Erick Disodok Menkeu, BUMN-nya Mismanagement, Usut!

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 07 Jul 2024 20:58 WIB

Erick Disodok Menkeu, BUMN-nya Mismanagement, Usut!

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menteri BUMN Erick Thohir menepis tudingan soal penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN sakit. Sebanyak 21 BUMN masih dalam kondisi sakit. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang menangani masalah itu memutuskan untuk 'mematikan' 8 dari BUMN yang sakit.

Jumlah Perusahaan BUMN pada Tahun 2024, ada sekitar 142 hingga 147 BUMN yang beroperasi di berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kader NU 'Mesra' Pada Israel, 'Abaikan' Konstitusi RI

Saat ini Kementerian BUMN mencatat, ada 14 perusahaan yang sakit.

Nasib ke-14 perusahaan tersebut tengah dikaji oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Bila 14 perusahaan ini tidak dapat diselamatkan maka Kementerian BUMN akan kembali melakukan penutupan.

Daftar 14 BUMN Sakit Jadi Pasien PPA diantaranya PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), PT Persero Batam, PT Inti (Persero), Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Indah Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Semen Kupang (Persero), dan PT Primissima (Persero).

Dari 14 itu, enam di antaranya sakit dan terancam dibubarkan. Mereka adalah PT Indah Karya (Persero), PT Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT Semen Kupang.

 

***

 

Rencananya, akan ada perampingan perusahaan BUMN hingga jumlahnya menjadi 40 perusahaan dengan 12 klaster yang membidangi fokus bisnis berbeda-beda satu dengan lainnya. Woww. Padahal kini ada 142 hingga 147 BUMN.

"Kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, tidak bisa ditransformasi, kita akan menambah penutupan lagi," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (25/6/2024) lalu.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menambahkan, dari total 14 BUMN sakit, 6 di antaranya terancam dibubarkan. Mereka adalah PT Indah Karya (Persero), PT Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT Semen Kupang.

4 BUMN berpeluang terselamatkan atau dilakukan penyehatan dan restrukturisasi. Empat BUMN tersebut di antaranya, PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) atau Persero Batam, PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), dan PT Boma Bisma Indra (Persero) untuk dialihkan atau inbreng kepada PT Danareksa (Persero) .

Sementara 4 BUMN lainnya perlu penanganan lebih lanjut yakni PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Primissima (Persero), Perum Percetakan Negara RI, dan PT Djakarta Lioyd (Persero).

Baca Juga: Trump Baru Sekali, Soekarno 4 Kali Ditembak

 

***

 

Hingga saat ini Sri Mulyani masih melakukan pendalaman atas daftar BUMN yang masuk ke dalam posisi 'sakit' ini. Ia mencatatkan, setidaknya total ada 76 BUMN di RI, termasuk yang berada dalam holding.

Bagaimana BUMN diatas bisa mismanagement? Apa karena komisarisnya penunjukan atas jasa politik?

Dalam literasi yang saya baca sakitnya suatu perusahaan karena mismanagement, bisa merupakan bebab-sebab terjadinya korupsi.

Mengutip dari E: [email protected], Warren Buffett pernah bilang, “Risk comes from not knowing what you’re doing.” Atau artinya kira-kira “risiko muncul dari ketidaktahuan akan apa yang Anda lakukan”.

Baca Juga: Dugaan Mark Up Impor Beras, Grand Corruption

Semua eksekutif dan manajer paham betul bahwa dalam menjalankan bisnis pasti bakal selalu bersinggungan dengan risiko. Dan risiko berpotensi besar dalam merugikan perusahaan hingga membuat bangkrut sebuah usaha.

Juga berdasarkan buku Fraud Auditing and Forensic Accounting edisi keempat oleh Singleton & Singleton, (2010), mengungkapkan bahwa kecurangan merupakan tindakan yang sengaja dilakukan pengurus yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi pihak tertentu dengan merugikan pihak pemangku kepentingan lainnya. Hal ini disebabkan karena adanya niat jahat yang dimiliki oleh individu dan kelompok untuk bergerak mengambil keuntungan bagi diri sendiri.

Menurut Najafabadi et al., (2015) kecurangan dalamperusahaan, dapat terjadi akibat kurangnya pengendalian internal dan pengawasan secara menyeluruh dalam perusahaan, sehingga mengundang perilaku yang tidak diinginkan terjadi .

Malahan menurut laporan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2020) kecurangan memiliki 3 kategori utama yang dikenal sebagai ACFE Fraud Tree, yang terdiri dari asset missapropriation (penyalahgunaan asset), corruption (korupsi), dan fraudulent statement (kecurangan laporan keuangan).

Praktiknya, Ada ketiga unsur tersebut mendorong para pelaku melancarkan tindakannya yang beragam untuk memperoleh kesenangan dan memenuhi kebutuhan pribadi. Artinya, mereka dengan cepat tanpa memikirkan risiko yang ditanggung pihak lainnya.

Dari literatur itu, mismanagement BUMN yang dikelola Erick Thohir bisa jadi, karena ada praktik curang, fraud dan korupsi dari para pengurusnya. KPK dan Kejagung, usut. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU