Pertama Kalinya, Tesla Model Y Berpotensi Jadi Mobil Dinas di China

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 07 Jul 2024 13:44 WIB

Pertama Kalinya, Tesla Model Y Berpotensi Jadi Mobil Dinas di China

i

Tesla Model Y, terlaris dan berpotensi masuk jadi kendaraan dinas pemerintahan di China. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, Tesla Model Y yang diklaim mobil paling laris dalam daftar kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV) berpotensi dibeli dan menjadi kendaraan dinas Pemerintah di Tiongkok, China.

Disitat dari media resmi China, Paper pada Minggu (07/07/2024), mobil dinas China dari Tesla ini, menjadi yang pertama kalinya setelah model pabrikan asal Amerika Serikat ini telah memenuhi syarat untuk pembelian pemerintah China.

Baca Juga: Daihatsu Cetak Rekor Muri, Servis Serentak 1.000 Km di Seluruh Indonesia

Selain Tesla Model Y yang dibuat di pabrik Tesla di Shanghai dan Volvo Cars XC40, 54 batch lainnya adalah kendaraan listrik dan hibrida bermerek China. Sedangkan Volvo Cars dimiliki oleh produsen mobil China, Zhejiang Geely Holding Group.

Baik pemerintah maupun media China tidak menyebutkan jumlah uni Tesla Model Y yang dapat dibeli pemerintah provinsi Jiangsu. Namun, mobil listrik Tesla sendiri dilarang memasuki beberapa kompleks pemerintahan dan militer di China. Namun, pembatasan tersebut sudah dicabut setelah mendapat dukungan dari asosiasi industri otomotif terkemuka di negara tersebut. 

Baca Juga: Makin Berani, Mitsubishi Incar 60 Persen Pangsa Pasar Triton Baru

Diketahui, beberapa waktu lalu, mobil tesla sempat dilarang masuk ke kompleks pemerintahan dan militer di China. Namun pembatasan tersebut dicabut setelah mendapat dukungan dari asosiasi industri otomotif Negeri Tirai Bambu. 

Tampaknya kunjungan CEO Tesla, Elon Musk ke Tiongkok pada akhir April untuk bertemu Perdana Menteri Li Qiang tampaknya membuahkan hasil. China telah meningkatkan dukungannya terhadap Tesla, yang berencana membangun pusat pelatihan data dan meluncurkan perangkat lunak Full Self Driving di negara tersebut tahun ini, meskipun ada ketegangan dengan Amerika Serikat terkait persaingan teknologi.

Baca Juga: Tawarkan Kemewahan Berkelas, Mazda CX-60 Pro Dibanderol Rp 700 Jutaan

Sementara itu, saat ini Tesla juga tengah memperbarui sistem pengisian cepat baterai Cybertruck. Pasalnya, banyak pemilik yang mengatakan pengisian daya truk bertenaga baterai asal Amerika Serikat ini masih kalah dibanding kompetitornya. Cybertruck ini akan hadir melalui pembaharuan over the air (OTA). Sehingga sistem pengisian kendaraan komersial bertenaga baterai ini bisa meningkat. jk-06/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU