Kadisdik Sampang Siap Proses Kasek SDN Taddan II

author Gandi Isharyanto Koresponden Sampang

- Pewarta

Selasa, 09 Jul 2024 11:20 WIB

Kadisdik Sampang Siap Proses Kasek SDN Taddan II

i

Kadisdik Kab Sampang Mohamad Fadeli dengan wajah semangat siap menindak tegas oknum kepala sekolah SDN Taddan II. SP/ GAN

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Mohamad Fadeli, bakal melakukan gerak cepat  dengan tegas siap memproses Ibu Suwarti selaku Kepala Sekolah SDN Taddan II  diduga melanggar regulasi. Sebab, ada polemik oknum Kepala Sekolah SDN Taddan II dengan wali murid terkait beberapa persoalan.

"Pihaknya, akan menindak tegas dan tidak pandang bulu, bilamana melanggar regulasi dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah. Kalau memang salah, saya tidak akan melindungi," tegas Fadli saat ditemui, Selasa (09/07/2024).

Baca Juga: Kebijakan Kadisdik Sampang Kunci Adem Ayem SDN Taddan II

Menurut, Ibu Nur selaku Ketua Komite Sekolah SDN Taddan II, ia menyatakan wali murid tetap bersikeras untuk memberikan pelajaran kepada Oknum kepala Sekolah tersebut. Pihak Komite sekolah maupun wali murid, mengungkapkan semua kecerobohan serta sifat represif dan otoriter yang dilakukan terhadap anak didik oleh oknum kepala sekolah.

"Kinerja Kepala Sekolah SDN Taddan II yang kurang elok berdampak pada nasib guru. Yang masuk di dalam sarang buaya (tidak Kondusif) selama oknum tersebut menjabat menjadi kepala sekolah UPTD SD Taddan II," ujarnya. 

Ibu Nur juga menceritakan segala kegiatan yang bersifat umum, menyangkut sekolah pihak komite sekolah tidak pernah dilibatkan oleh kepala sekolah.

"Yaa semua kegiatan komite tidak terlibat, seumpama perlu tanda tangan komite itu tidak terlibat, hal paling mencolok tanda tangan itu dipalsukan alias ditandatangani sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Komite, Wali Murid Tolak Suwarti Jadi Kasek SDN Taddan II Lagi

Disamping itu juga, kata Ibu Nur dalam internal sekolah tidak bisa kondusif, komite hanya satu kali difungsikan selama kepala sekolah itu menjabat. "Beda dengan kepala sekolah yang dulu, semua kegiatan tentang sekolah saya dilibatkan dan tidak berhenti komunikasi dengan saya, ya transparan istilahnya " ungkap Ketua Komite Sekolah SDN Taddan II, Ibu Nur.

Melihat kinerja Kepala Sekolah SDN Taddan II, pihak Ibu Nur selaku Ketua komite sekolah dan para wali murid melakukan musyawarah.

Dalam hasil musyawarah tersebut, menghasilkan surat permohonan yang ditujukan kepada Pihak OPD teknis Dinas Pendidikan ( Disdik) Kabupaten Sampang  lengkap dengan lampiran tanda tangan wali murid, hampir 150 lebih wali murid bertanda tangan dan siap singkirkan (mutasi) Oknum kepala Sekolah UPTD SD Taddan II Suwarti. 

Baca Juga: Komite, Wali Murid Tolak Suwarti Jadi Kasek SDN Taddan II Lagi

Bukan itu saja, adapun alasan pernyataan sikap Pihak Komite Sekolah dan Wali Murid yang memperkuat pihak OPD untuk segera mengambil langkah agar pihak oknum tersebut hengkang dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah UPTD SD Taddan II. Berikut pernyataan yang dibuat oleh pihak Wali Murid dan Komite Sekolah. 

  1. Tidak Adanya Transparansi Dana Bos terhadap Komite.
  2. Mencuat Kasus Tabungan Yang Tidak tepat Waktu dalam Penyaluran karena menyalahgunakan wewenang dengan cara menginvestasikan tabungan siswa secara pribadi kepada pihak lain yang tidak semestinya (tidak sesuai dengan aturat edaran dari dinas pendidikan) dan. Tanpa sepengetahuan dewan guru, uang tabungan diberikan setelah terjadinya unjuk rasa.
  3. Kepala sekolah tidak mencerminkan kepribadian sebagai pimpinan diantaranya:
  •  Bertindak Represif dalam  menghadapi anak didik di UPTD SD Taddan II.
  • Bersifat Arogansi dan Otoriter terhadap Murid dan Guru.
  • Menjadikan Sekolah Sebagai ladang Bisnis Bagi Keluarganya (Memperkaya diri).
  • Tidak difungsikan salah satu guru kepada tugasnya yang semestinya karena dialih fungsikan sebagai pencatat Tabungan murid sehingga menyebabkan pelayanan KBN terhadap peserta didik tidak maksimal. 

Berdasarkan persoalan diatas yang telah menimbulkan permasalahan bagi wali murid serta munculnya rasa  kontrak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan UPTD SD Taddan II dan merusak nama baik citra sekolah. 

Jika permohonan tersebut tidak diindahkan oleh pihak OPD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang , maka wali murid akan gelar Aksi Mogok belajar dan memindahkan semua anaknya ke sekolah lain. gan

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU