Tergerus Kepercayaan Publik, Capim KPK Dilirik Jenderal Polri Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Proses pendaftaran calon pimpinan komisioner dan dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029 berakhir pada Senin, 15 Juli 2024 lalu.

Berdasarkan informasi terakhir, setidaknya terdapat lebih 200 pendaftar untuk calon komisioner dan 140 lebih calon dewas KPK.

Diantara 200 pendaftar itu,ada Jenderal Polri dan Jaksa Senior.

 Empat pati itu terdiri Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Komjen Setyo Budiyanto, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Djoko Purwanto dan Deputi Bidang Koordinasi, dan Supervisi KPK Irjen Didik Agung Widjanarko.

Sementara pendaftar dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, terdiri lima jaksa senior. Mereka Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenkopolhukam Sugeng Purnomo, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Andi Herman. Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar, Kajati Bali Ketut Sumedana, dan mantan Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto juga ikut mendaftar seleksi capim KPK. Penegak hukum resmi bakal mengisi pimpinan KPK, seperti Firli Bahuri.

 

***

 

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhan, berharap  proses seleksi  calon pimpinan KPK dilakukan secara ketat. Ini untuk menghindari berulangnya persoalan kelembagaan KPK periode 2019-2024 yang memiliki berbagai permasalahan hukum dan etik di tingkat pegawai hingga pimpinan.

Dibanding periode sebelumnya, menurut Kurnia pendaftar calon pimpinan lembaga antirasuah itu terbilang lebih sedikit. Kurnia menduga minimnya pendaftar terkait dengan kepercayaan dan harapan publik  terhadap masa depan KPK.

Atas dasar itulah ICW dan pegiat antikorupsi bertemu dengan sejumlah tokoh serta meminta agar mereka turut serta mendaftar sebagai calon komisioner dan Dewas KPK. Sayangnya secara tegas, para tokoh yang ditemui menolak untuk turut serta mendaftar seleksi.

”Alasannya beragam, salah satunya adalah (minimnya kepercayaan terhadap, red) pemerintahan saat ini dan juga Panselnya,” ujar Kurnia dalam diskusi publik bertajuk ’Kupas Tuntas Capim dan Dewas KPK’, Senin (15/7/2024).

Apalagi jumlah pendaftar capim KPK pada periode 2014-2019 jauh lebih tinggi dibanding periode saat ini. Tercatat pada periode 2019-2024, jumlah pendaftar capim KPK mencapai di atas 300 orang.

Juga minimnya jumlah pendaftar kali ini menurut Kurnia tidak lepas dari lambatnya Presiden Joko Widodo membentuk Pansel KPK.

Kurnia berharap Pansel memperhatikan secara teliti para calon komisioner dan calon Dewas KPK yang mendaftar. Ia berharap aspek integritas dan rekam jejak yang bersih harus dikedepankan dalam proses seleksi Capim dan Cadewas KPK.

Sementara pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Asfinawati menilai minimnya pendaftar Capim KPK 2024-2029 karena terdapat krisis kepercayaan terhadap kelembagaan KPK ke depan.

Pasalnya, dengan perubahan UU KPK, kelembagaan lembaga anti rasuah tidak lagi objektif dalam memberantas korupsi.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini mengingatkan, calon komisioner  KPK tidak harus berasal dari latar belakang aparat penegak hukum.

Menurutnya, dengan latar belakang aparat penegak hukum (APH) malah menimbulkan konflik kepentingan dalam pemberantasan korupsi.

Dia menyebut di era orde baru korupsi merajalela. Penegak hukumnya pun korup. Makanya menjadi tidak mungkin APH yang korup menindak tindak pidana korupsi, ibaratnya melawan diri sendiri.

Sementara, Komisioner KPK periode 2007-2011, Chandra M Hamzah menyampaikan komposisi pimpinan KPK yang memiliki berbagai latar belakang aparat penegak hukum dan non-hukum merupakan kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas KPK.

Chandra menjelaskan pimpinan berlatar belakang penuntut dan penyidik dibutuhkan saat pegawai KPK melakukan pembangkangan yang menolak menuntut dan menyidik.

Itu lah pandangan aktivis, dosen dan mantan komisioner KPK. Ada keragaman pikiran. Tapi substansi harapannya sama, rekam jejak, integritas dan berlatar belakang penegak hukum yang bersih dari kasus korupsi.

Pertanyaannya, apakah periode ini, KPK bakal kesulitan mendapatkan sosok pemimpin yang berkualitas dan berintegritas?

Apakah juga dipengaruhi opini publik kepercayaan publik kepada lembaga antirasuah itu semakin tergerus.

Benarkah tergerus Kepercayaan Publik, Capim KPK Dilirik Jenderal Polri lagi plus jaksa senior? Sebelum ini, pimpinan KPK adalah Komjen (Purn) Firli Bahuri, yang pernah menjabat Kapolda Sumsel. Firli, ditetapkan sebagai tersangka setelah Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara pada Rabu (22/11/2023) malam.

KPK juga pernah dipimpin jaksa senior Antasari Azhar. Ia akhirnya jadi tersangka Kasus Pembunuhan Berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen pada tanggal 15 Februari 2009. Sebelum memimpin KPK, Antasari, menduduki jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 7 tahun dari tahun 2000 hingga 2007.

Mari kita ikuti proses seleksinya, siapa pejabat definitif Ketua KPK, pengganti Firli Bahuri. ([email protected])

Berita Terbaru

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengusulkan permohonan perbaikan Jembatan …

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka normalisasi Sungai Kalianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menandai sebanyak 70 bangunan di Kecamatan Asemrowo…

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya mempercepat Kemajuan dan pembangunan khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…