa mahasiswa dan dosen yang ditemui Surabaya Pagi mengataka lenggangnya kampus bukan karena mogok tapi karena memang libur semester.

Disisi lain, karangan bunga dari para kolega yang mendukung Prof BUS yang sempat memenuhi halaman Gedung FK Unair, tampak sudah dibersihkan.

 

Rektor Bertanya ke Media

Rektor Universitas Airlangga , Prof M Nasih masih enggan bicara soal pemecatan Budi Santoso dari posisi Dekan Fakultas Kedokteran (FK).

Ditemui usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Ulul Azmi, Kampus C Unair, Nasih justru mempertanyakan mengapa media menulis pemecatan itu meski belum mendapatkan salinan Surat Keputusan (SK) Rektor perihal pemecatan Budi.

Baca Juga: Gejolak Pencopotan Dekan FK Unair Berlanjut, Prof BUS Melawan Rektor Unair

"Ya kalau enggak ada, ya jangan ditulis lho. Enggak tahu SK-nya kok ditulis, gimana," kata Nasih sembari tertawa, Jumat (5/7).

Nasih belum mau banyak berkomentar soal masalah itu. Juga termasuk apa dasar pemecatan dan kronologi pemecatan Budi.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini mengatakan masalah tersebut akan ia selesaikan bersama jajaran pimpinan Unair lainnya. Saat ditanya apakah ia telah menyiapkan sosok pengganti Budi, Nasih mengaku belum membahasnya.

"Sorry-sorry enggak ada statement nanti segera kami selesaikan bersama. Enggak ada [pengganti Budi], belum ada apa-apa ya," katanya.

 

Asal Ancaman Mogok Belajar

Ancaman mogok belajar dan mengajar itu disampaikan Bajamal saat orasi

di depan ratusan civitas academica FK Unair. Civitas itu menggelar aksi solidaritas menyikapi pemecatan Dekan Budi Santoso, Kamis (4/7). Aksi itu dihadiri oleh para guru besar, sejawat dokter, pengajar, alumni, hingga mahasiswa aktif FK Unair. Hadir pula mantan Rektor Unair 2001-2006 dr Puruhito.

"Di sini saya berdiri sebagai warga FK Unair, selain juga sebagai mantan rektor. Saya hari ini sangat berduka cita mendengar apa yang telah diputuskan Rektor Unair terhadap dekan kita Profesor Bus (Budi Santoso)," kata Puruhito saat orasi di depan gedung FK Unair.

Menurut dia, tindakan pimpinan Unair memecat Budi tidak sesuai dengan prosedur, salah satunya dalam Pasal 53 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Unair.

Baca Juga: Buka Forum Diskusi, Sudah Layakkah Datangkan Dokter Asing

 

Aturan Pemberhentian Dekan

Pasal itu menjelaskan dekan atau wakil dekan di Unair bisa diberhentikan karena berakhir masa jabatannya; meninggal dunia; mengundurkan diri; sakit yang menyebabkan tidak mampu bekerja secara permanen.

Kemudian, dekan atau wakil dekan juga bisa dicopot bila sedang studi lanjut; dan/ atau dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana penjara.

"Prof Bus belum waktunya untuk mengundurkan diri, belum selesai masa jabatannya. Prof Bus masih sehat, Prof Bus tidak sakit, Prof Bus tidak studi lanjut, Prof Bus tidak mundur, Prof bus juga tidak masuk penjara atas keputusan pengadilan yang tetap," ucap Puruhito.

"Ketidakadilan dilakukan terhadap Prof Bus (Budi Santoso). Kita akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan dan bagian staf FK saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini," kata Profesor dr Abdul Hafid Bajamal.

 

Pencopotan Dekan Tidak Berdasar

Jamal mengatakan keputusan Rektor Unair yang mencopot Budi sebagai Dekan FK Unair tidak berdasar. Pasalnya, Budi tak sedang sakit atau tersangkut kasus hukum, hingga membuatnya bisa diberhentikan.

"Saya tanya kepada saudara-saudara, apakah Prof BUS melakukan tindakan asusila? Apakah Prof BUS melanggar hukum? Apakah Prof BUS teroris? Apakah Prof BUS melakukan korupsi? Cukup buat kita," ucapnya. n ain/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU