Turis Taiwan Kelola Judi Online dan Pornografi, Petik Untung Rp 500 M

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 20:22 WIB

Turis Taiwan Kelola Judi Online dan Pornografi, Petik Untung Rp 500 M

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seorang turis asal Taiwan, ditetapkan pelaku sindikat judi online dan pornografi internasional jaringan Taiwan.

Direktur Dittpidum Mabes Polri Brigadir Jenderal Djuhandani mengatakan kasus ini terbongkar pada 24 Juni 2024. "Polisi menangkap tujuh tersangka yang merupakan pelaku sindikat judi online dan pornografi internasional jaringan Taiwan," kata Djuhandani, saat konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri pada Senin, (8/7) 2024).

Baca Juga: Polri tak Antikritik, Lamban Tangani Kasus Tanpa Fulus?

Sindikat yang diketuai oleh K sudah berjalan sejak Desember 2023 hingga April 2024. Pada tiga bulan pertama, mereka sudah meraup keuntungan Rp 500 miliar.

 

Tanpa Busana dan ML

Ia nyatakan, Direktorat Kriminal Umum (Dittipidum) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia,  sudah menangkap tujuh tersangka dengan peran yang berbeda-beda.

Tersangka pertama yaitu Chen Chun Wei alias James selaku marketing, Siti Murtafiah selaku customer service, Wilhemus A Ngilitubun selaku agen. Ada pula Krismonica Apriliana, Anastasia Irma H, Nani Handayani, Dian Trisnawati, dan Sintia yang berperan sebagai host.

Para tersangka ini bekerja di dua situs online yakni Hot51 dan 82Gaming. Kedua situs tersebut selalu mengubah alamat domainnya dengan tujuan menyamarkan konten judi online.

Baca Juga: HUT Bhayangkara Ke-78, Pemkot dan Polri Bersinergi Wujudkan Surabaya Aman dan Kondusif

Pada situs tersebut, para host yang melakukan live streaming, berpakaian mini hingga tanpa busana dan melakukan hubungan intim atau making love (Ml).

 

Kantor Operasional Beberapa Kota

 “Mereka setiap hari live streaming selama tiga jam,” ucap petinggi Polri bintang satu itu.

Baca Juga: Pengusutan Scientific Crime Investigation, Ingat Ferdy Sambo

Dua situs itu saat ini sudah diblokir oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti 14 handphone, 16 perlengkapan live streaming, dan dua unit laptop.

Selain itu, polisi juga sudah mengamankan enam Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ini berdasarkan perkembangan kantor operasional yang berada di Tangerang, DKI Jakarta (Jakarta Selatan dan Jakarta Barat), Bandung, Jawa Tengah (Semarang dan Jepara), Bali (Klungkung), dan Sulawesi Selatan (Makassar).

Atas perbuatannya, para tersangka terjerat Pasal 303 KUHP atau Pasal 45 Ayat 1 dan 3 Juncto Pasal 27 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Tentang ITE. Ancaman hukuman maksimal 10 Tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. n er/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU