Komplotan Ini Selama 2 Tahun, Raup Uang Rp 1,5 Triliun. Dan Rp 59 miliar Diantaranya Diperoleh dari 823 WNI
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Awas, sindikat online scam! Kini jaringan penipuan daring internasional itu menipu 800 warga negara Indonesia. Jaringan internasional ini diotaki Shi Zhengdi alias ZS, warga negara China. SZ, punya empat orang komplotan dari WN Thailand, Malaysia dan Indonesia. ZS telah ditetapkan sebagai tersangka otak jaringan merupakan warga negara China.
"Tersangka ZS yaitu warga negara asing yang berperan sebagai pimpinan kelompok online scam jaringan internasional bersama dua rekan lainnya warga negara asing melaksanakan operasi scam luar negeri," kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2024).
Himawan mengatakan jaringan ini telah berhasil meraup keuntungan yang fantastis. Di tiga negara, para pelaku meraih untung hingga triliunan rupiah. "Total kerugian secara keseluruhan yaitu Rp 1,5 triliun," katanya.
Sampai kini, total ada 823 warga negara Indonesia (WNI) yang telah ditipu oleh para pelaku.
"Total korban di Indonesia mencapai 823 korban dimulai dari tahun 2022 sampai 2024 ini dengan total kerugian Rp 59 miliar di Indonesia," tambah Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji .
WNI yang ketipu tergiur lowongan kerja di Timur tengah dengan janji gaji menggiurkan.
Dijemput di Abu Dhabi
Sindikat ini, memperkerjakan warga negara Indonesia sebanyak 17, warga negara Thailand sebanyak 10, warga negara China sebanyak 21 dan warga negara India sebanyak 20 orang secara illegal untuk diperkerjakan di Dubai," katanya.
"Berdasarkan hasil tracing asset masih ada asset tersangka berada di Dubai," kata Himawan.
ZS ditangkap pada 27 Juni 2024. Dia dijemput di Abu Dhabi dan dilakukan penangkapan saat tiba di Indonesia.
Modus Scam
Belakangan ini penipuan daring menggunakan modus dengan berpura-pura sebagai seseorang atau lembaga tertentu sedang ramai dan memakan korban yang cukup banyak. Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan secara ilegal dengan memanfaatkan ketidak telitian si korban. Penipuan dengan modus scam ini bisa melalui berbagai media.
Phising adalah cara scam yang digunakan untuk mengambil data pribadi seseorang. Scam jenis ini biasanya mengincar korban dengan menawarkan lelang suatu barang, yang paling umum adalah tiket konser.
Selain itu, saat ini banyak website-website yang bermunculan untuk menggalang donasi dan disalurkan ke pihak yang membutuhkan.
Juga modus menggunakan Catfishing adalah sebuah kegiatan penipuan dengan menciptakan persona fiktif melalui sosial media yang mengincar korban secara spesifik. Modus ini biasanya digunakan dalam pencarian pasangan secara online.
Berperan Penerjemah Bahasa China
Menurut Brigjen Himawan, satu tersangka berinisial H ditangkap pada 28 Juni. Dia berperan sebagai operator.
"Tersangka H berperan sebagai operator penipu atau scammer yang beroperasi di Dubi dan menipu warga negara Indonesia atas perintah ZS," katanya.
Satu tersangka lainnya berinisial M ditangkap di Batam pada 3 Juli 2024. Dia berperan dalam praktik tindak pidana penjualan orang (TPPO) dalam sindikat tersebut.
"Tersangka M ditangkap 3 Juli 2024 di Batam berperan sebagai pelaku TPPO yang menyalurkan dan memberangkatkan warga negara Indonesia untuk bekerja di Dubai secara ilegal atas perintah ZS." jelas Himawan.
Himawan mengatakan satu tersangka lainnya berinisial NSS telah ditangkap sejak 30 Agustus 2023. Pelaku tersebut juga telah divonis 3,5 tahun.
"Terdakwa NSS penerjemah dari Bahasa China ke Bahasa Indonesia untuk mempermudah komunikasi terkait bagaimana cara melakukan online scam dengan modus kerja paruh waktu seperti menonton, like, subscribe media social dengan mendepositkan sejumlah uang," tutur Himawan.
Peringatan Kepada Masyarakat
Jenderal bintang satu ini mengingatkan dengan terungkapnya sindikat ini, diharapkan tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat penipuan daring.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang semakin canggih dan terorganisir. n erc/jk/cr5/rmc
Editor : Moch Ilham