Home / Ekonomi dan Bisnis : Berkah Tahun Ajaran Baru

Penjahit di Magetan Kebanjiran Orderan Seragam Sekolah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 09:46 WIB

Penjahit di Magetan Kebanjiran Orderan Seragam Sekolah

i

Ilustrasi. Penjahit tengah kebanjiran orderan seragam sekolah jelang tahun ajaran baru. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Berkah tahun ajaran baru, membuat sejumlah penjahit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebanjiran order seragam sekolah. Bahkan juga ada banyak order jahitan yang sampai ditolak lantaran sudah kelebihan pesanan khusus untuk seragam sekolah sejak pertengahan Juni lalu.

“Apalagi jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru sudah dekat, yaitu 18 Juli mendatang. Dengan sisa waktu ini, saya dan istri tidak ingin berspekulasi dengan mempertaruhkan reputasi kami sebagai salah satu penjahit handal di Magetan,” jelas salah satu penjahit, Supardi (52) dari Serasi Tailor di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Magetan, Senin (08/07/2024).

Baca Juga: Kemarau Basah, Petani Tembakau di Sidorejo Magetan Ketar-ketir

Sementara itu diketahui, pesanan tersebut datang dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Biasanya pesanan seragam tersebut terdiri dari 3 pasang per hari. 

“Pada musim masuk sekolah tahun ini, saya hanya menerima sekitar 50 pesanan menjahit seragam sekolah. Hal ini terpaksa saya lakukan karena kurangnya tenaga,” tambahnya.

Sehingga untuk memenuhi orderan jahitan yang masuk, Suparningsih (51), istri Supardi, juga membantu suaminya dalam menjahit, memotong, dan membuat lubang kancing.

Baca Juga: Harga Kopi Robusta di Magetan Naik, Tembus Rp 125 Ribu/ Kg

“Ya, membantu bapak mulai dari menjahit, memotong, bikin lubang kancing. Mau nyari penjahit musim gini susah mas,” kata Suparningsih.

Sedangkan untuk ongkos menjahit, Supardi mematok tarif mulai dari Rp120.000 hingga Rp180.000 per 3 pasang atau setel seragam sekolah. Kenaikan order jahitannya kali ini mencapai 100 persen, dari sebelumnya 4 potong jahitan per hari menjadi 10 potong jahitan per hari.

Baca Juga: Peternak Rugi Puluhan Juta, Ribuan Ayam Petelur Mati Terpanggang

“Meningkat sampai 100 persen. Biasanya sehari menjahit 4, sekarang hingga 10 potong. Bahkan tahun ajaran baru ini, khusus bulan Juli, orderan umum kita stop. Kita fokus seragam sekolah,” ungkap Supardi.

Diketahui, maraknya orderan menjahit seragam sekolah di Magetan tak hanya Supardi dan istrinya, akan tetapi juga sejumlah penjahit lain di Magetan yang kebanjiran orderan jahitan seragam sekolah menjelang masuk sekolah tahun ajaran baru. mgt-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU