Fenomena ‘Koyo’ di Lumajang, Peternak Ikan Terpaksa Panen Lebih Awal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terlihat peternak ikan panen lebih awal dipicu fenomena ikan mabuk atau "koyo" yang menyebabkan banyak ikan dari dasar danau mabuk. SP/ LMJ
Terlihat peternak ikan panen lebih awal dipicu fenomena ikan mabuk atau "koyo" yang menyebabkan banyak ikan dari dasar danau mabuk. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Fenomena ikan mabuk atau ‘koyo’ yang berada di beberapa danau kawasan Lumajang, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah peternak ikan di sekitar danau terpaksa memanen ikan lebih awal. Seperti yang terjadi di Danau Ranu Klakah di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang pada Selasa (16/07/2024) pagi.

Pasalnya, fenomena ini menyebabkan banyak ikan dari dasar danau mabuk, yang dipicu akibat kandungan asam belerang di dasar danau naik ke permukaan, sehingga menyebabkan penurunan drastis kadar oksigen. 

Penurunan oksigen ini membuat ikan dan udang naik ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan. Banyak ikan yang kekurangan oksigen mati dan mengambang di permukaan danau. 

Selain mempengaruhi ikan liar, fenomena ikan mabuk ini juga menyebabkan kematian ikan yang dibudidayakan dalam keramba. Sejumlah petani keramba harus memanen ikan lebih awal untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

"Saya harus memanen lebih awal karena harga jual ikan turun drastis," kata Ari, salah satu peternak ikan keramba, Selasa (16/07/2024).

Menurutnya, fenomena ini bisa berdampak pada nilai jual ikan. "Harga jual ikan turun drastis. Bahkan, petani menjual ikan mujair dan nila hanya seharga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 35.000 sampai Rp 38.000," ungkapnya. 

Sementara itu, menurut Johan, salah satu warga setempat mengungkap, banyak warga di sekitar danau memanfaatkan momen ini untuk menangkap ikan liar yang mengambang.

"Ini disebabkan oleh saluran belerang dari Gunung Lemongan. Jadi saat terjadi fenomena ini, banyak ikan yang mabuk. Ini masih hari pertama, biasanya bisa berlangsung hingga satu minggu," kata Johan. lj-01/dsy

Berita Terbaru

Perkuat Data Lebih Akurat, Dinkes Kota Madiun Optimalkan Akselerasi ASIK Imunisasi

Perkuat Data Lebih Akurat, Dinkes Kota Madiun Optimalkan Akselerasi ASIK Imunisasi

Kamis, 15 Okt 2026 13:08 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna penginputan pelaporan data yang lebih baik dan akurat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

Lewat Program Zakat Produktif, Pemkab Berdayakan Ekonomi Warga Miskin di Sumenep

Lewat Program Zakat Produktif, Pemkab Berdayakan Ekonomi Warga Miskin di Sumenep

Kamis, 15 Okt 2026 12:26 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui program zakat produktif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melakukan pemberdayaan ekonomi warga miskin di wilayah…

Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi

Tingkatkan Produksi Sapi, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Libatkan Akademisi

Kamis, 15 Okt 2026 12:19 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Guna meningkatkan produksi sapi di daerah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, menggelar bimbingan teknis (bimtek)…

Temukan Dugaan Pelanggaran, Wali Kota Surabaya Perketat Pengawasan Parkir

Temukan Dugaan Pelanggaran, Wali Kota Surabaya Perketat Pengawasan Parkir

Kamis, 15 Okt 2026 12:11 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti setelah adanya laporan warga terkait dugaan pelanggaran di sejumlah titik termasuk kawasan wisata Ampel dan Pasar…

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Petakan Kondisi Sosial Ekonomi Lewat Muskel

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Petakan Kondisi Sosial Ekonomi Lewat Muskel

Kamis, 15 Okt 2026 12:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui kegiatan musyawarah kelurahan (muskel) hingga ke tingkat rukun tetangga (RT), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar…

Anggarkan APBN, Pemkab Sidoarjo Bantu Perbaikan Dua Rumah Warga Terdampak Kebakaran

Anggarkan APBN, Pemkab Sidoarjo Bantu Perbaikan Dua Rumah Warga Terdampak Kebakaran

Kamis, 15 Okt 2026 11:55 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti adanya warga yang terkena musibah kebakaran di Dusun Dungus, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, kini Pemerintah…